Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

8 Sikap Buruk Orang Terdekat yang Sebaiknya Tidak Ditoleransi

    8 Sikap Buruk Orang Terdekat yang Sebaiknya Tidak Ditoleransi

    Beberapa orang cenderung menunjukkan sikap yang tidak baik dari dirinya setelah merasa akrab dengan orang-orang tertentu. Ini belum tentu menjadi pertanda bahwa hubungan Anda akan semakin akrab, tapi justru bisa beranjak ke hubungan toksik.

    Sikap buruk yang tidak seharusnya ditoleransi

    Pasangan sedang marah-marah

    Karena sudah dekat dan mengerti dirinya luar dalam, Anda mungkin bisa memaklumi segala tabiat buruk seseorang.

    Meski begitu, ada beberapa sikap yang tidak baik dan sebenarnya tidak boleh ditoleransi, demi kebaikan diri dan kesehatan mental Anda sendiri. Berikut beberapa di antaranya.

    1. Suka meremehkan orang lain

    Kita semua perlu menghadapi kritik sebagai bahan pelajaran. Kritik yang baik adalah kritik yang membangun dan memotivasi agar Anda bisa berkembang jadi pribadi yang lebih baik lagi.

    Kritikan yang terkesan meremehkan, mencemooh, bahkan menjatuhkan karakter dengan omongan yang tidak mengenakkan bukanlah perilaku yang bisa dimaklumi.

    Kritikan pedas biasanya dimulai dengan kalimat “Kamu tidak pernah…,” atau “Kamu tuh selalu…,” tanpa penjelasan yang konkret. Ujaran kata-kata negatif lama-lama bisa meremukkan kepercayaan dan harga diri orang yang menerimanya.

    Sikap meremehkan juga bisa ditunjukkan dengan tidak memenuhi janji atau tidak menggubris apa yang Anda katakan.

    2. Manipulatif

    Seseorang atau pasangan yang manipulatif akan mengendalikan orang-orang di sekitarnya untuk memenuhi apa yang ia inginkan. Ia bisa melakukan berbagai cara untuk membuat Anda sebagai korban merasa bersalah dan mencurigai diri sendiri.

    Kondisi ini terjadi ketika korban menyadari atau mengetahui suatu hal tentang pelaku yang tidak mau diakuinya.

    Saat Anda mencoba membicarakannya, orang yang manipulatif bersikeras menyangkal kenyataan dan membalikkan tuduhan tersebut kepada Anda.

    Dalam hal ini, pelaku mengubah persepsi Anda bahwa dialah korban yang sebenarnya dalam situasi tersebut. Ia mungkin berkata, “Ah, kamu mengada-ada”, “Kayaknya kamu salah dengar, deh,” dan sebagainya.

    3. Membuat Anda tidak berdaya

    Cara yang satu ini mirip dengan gaslighting, tetapi lebih dilakukan untuk membuat Anda tidak berdaya, menghentikan Anda untuk bicara, dan membuat Anda berada dalam kendalinya.

    Dengan cara ini, ia berusaha mengambil keuntungan dari berbagai hal yang diketahuinya tentang Anda. Ia bisa membuat Anda gugup ketika marah atau menunjukkan kelemahan Anda yang lain.

    Pada awalnya, perilaku ini memang sulit terlihat dan terdeteksi. Namun, sikap ini menjadi pola yang berlangsung sepanjang berjalannya hubungan. Oleh karena itu, ini termasuk sikap tidak baik yang seharusnya tidak Anda toleransi.

    4. Tidak mau mendengarkan

    bertengkar dengan pasangan

    Pernahkah Anda memiliki teman atau pasangan yang tidak mau mendengarkan dan menolak untuk mendiskusikan masalah yang terjadi di antara Anda berdua? Jika ya, ini merupakan contoh perilaku buruk yang perlu diwaspadai.

    Perilaku buruk ini termasuk ke dalam golongan manipulasi. Orang-orang manipulatif bisa membuat Anda merasa bahwa semua masalah yang terjadi merupakan kesalahan Anda.

    Kenyataannya, kesalahan bukan terletak pada Anda, tetapi pada mereka yang berusaha menghindari pembicaraan dan malah menyalahkan orang lain.

    5. Suka menghina

    Mengejek, menertawakan, dan memperlihatkan gerakan fisik seperti memutar bola mata untuk menghina orang lain merupakan perilaku buruk yang tidak perlu Anda toleransi.

    Setiap hubungan yang sehat, baik pertemanan maupun hubungan romantis, membutuhkan sikap saling menghargai dan menghormati.

    Adanya penghinaan melalui kata-kata dan sikap sudah menunjukkan bahwa Anda perlu menghindari orang dengan perilaku buruk tersebut. Terlebih lagi jika pasangan Anda yang melakukan hal ini.

    6. Melampiaskan emosinya kepada Anda

    Dr. Craig Malkin, penulis buku Rethinking Narcism, menyatakan bahwa melampiaskan emosi merupakan salah satu taktik yang sering dilakukan oleh orang-orang narsistik.

    Orang yang narsis berusaha menunjukkan emosi dan kemarahannya pada Anda dengan cara mengepalkan tinju dan merapatkan otot rahang hingga wajahnya memerah. Dengan cara ini, ia berusaha membuat Anda marah dan mendominasi perasaan Anda.

    7. Mengabaikan pikiran dan perasaan Anda

    Sebaiknya, jangan biarkan Anda terjebak dengan orang yang selalu mengabaikan pikiran dan perasaan Anda, baik dengan menertawakan atau tidak menganggap penting apa yang Anda katakan.

    Pasalnya, setiap pasangan sejatinya perlu menghargai pendapat dan perasaan satu sama lain.

    Jika yang terjadi malah sebaliknya, Anda mungkin perlu berpikir ulang mengenai hubungan yang sedang Anda jalani, baik itu dengan teman maupun kekasih.

    8. Sering menekan Anda untuk melakukan sesuatu

    mabuk alkohol

    Beberapa “teman dekat” justru bisa menekan Anda untuk menuruti kemauannya. Mereka bisa saja menekan Anda untuk melakukan hal-hal tidak Anda inginkan, seperti menggunakan narkoba, minum alkohol, hingga berhubungan seks.

    Tekanan ini bahkan bisa diungkapkan dengan terang-terangan, misalnya, “Ayolah, coba satu saja. Semua orang di sini juga pernah mencobanya, kok.”

    Sebagian orang mungkin mau melakukannya karena rasa segan dan takut tidak mempunyai teman lagi. Namun, sikap yang tidak baik ini justru sebenarnya tidak boleh dimaklumi. Sebaiknya, jauhi dan tinggalkan lingkaran tersebut.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Peer Pressure. (2015). Retrieved 3 June 2022 from https://kidshealth.org/en/teens/peer-pressure.html

    Emotional and verbal abuse | Office on Women’s Health. (2022). Retrieved 13 June 2022, from https://www.womenshealth.gov/relationships-and-safety/other-types/emotional-and-verbal-abuse

    Power and Control. (2022). Retrieved 13 June 2022, from https://www.thehotline.org/identify-abuse/power-and-control/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti Diperbarui 3 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa