Tak Semua Obat Tetes Mata Itu Sama, Begini Cara Memilihnya Sesuai Kebutuhan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda mengeluhkan adanya masalah pada mata, pasti hal yang pertama kali ada dipikiran Anda adalah menggunakan obat tetes mata. Entah itu karena mata merah, kering, gatal ataupun sakit mata. Namun, ketika Anda pergi ke apotek atau toko obat, Anda akan melihat banyak sekali jenis obat tetes mata yang berjejer rapi di rak dengan pilihan merek dan harga yang ditawarkan.

Nah, saking banyaknya jenis obat mata yang disuguhkan, Anda mungkin akan dibuat bingung menentukan manakah yang terbaik untuk perawatan kesehatan mata Anda. Tenang, ketahui tips memilih obat tetes mata sesuai dengan gejala dan kondisi mata dalam artikel ini.

Yang harus dipertimbangkan sebelum memilih obat tetes mata

Obat tetes mata adalah cairan yang digunakan untuk meringankan berbagai masalah mata, misalnya mata merah, kering, alergi, ataupun setelah operasi mata.

Nah, hal pertama yang harus dipertimbangkan sebelum membeli obat tetes mata tanpa resep dokter di toko obat adalah keluhan kondisi mata yang Anda alami saat ini. Misalnya apakah mata terasa gatal karena alergi? Apakah mata merah karena sering terkena debu atau asap? Apakah mata terasa kering karena terlalu lama menatap layar komputer atau kelelahan? Jika Anda sudah mengetahui apa yang Anda butuhkan, langkah selanjutnya barulah memilih jenis obat tetes mata yang cocok dengan kondisi Anda tersebut. 

Namun ingat, obat tetes mata hanya dianjurkan untuk digunakan sementara atau dalam jangka pendek. Jika Anda mengalami ketidaknyamanan yang tidak kunjung membaik, Anda harus segera berkonsultasi ke dokter mata.

Menentukan jenis obat tetes mata sesuai dengan kebutuhan Anda

1. Mata kering

Mata kering umumnya disebabkan karena menatap layar komputer terlalu lama, berada di luar ruangan dengan kondisi yang berangin, udara kering, efek operasi mata, atau karena mata kelelahan. Pelumas tetes mata, atau biasa disebut dengan air mata buatan bisa memberikan sedikit kelegaan untuk mata kering dalam jangka pendek. Obat tetes mata yang satu ini bekerja dengan menambahkan elemen air mata untuk membasahi mata Anda yang kering sehingga membuat mata lebih lembap.

Sebaiknya Anda mengindari tetes mata yang mengandung dekongestan. Biasanya obat mata yang mengandung zat ini sering diiklankan untuk mengobati mata merah dan iritasi. Dekongestan memang bisa mengurangi mata merah, namun zat tersebut juga bisa memperburuk gejala mata kering karena obat ini bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah.

2. Mata merah

Mata merah bisa disebabkan oleh kelelahan, alergi atau infeksi. Obat tetes mata dekongestan mungkin dapat mengatasi hal ini. Obat tetes ini bekerja dengan mengecilkan pembuluh darah dan membuat sklera mata Anda terlihat lebih putih. Meskipun dalam kebanyakan kasus yang ringan mata merah bisa diatasi dengan menggunakan tetes mata dekongestan, namun perhatikan juga jika penggunaan jangka panjang akan berpotensi menimbulkan masalah yang serius, seperti mata kering, iritasi, pupil yang melebar dan efek samping lainnya.

Anda juga harus hati-hati, karena mata juga bisa menjadi kecanduan terhadap obat tetes mata ini. Jika sudah kecanduaan, obat ini seolah-olah akan memaksa mata untuk menggunakan lebih dan lebih lagi ketika efek obatnya hilang. Oleh karena itu, jangan sering-sering menggunakan obat tetes mata jenis ini. Bila mata Anda tidak kunjung membaik, segera konsultasi ke dokter.

3. Mata gatal karena alergi

Mata gatal bisa disebabkan karena alergi. Ingat, menggosok mata bukanlah solusi yang tepat karena akan lebih banyak melepaskan histamin yang hanya akan membuat mata menjadi lebih gatal. Anda bisa memilih tetes mata yang mengandung antihistamin. Tetes mata antihistamin secara khusus diformulasikan untuk mengobati gatal akibat alergi. Obat ini bekerja dengan mengurangi histamin di jaringan mata.

Jika rasa gatal yang Anda alami parah dan tidak membaik dengan pengobatan obat tanpa resep, sebaiknya segera periksakan ke dokter mata.

4. Konjungtivitis dan infeksi lainnya

Jika Anda mengeluhkan mata merah yang disertai dengan munculnya mata belekan dan mata berair, maka kemungkinan penyebabnya adalah infeksi atau lebih tepat sering disebut sebagai konjungtivitis. Air mata buatan bisa meredakan gejala sementara. Tapi, umumnya konjungtivitis bakteri biasanya membuat mata Anda benar-benar merah dan sakit, yang disertai munculnya cairan tebal dan lengket  yang membutuhkan obat tetes mata antibiotik. Jika sudah begini, maka obat yang digunakan harus dengan resep dari dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit