Mengetahui Penyebab dan Pengobatan untuk Radang Amandel

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tonsilitis adalah kondisi tonsil atau amandel bengkak akibat meradang karena kuman penyakit. Walau menimbulkan rasa yang tidak nyaman, tonsilitis jarang merupakan penyakit yang serius. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, namun paling banyak ditemui pada anak-anak kecil hingga remaja.

Apa yang menyebabkan amandel bengkak?

Radang tenggorokan ini hampir pernah dialami siapa saja. Namun perlu diketahui, bahwa fungsi amandel adalah mendukung sistem imun tubuh dengan melindungi tubuh dari serangan infeksi yang akan masuk menyerang tubuh melalui mulut. Nah saat amandel atau tonsil itu sendiri yang terinfeksi, ia akan meradang yang menyebabkan amandel bengkak.

Gejala-gejala yang biasanya ditunjukkan saat tonsil mengalami peradangan antara lain adalah demam, timbulnya rasa sakit pada tenggorokan dan rasa sakit saat menelan, serta warnanya yang memerah.

Tonsil yang bengkak ini dapat terjadi karena disebabkan beberapa hal, seperti virus dan bakteri. Virus yang menyebabkan peradangan pada tonsil adalah virus yang sama dengan virus yang menyebabkan batuk dan flu. Sedangkan bakteri yang menyebabkan tonsilitis umumnya adalah bakteri streptococcus bacteria.

Ada beberapa hal lain yang menyebabkan kondisi ini terjadi, yakni:

1. Penyakit asam lambung (GERD)

Makanan yang Anda makan, dari tenggorokan menuju ke lambung harus melewati suatu tabung panjang penghubung yang disebut sebagai kerongkongan. Otot berupa katup pada kerongkongan inilah yang mencegah adanya arus balik pada makanan dari lambung kembali ke tenggorokan.

Namun saat katup pada otot kerongkongan tidak bekerja sebagaimana mestinya, dengan menutup jalan agar makanan tidak kembali ke tenggorokan, asam lambung Anda mengalir ke kerongkongan, lalu mengiritasi dinding kerongkongan. Kondisi inilah yang lalu dikenal dengan penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Suatu penelitian yang dilakukan oleh American Academy of  Otolaryngology mengungkapkan bahwa, penyakit asam lambung (GERD) ini dapat memicu terjadinya amandel bengkak. Penelitian tersebut didukung oleh Dokter Michael Friedman, yang mengatakan bahwa kondisi ini bisa terjadi karena asam lambung memberi dampak yang sama dengan penyebab penyakit lain terhadap tonsil.

2. Kebiasaan merokok

Suatu penelitian yang dilakukan di Colorado menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku merokok dengan pembesaran hingga kanker pada tonsil. Kondisi ini diprediksi terjadi sebagai reaksi dari tonsil terhadap reaksi kimia yang terkandung dalam rokok.

Apa bedanya radang tenggorokan dengan sakit amandel?

Terkadang, sakit di tenggorokan dan rasa nyeri saat menelan makanan sering dianggap sebagai gejala tonsilitis. Begitupun sebaliknya, gejala amandel bengkak juga sering dianggap sepele sebagai sakit tenggorokan. Akan tetapi, tahukah Anda kalau keduanya berbeda?

Ya, memang sakit tenggorokan, dalam hal ini radang tenggorokan, erat kaitannya dengan kondisi amandel bengkak. Meski sekilas keduanya memiliki gejala yang hampir sama, tapi radang tenggorokan merupakan penyakit yang berbeda. Apa bedanya?

kanker tenggorokan adalah

Apa itu radang tenggorokan?

Radang tenggorokan istilah medisnya disebut dengan faringitis. Sakit tenggorokan yang disebabkan sering kali disebabkan oleh infeksi berbagai virus atau infeksi bakteri Streptococcus pyogenes. Biasanya orang yang mengalami radang tenggorokan akan mengalami rasa sakit di daerah tenggorokan, tepatnya di daerah laring, faring, dan kelenjar tonsil.

Kondisi ini bagi masyarakat Indonesia sering disebut dengan panas dalam. Penyakit radang tenggorokan akan membuat Anda merasa tidak nyaman karena tenggorokan terasa sakit atau panas, sehingga membuat Anda jadi kesulitan untuk menelan makanan.

Apa itu radang amandel?

Radang amandel adalah peradangan yang terjadi pada kelenjar tonsil, yaitu salah satu kelenjar yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh untuk menangkap dan membunuh kuman pada saluran pernapasan. Penyebab umumnya adalah infeksi virus dan selebihnya disebabkan karena bakteri.

Beberapa infeksi virus yang sering menyebabkan amandel bengkak seperti influenza, coronavirus, adenovirus, Epstein-Barr virus, dan herpes simplex virus. Namun, jangan salah, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh bakteri dari group A Streptococcus, yang juga jadi penyebab radang tenggorokan.  

Bagaimana cara membedakan sakit karena radang tenggorokan dan karena tonsilitis?

Meski kedua penyakit ini sama-sama membuat rasa sakit dan tidak nyaman di bagian tenggorokan, namun ada beberapa gejala yang bisa jadi pembeda antara radang tenggorokan dengan tonsil. Orang yang mengalami radang tenggorokan umumnya akan merasakan:

  • Demam
  • Membengkaknya kelenjar getah bening di leher
  • Nyeri otot
  • Gatal di tenggorokan
  • Sakit dan sulit menelan
  • Tenggorokan merah

Sedangkan orang yang mengalami radang tonsil umumnya akan merasakan:

  • Demam
  • Perubahan warna putih atau kuning pada atau daerah sekitar tonsil
  • Kemerahan dan bengkak pada tonsil
  • Sakit dan sulit menelan

Pengobatan untuk radang tenggorokan dan tonsilitis

Cara terbaik untuk membedakan dan mengobati kedua jenis peradangan ini adalah dengan langsung periksa ke dokter. Mengetahui penyebab sakit tenggorokan akan sangat membantu Anda menyembuhkan penyakit. Setelah periksa ke dokter, Anda juga bisa melakukan hal-hal berikut.

Radang tenggorokan

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala sakit tenggorokan di antaranya:

  • Berkumur sambil mendongak (agar kena tenggorokan) dengan air garam hangat untuk meredakan bengkak di tenggorokan. Namun, airnya jangan ditelan.
  • Minum banyak air putih, terutama jika Anda mengalami demam. Asupan air putih yang cukup bisa meningkatkan daya tahan tubuh Anda untuk melawan demam.
  • Tidak merokok dan hindari lingkungan yang berasap.
  • Tidak mengonsumsi minuman atau makanan yang terlalu panas dan bertekstur keras.

Sakit tenggorokan biasanya akan mereda dengan sendiri dalam waktu kurang dari seminggu. Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa nyeri yang dijual bebas di toko obat seperti ibuprofen.

Namun, jika kondisi Anda tidak membaik selama lebih dari 7 hari dan disertai demam di atas 38°C segera konsultasi ke dokter agar tidak berakibat lebih parah.

Radang amandel

Meski sebagian besar kondisi ini tidak tergolong serius, namun Anda tetap disarankan menemui dokter jika mengalami gejala yang berlangsung lebih dari 4 hari dan tidak menunjukan tanda-tanda pemulihan, atau gejala justru semakin parah.

Jika kondisi in disebabkan oleh bakteri, biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik untuk menghilangkan infeksi tersebut. Tetapi jika disebabkan oleh virus, maka diusahakan untuk banyak minum air putih, mengonsumsi makanan yang lunak, serta diberikan obat untuk mengurangi gejala yang ada seperti ibuprofen atau parasetamol.

Pada beberapa kasus yang sudah tergolong parah, sering kambuh, atau tidak bisa lagi diatasi dengan obat, biasanya dokter terpaksa akan melakukan operasi amandel untuk mengatasi hal tersebut.

Apa harus dilakukan operasi amandel?

Operasi amandel menjadi umum dilakukan dikalangan anak-anak, meskipun beberapa orang dewasa juga melakukannya. Pembedahan untuk mengeluarkan tonsil yang bengkak ini juga tergolong aman dan umum dilakukan. Akan tetapi sekarang, banyak dokter yang lebih memilih menunggu dan menggunakan operasi amandel hanya pada kasus tertentu.

Operasi amandel dikenal juga dengan nama tonsilektomi, yaitu prosedur bedah yang bertujuan untuk mengobati tonsilitis atau peradangan kronis pada tonsil.

Bila terinfeksi, tonsil biasanya akan menjadi bengkak dan ada rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Pada kebanyakan kasus, masalah ini dapat disembuhkan dengan antibiotik. Namun, bila kondisinya memburuk dan menjadi kronis, pasien dianjurkan untuk menjalani operasi amandel yang diangkat total.

Tonsilektomi dapat dilakukan dengan dua metode. Namun, metode yang lebih sering digunakan adalah diseksi diatermi bipolar, karena metode ini dapat mengurangi risiko pendarahan.

Metode ini dilakukan dengan menggunakan forcep elektris guna menutup pembuluh darah yang ada di antara amandel dan otot di sekitarnya. Kemudian, amandel akan diangkat satu persatu. Jadi cara ini digunakan untuk mengeluarkan tonsil yang bengkak secara total, untuk memastikan tidak ada jaringan yang tertinggal satupun.

Sementara metode lainnya adalah menggunakan metode intrakapsular. Cara ini menggunakan probe elektris untuk memecah dan menghancurkan protein di jaringan tonsil.

Probe tersebut, mengandung larutan garam yang dipanaskan dengan arus listrik, sehingga dapat menghancurkan kelenjar yang ada di lapisan amandel. Metode ini tidak terlalu berisiko merusak otot dan pembuluh darah di sekitar tonsil dan tenggorokan Anda.

Operasi amandel dilakukan bila Anda mengalami beberapa hal berikut ini:

  • Terjadinya tonsilitis lima hingga tujuh kali Anda alami dalam satu tahun.
  • Anda mulai mengalami kesulitan dalam bernapas.
  • Anda sering mendengkur saat tidur dengan volume yang keras.
  • Amandel Anda mengalami pendarahan.
  • Anda mengalami kesulitan dalam menelan makanan terutama daging
  • Anda mengalami kanker di tonsil, Anda pun harus melakukan operasi amandel
  • Operasi akan dilakukan, kalau daerah sekitar tonsil Anda terinfeksi dan membentuk kantong nanah, hal itu disebut abses
  • Dokter akan menyarankan pembedahan jika obat antiobiotik tidak mampu lagi mengatasi bakteri.
  • Terdapat tumor meskipun kondisi ini agak jarang terjadi.

Sebelum melakukan operasi, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menimbang-nimbang seberapa berpengaruhnya infeksi ini memengaruhi kehidupan Anda atau anak.

Misalnya, beberapa orang tua memilih jalan operasi amandel ketika anaknya mulai sakit terus menerus sehingga mengganggu kegiatan sekolahnya.

Atau orang dewasa yang mungkin ingin mempertimbangkan operasi karena infeksi yang berulang ini akan memengaruhi tidur mereka. Dengan pertimbangan dan pengaruh pada kehidupan Anda, maka operasi amandel bisa dilakukan sesuai waktu dan tujuannya pada diri Anda sendiri.

Obat amandel alami yang bisa Anda coba di rumah

Berikut ini beberapa obat amandel yang mudah ditemukan di rumah untuk meredakan peradangan akibat tonsil yang membengkak, antara lain:

1. Air garam

Obat amandel dari bahan alami yang paling mudah adalah dengan cara berkumur menggunakan air garam hangat. Air hangat memiliki efek menenangkan tonsil, sedangkan garam bertindak sebagai antiseptik alami yang membantu mengurangi peradangan dengan membunuh virus dan bakteri.

Anda bisa mencampurkan satu sendok teh garam ke dalam secangkir air hangat. Lalu kumur-kumur dengan larutan tersebut, namun pastikan Anda tidak menelannya.

2. Air perasan lemon dan madu

Khasiat lemon untuk kesehatan memang sudah tidak diragukan lagi. Lemon memiliki sifat anti-virus, anti-bakteri, dan anti-inflamasi sehingga ampuh merawat infeksi dan peradangan. Selain itu, kandungan vitamin C di dalamnya mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi.

Sebagai obat amandel, yang terbuat dari bahan alami, Anda bisa menggunakan perasan air lemon (1 buah), sedikit garam, dan satu sendok teh madu ke dalam segelas air hangat. Aduk sampai tercampur semua, lalu minum secara perlahan. Lakukan rutinitas ini dua kali dalam sehari untuk mempercepat penyembuhan,

3. Bawang putih

alergi bawang putih

Sebagai salah satu obat amandel yang sudah digunakan selama ribuan tahun, bawang putih dipercaya untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh karena kaya akan kandungan antioksidan serta antibakteri dan senyawa antiviral sehingga efektif untuk melawan virus akibat pilek, flu, dan radang amandel.

Salah satu cara untuk menggunakan bawang putih sebagai obat amandel alami adalah dengan memakan bawang putih utuh. Namun jika Anda tidak tahan dengan aroma dan rasa yang menyengat dari bawang putih, Anda bisa mencampurkannya dengan teh herbal.

Caranya, rebus dua siung bawang putih yang sudah dihaluskan selama 5 menit (gunakan air sebanyak satu cangkir). Lalu angkat dan saring air bawang putihnya. Untuk memberikan rasa manis, Anda bisa menambahkan satu sendok teh madu.  

4. Kayu manis

Tidak hanya sebagai bumbu masakan atau kue, kayu manis ternyata juga bisa menjadi obat amandel alami. Hal ini dikarenakan kayu manis kaya akan sifat anti-mikroba sehingga mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme lainnya yang melekat di amandel. Dengan begitu, kayu manis membantu mengurangi pembengkakan, rasa sakit dan peradangan.

Untuk mendapatkan manfaatnya, tambahkan satu sendok teh bubuk kayu manis ke dalam segelas air panas. Setelah itu, campurkan dua sendok teh madu. Selama minuman ini masih panas, hirup uap airnya, dan setelah airnya sudah menghangat Anda bisa mengonsumsinya. Anda bisa minum ramuan alami ini 2-3 kali sehari selama seminggu.

5. Kunyit

Kunyit merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang bermanfaat sebagai anti-inflamasi dan antiseptik alami yang cukup kuat. Jadi tidak heran, jika kunyit mampu membantu melawan infeksi dan bisa melegakan gejala tonsilitis yang sangat mengganggu kegiatan menelan Anda.

Jika Anda salah satu orang yang suka mengonsumsi susu, Anda bisa menambahkan segelas susu hangat dengan satu sendok teh bubuk kunyit dan sejuput lada hitam. Minum ramuan kunyit ini pada malam hari selama 2-3 hari berturut-turut. Cara ini dipercaya ampuh sebagai obat amandel alami.

Selain menggunakan beberapa jenis obat amandel yang sudah dijelaskan di atas, Anda juga harus memperhatikan asupan makanan jika sedang mengalami tonsilitis. Hindari makanan yang berminyak seperti gorengan dan santan. Lalu perbanyaklah istirahat dan pastikan jika Anda terhidrasi dengan baik agar tidak memperparah peradangan sehingga bisa mempercepat proses penyembuhan.

Lakukan juga beberapa hal berikut ketika Anda terserang tonsilitis

1. Istirahat

Ketika tubuh, terutama tonsil dan tenggorokan meradang, Anda sebaiknya istirahat dulu di rumah. Pasalnya, beristirahat bisa mempercepat proses penyembuhan. Tubuh yang sedang mengalami infeksi membutuhkan banyak energi untuk melawan bakteri.

Karena itu, usahakan untuk tidak melakukan aktivitas yang berlebihan seperti bekerja, sekolah, atau berolahraga sampai Anda sembuh.  

2. Makan makanan yang lembut

Kondisi ini umumnya membuat Anda malas makan karena sulit menelan. Untuk menyiasatinya, pilih makanan yang lembut, berkuah, dan mudah ditelan. Makanan seperti bubur, sup, nasi tim, atau kentang tumbuk (mashed potato) bisa jadi pilihan Anda.

Hindari dulu gorengan atau makanan pedas karena makanan-makanan tersebut bisa membuat organ di tenggorokan Anda semakin iritasi.

3. Minum obat pereda nyeri

Bila rasa sakit di tenggorokan sudah tidak tertahankan lagi, Anda bisa minum obat pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen. Buat anak-anak di bawah lima tahun, konsultasikan dulu dengan dokter anak obat pereda nyeri seperti apa yang aman dikonsumsi.

4. Banyak minum

Jaga kondisi tenggorokan Anda agar tetap lembap. Amandel yang kering akan terasa semakin perih. Jadi, pastikan Anda banyak minum air putih untuk menjaga hidrasi. Anda boleh minum air hangat agar tenggorokan lebih tenang. Namun, air dingin juga baik untuk meredakan rasa nyeri. Anda bisa memilih sendiri mana yang paling nyaman buat tenggorokan Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca