Influenza atau Flu Musiman

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/09/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

1. Definisi

Apa itu flu?

Flu, atau influenza, adalah penyakit pernafasan menular akibat virus influenza. Flu dapat menyebabkan sakit ringan hingga berat. Kasus flu yang sangat parah dapat berakibat perawatan di rumah sakit (rawat inap), bahkan kematian. Beberapa orang, termasuk manula, anak-anak, dan pasien dengan kondisi medis tertentu lebih rentan terhadap risiko komplikasi flu. Pencegahan terbaik yang dapat dilakukan adalah mendapatkan vaksin flu tiap tahunnya.

Apa tanda dan gejalanya?

Perlu diketahui bahwa flu berbeda dari masuk angin. Flu biasanya datang mendadak. Tanda dan gejala flu yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  • Demam atau panas dingin
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Sakit kepala
  • Kecapekan
  • Pada beberapa kasus, pasien flu mengeluhkan muntah-muntah dan diare (lebih umum terjadi pada anak-anak).

2. Cara mengatasinya

Apa yang harus saya lakukan?

Virus flu dapat mudah menular dari satu sama lain hanya dengan jarak 2 meter. Banyak pakar kesehatan berpendapat bahwa penularan virus flu berasal dari aerosol (butiran cairan kecil dalam udara) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau meludah. Butiran air liur ini dapat terhirup atau menempel pada orang di sekitarnya. Tidak jarang, seseorang tertular virus flu setelah menyentuh permukaan atau sebuah obyek yang terkena paparan virus, lalu menyentuh hidung atau mulut mereka setelahnya.

Untuk menghindari penularan, orang yang terinfeksi sebisa mungkin harus menghindari orang-orang di sekitarnya dan istirahat di rumah jika diperlukan. Penting untuk selalu mencuci tangan sesering mungkin dengan air dan sabun antiseptik. Atau, sterilkan tangan dengan pembersih berbahan dasar alkohol. Jangan berbagi seprai dan peralatan makan dengan orang yang terinfeksi flu sebelum mencuci bersih barang-barang tersebut. Begitu pula dengan barang-barang di rumah, sekolah, atau kantor yang sering disentuh oleh banyak orang. Bersihkan dan sterilkan setiap permukaan dengan pembersih disinfektan.

Kapan saya harus ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda mengkhawatirkan dari flu, segera kunjungi IGD terdekat. Jika Anda terserang flu dan rentan terhadap komplikasi flu lainnya, hubungi dokter untuk berkonsultasi. Jika Anda pernah mengunjungi IGD dan Anda tidak sedang terjangkit flu pada saat itu, sebaiknya tetap periksakan. Anda mungkin terjangkit flu dari orang-orang di sekitar yang terkena flu.

Tanda-tanda mengkhawatirkan dari flu pada anak:

  • Napas pendek atau kesulitan bernapas
  • Kulit membiru
  • Kurang cairan dalam tubuh
  • Susah bangun tidur atau berinteraksi
  • Rewel sampai tidak mau digendong
  • Gejala flu meningkat dan timbul demam tinggi serta batuk parah
  • Demam diikuti ruam kemerahan

Segera hubungi bantuan medis saat bayi Anda menunjukkan gejala di bawah ini:

  • Tidak mau makan
  • Kesulitan bernapas
  • Menangis tapi tidak keluar air mata
  • Lebih jarang mengompol dari biasanya

Tanda-tanda mengkhawatirkan dari flu pada dewasa:

  • Napas terengah atau kesulitan bernapas
  • Nyeri dada atau dada terasa tertekan
  • Pusing tiba-tiba
  • Linglung
  • Muntah-muntah
  • Gejala flu meningkat dan timbul demam tinggi serta batuk parah

3. Pencegahan

Pencegahan flu dilakukan dengan pemberian vaksin influenza tahunan (suntik vaksin atau obat hirup). Dengan begitu, Anda akan lebih kebal terhadap flu musiman dan menurunkan risiko penularan pada orang banyak. Semakin banyak orang yang tervaksinasi, semakin sedikit kesempatan virus untuk dapat menyebar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Langkah Pertolongan Pertama Ketika Disengat Ikan Pari

    Selain tertusuk bulu babi, ada satu lagi ancaman yang mengintai ketika Anda sedang berenang di pantai, yaitu disengat ikan pari.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 16/06/2019 . 5 menit baca

    Jangan Lakukan Ini pada Luka Bakar Knalpot Atau Setrika

    Mengoleskan odol dan mengompres es batu biasanya jadi pertolongan pertama luka bakar knalpot atau setrika. Tapi apakah cara ini benar-benar aman?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 01/06/2019 . 6 menit baca

    Langkah Pertolongan Pertama Ketika Serangan Jantung Terjadi

    Serangan jantung bisa datang kapan saja. Supaya tak panik, kenali gejala khas serta langkah pertolongan pertama ketika serangan jantung terjadi.

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 15/05/2019 . 3 menit baca

    Langkah Pertolongan Pertama Ketika Tertusuk Bulu Babi

    Kebanyakan orang tersengat bulu babi di pantai ketika mereka tidak sengaja menginjak atau menyentuhnya. Apakah sengatan bulu babi berbahaya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 26/03/2019 . 6 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    pertolongan pertama saat jatuh

    Panduan Memberi Pertolongan Pada Korban Jatuh dari Ketinggian

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 31/12/2019 . 4 menit baca
    penanganan luka bakar pertolongan pertama

    Langkah Penanganan Luka Bakar di Masing-masing Derajatnya

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019 . 6 menit baca
    madu untuk luka

    Benarkah Madu Bisa Membuat Luka Sembuh Lebih Cepat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 16/10/2019 . 4 menit baca
    pertolongan pertama pada pasien gangguan jiwa

    Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

    Ditulis oleh: dr. Ayuwidia Ekaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/10/2019 . 4 menit baca