• Definisi

Apa itu cedera tulang, sendi, dan otot?

Kaki merupakan bagian tubuh yang lebih sering terluka dibandingkan lengan. Patah tulang dan dislokasi (tulang keluar sendi) jelas membutuhkan perawatan yang ditangani oleh dokter. Otot yang tertarik atau keseleo yang terjadi karena cedera memerlukan perhatian medis kecuali jika cedera sangat ringan. Sebaliknya, kebanyakan cedera dan keseleo yang disebabkan kelelahan dapat diobati di rumah.

Melompat berlebihan juga dapat mengakibatkan nyeri otot bagian depan di kaki bagian atas. Berjalan terlalu banyak terutama ketika sedang menanjak dapat mengakibatkan nyeri otot di bagian depan kaki bagian bawah. Memar otot adalah cedera yang paling sering terjadi dalam aktivitas olahraga dan juga dapat diobati di rumah. Memar tulang biasanya terjadi karena pukulan langsung ke tulang di daerah yang terkena, seperti siku, pinggul, atau lutut, dan biasanya termasuk luka ringan.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Tanda dan gejala keadaan ini amat bervariasi dan biasanya didiagnosis berdasarkan pada rasa sakit di bagian tubuh korban yang cedera. Hubungi dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

  • Cara mengatasinya

Apa yang harus saya lakukan?

Pertolongan Pertama untuk (Diduga) Patah Tulang atau Keseleo Berat:

Jika Anda menduga ada tulang yang epatah, bawalah anak Anda untuk menjalani pemeriksaan medis dan rontgen. Jangan biarkan anak Anda membawa barang berat terlebih dahulu. Belat patahan sebelum memindahkan anak Anda sehingga pinggir tulang yang patah tidak akan merusak pembuluh darah.

Catatan: Jika anak Anda pernah mengalami patah tulang beberapa kali sebelumnya, pastikan ia mengkonsumsi kalsium dalam jumlah normal (800 hingga 1.200 mg) setiap hari.

Bahu atau lengan: Gunakan sling/gendongan yang terbuat dari potongan  kain segitiga untuk menopang lengan bawah pada sudut 80- 90 derajat. Minimal untuk menopang bagian yang cedera dengan tangan yang lain.

Kaki: Setelah menempatkan handuk di sela-sela kedua kaki, gunakan kaki yang tidak sakit sebagai penyangga dan ikat kedua paha dan kaki bersama-sama. Gendonglah anak Anda dan jangan biarkan barang berat menindih kaki yang terluka.

Leher: Usahakan leher tidak bergerak terlalu banyak maupun membungkuk. Jangan biarkan anak Anda bergerak sampai penyangga leher atau papan tulang belakang telah dipasang.

Pertolongan Pertama untuk (Diduga) Kaki atau Lutut Terkilir:

Pengobatan yang paling pas jika pergelangan kaki dan lutut terluka adalah dengan beristirahat, dikompres es, dan mengangkat/mengganjal kaki yang terluka. Letakkan kompresi terus menerus dengan perban elastis yang nyaman selama 48 jam. Jika Anda merasa mati rasa, kesemutan, atau nyeri, itu berarti balutan kompres terlalu ketat. Letakkan es yang sudah dihancurkan dalam kantong plastik atau gunakan kompres es yang dibungkus kain basah selama 20 menit dan dapat diberikan setiap jam selama 4 jam berturut-turut.

Es dan kompres dapat mengurangi perdarahan, pembengkakan, dan nyeri. Tempatkan pergelangan kaki atau lutut yang dalam posisi tinggi dan beristirahatlah selama 24 jam. Keseleo ringan dapat dirawat di rumah, namun biasanya cedera ligamen perlu diperiksa oleh dokter. (Catatan: Keseleo biasanya dialami orang dewasa, namun jika terjadi pada anak-anak di bawah usia 12 tahun atau 14, waspadai juga adanya patah tulang.)

Pengobatan untuk Memar Otot Tulang:

  • Kompreskan kantong es atau kompres dingin yang dibungkus kain basah selama 20 menit pada bagian yang memar. Ulangi 3-4 kali pada hari pertama.
  • Berikan acetaminophen atau ibuprofen pada anak Anda untuk menghilangkan nyeri. Ibuprofen dapat membantu untuk mengobati cedera dan tersedia tanpa resep dokter. (Hindari aspirin pada pasien yang mengalami perdarahan jaringan lunak. Karena aspirin adalah antikoagulan, satu aspirin dapat meningkatkan kecenderungan mudah berdarah sampai seminggu).
  • Mintalah anak Anda mengistirahatkan bagian yang cedera sebanyak mungkin.

Nyeri biasanya berkurang setelah 48 jam, tapi Anda mungkin masih merasa tidak nyaman selama 2 minggu.

Pengobatan untuk Otot Tegang

Pedoman ini berlaku jika otot Anda sakit setelah melakukan aktivitas atau olahraga berat, permainan atletik, atau memanjat gunung. Kebanyakan cedera otot dapat dirawat di rumah. Kompreskan bagian yang sakit dengan kantong es atau kompres dingin yang dibungkus kain basah untuk selama 20 menit. Ulangi 3-4 kali pada hari pertama. Anda juga dapat memberikan acetaminophen atau ibuprofen pada anak Anda untuk kurang lebih 48 jam. Jika kekakuan otot masih berlanjut setelah 48 jam, Anda bisa menyuruh anak Anda berendam dalam air panas selama 20 menit dan memijat otot yang sakit dengan lembut.

Jika rasa sakitnya berpusat di satu tempat, kompres dengan botol panas. Ulangi beberapa kali sehari sampai keadaan membaik. Ajari anak Anda latihan peregangan secara bertahap. Lain kali, ia harus berada dalam kondisi yang baik sebelum melakukan aktivitas berat. Biasanya kondisi anak Anda akan membaik setelah 7 hari.

Kapan saya harus ke dokter?

Segera hubungi dokter Anda jika:

  • Anak Anda yang cedera berusia di bawah 6 bulan
  • Tulang cacat atau bengkok
  • Anak Anda tidak bisa menggerakan lengannya seperti biasa (terutama jika cedera disebabkan seseorang menarik lengan mereka. Anak-anak yang tidak bisa meluruskan siku atau membuka-tutup telapak tangan biasanya mengalami radius subluksasi, dislokasi parsial siku.)
  • Anak Anda tidak bisa berdiri
  • Merasa lemas yang parah
  • Sendi yang dekat dengan tempat cedera tidak dapat digerakan sepenuhnya
  • Rasa sakit parah
  • Saat jatuh terdengar suara seperti suara benda patah
  • Anda merasa cedera anak Anda serius

Kondisi di bawah ini tidak sedarurat gejala di atas, namun Anda tetap perlu memeriksakan diri ke dokter jika:

  • Anak Anda tidak bisa berjalan tanpa terpincang-pincang
  • Terjadi pembengkakan, terutama jika bengkak muncul dalam waktu 30 menit
  • Rasa sakit hingga mereka tidak bisa tidur
  • Anda merasa anak Anda perlu diperiksa
  • Rasa sakit tidak membaik setelah 72 jam
  • Rasa sakit tidak hilang setelah lebih dari 2 minggu
  • Anda merasa keadaan anak Anda semakin parah
  • Pencegahan

Ketika mengangkat benda, pastikan bahwa otot terbesar di tangan Andalah yang mengeluarkan paling banyak tenaga. Semakin besar otot atau kelompok otot yang digunakan untuk mengangkat beban, semakin kecil tekanan yang akan dirasakan pada otot yang lebih kecil dan rentan.

Selama melakukan kegiatan apapun, Anda harus mengubah postur dengan beberapa postur yang berbeda untuk menghindari berdiri pada satu postur yang sama untuk waktu yang lama. Otot dan sendi akan kelelahan dan lebih mungkin terluka ketika Anda melakukan satu postur tertentu, terutama yang sulit, seperti membungkuk ke depan.

Saat melakukan tugas, biarkan sendi yang sedang digunakan berada dalam postur netral. Bekerja dengan sendi pada rentang gerak yang ekstrem untuk waktu yang lama dapat memberikan tekanan berlebih pada sendi-sendi, yang dapat menyebabkan cedera berulang.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca