7 Cara Melakukan Pertolongan Pertama yang Sebenarnya Salah Besar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pertolongan pertama pada kecelakaan adalah tindakan yang sangat penting. Langkah pertolongan yang pertama kali diberikan bisa menentukan apakah kondisi seseorang yang mengalami musibah akan cepat membaik atau justru tambah parah. Karena itu, catat baik-baik dan hindari berbagai kesalahan umum yang sering dilakukan orang ketika memberikan pertolongan pertama berikut ini.  

Berbagai kesalahan saat memberikan pertolongan pertama (dan caranya yang benar)

Jangan sampai salah langkah ketika memberikan pertolongan pertama. Nah, Anda bisa menyimak di bawah ini cara-cara yang tepat untuk menangani berbagai kondisi darurat.

1. Mengucek mata ketika kelilipan

Ketika mata Anda kelilipan, entah karena debu atau kemasukan bulu mata, Anda mungkin secara refleks langsung menggosok mata. Padahal, cara ini bahaya karena mata bisa iritasi dan objek asing yang masuk malah terjebak di dalam mata Anda.

Cara yang benar: Air mata Anda sebenarnya berfungsi untuk membersihkan mata, misalnya dengan mengeluarkan obyek asing seperti debu dan kotoran yang masuk. Karena itu, kejapkan mata beberapa kali supaya air mata membasuh kotoran keluar.

Jika cara ini belum berhasil, bilas mata Anda dengan air bersih selama kira-kira 15 menit atau sampai mata Anda terasa lebih nyaman. Bila masih terasa tidak nyaman, periksakan mata Anda ke klinik.

2. Pakai kompres hangat saat terkilir

Mengompres kaki atau sendi yang terkilir (keseleo) dengan kompres atau koyo hangat memang terasa nyaman. Akan tetapi, kompres hangat justru akan memperparah peradangan saat Anda keseleo. Karena itu, hindari kompres hangat atau merendam kaki di air hangat setelah keseleo.

Cara yang benar: Gunakan kompres dingin pada bagian yang keseleo. Namun, jangan langsung menempelkan es batu. Bungkus dulu es dengan kain lembut dan tempelkan selama 15-20 menit. Lepas kompres selama beberapa saatuntuk memberi jeda istirahat, dan kemudian tempelkan lagi jika diperlukan.

3. Mendongak untuk menghentikan mimisan

Jika Anda mendongak saat mimisan, darah justru bisa mengalir ke kerongkongan. Hal ini berisiko menyebabkan Anda tersedak, batuk-batuk, dan sulit bernapas.

Cara yang benar: Jepit hidung Anda dengan ibu jari dan telunjuk sambil duduk tegak. Tahan selama kira-kira 15 menit. Selama menunggu, bernapaslah dari mulut sampai perdarahan berhenti. Kalau dalam waktu 30 menit mimisan tak kunjung mereda, segera cari bantuan medis.

4. Langsung pakai torniket untuk menghentikan perdarahan

Penggunaan torniket (bebat luka) di dekat area perdarahan hanya dianjurkan sebagai pilihan terakhir, yaitu ketika sudah tidak ada cara lain untuk menghentikan perdarahan. Masalahnya, mengikat bagian tubuh dekat area yang sedang mengalami perdarahan dengan torniket bisa menyebabkan kerusakan jaringan secara permanen.

Cara yang benar: Cari kain yang cukup tebal, kasa, atau perban. Tutup area yang mengalami perdarahan dengan kain atau perban tersebut dan terus tekan di atasnya dengan tangan atau jari Anda. Meskipun darah tetap mengucur, jangan lepaskan tekanan Anda sampai tiba di rumah sakit atau klinik.

5. Mengganjal mulut dengan sendok saat kejang

Anda mungkin sudah sering dengar kalau orang yang sedang kejang mulutnya harus diganjal sendok supaya dia tidak menggigit lidahnya sendiri. Hal ini berbahaya karena bisa membuat orang tersedak dan sulit bernapas. Risiko ini lebih besar daripada risiko lidah tergigit.

Cara yang benar: Miringkan tubuh orang yang sedang kejang ke samping. Ini supaya cairan berbusa di mulutnya bisa mengalir ke luar dan ia bisa bernapas lebih lega. Tenang, kejang akan berhenti sendiri tanpa bantuan atau tindakan medis dari orang lain. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit tanpa tanda-tanda membaik, segera hubungi petugas medis (118/021-65303118 untuk DKI Jakarta, 112 untuk seluruh Indonesia).

6. Mengobati luka bakar dengan es batu atau odol

Jangan langsung mengobati luka bakar dengan es batu atau odol. Keduanya justru berisiko menyebabkan kerusakan jaringan. Hindari juga mengoleskan mentega langsung ke luka bakar Anda.

Cara yang benar: Basuh luka bakar Anda di bawah air bersih yang sejuk (bukan air es) selama 20 menit. Ingat, Anda memang harus membasuhnya cukup lama, tapi hal ini penting untuk mencegah panasnya merusak lapisan kulit Anda lebih dalam lagi. Setelah itu Anda bisa oleskan salep khusus untuk luka bakar atau pergi ke dokter.

7. Pergi ke rumah sakit terdekat dalam keadaan darurat

Ketika ada orang yang membutuhkan bantuan darurat, Anda mungkin langsung membawanya ke rumah sakit terdekat. Maksudnya memang baik, yaitu memberikan pertolongan secepatnya. Akan tetapi, rumah sakit atau klinik yang paling dekat dengan lokasi Anda belum tentu cukup memadai dan mampu menangani kondisi Anda.

Cara yang benar: Anda harus bijak memilih rumah sakit yang akan didatangi. Keputusan ini amat penting, karena bisa saja di rumah sakit terdekat tidak ada alat atau fasilitas yang bisa menyelamatkan pasien. Kadang, memang lebih aman membawa pasien ke rumah sakit yang agak lebih jauh tapi fasilitas dan tenaga kesehatannya memadai.

Jadi, Anda harus tahu rumah sakit mana di area tempat tinggal atau kantor Anda yang bisa memberikan pertolongan pertama paling tepat pada kondisi darurat tertentu seperti serangan jantung atau stroke.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Sebelum terburu-buru mengambil obat, ikutilah tips-tips berikut untuk mengurangi nyeri haid Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
terapi oksigen pengobatan ppok

Terapi Oksigen untuk Mengatasi Masalah Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit