Semua yang Perlu Anda Tahu Mengenai Tes Pap Smear

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Mungkin Anda para wanita sudah pernah atau bahkan sering mendengar tentang tes atau pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan yang juga dikenal dengan nama tes pap ini kerap direkomendasikan setiap wanita untuk dilakukan sejak dini. Fungsi utama dari tes pap smear adalah sebagai deteksi dini kemungkinan adanya kanker serviks (kanker leher rahim).

Supaya lebih jelas lagi, mari ketahui lebih lanjut tentang tes pap smear melalui penjelasan berikut ini.

Apa itu pap smear?

pemeriksaan pap smear tes pap smear

Pap smear adalah prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kanker serviks (kanker leher rahim) sejak dini. Leher rahim atau serviks merupakan bagian paling rendah dari rahim wanita.

Serviks juga menjadi penghubung antara rahim dengan vagina, yang nantinya berguna sebagai jalan keluar bayi saat melahirkan. Setiap bulannya, serviks juga berguna sebagai jalan bagi darah menstruasi untuk keluar dari tubuh.

Proses pemeriksaan pap smear dilakukan dengan mengumpulkan sampel sel dari leher rahim untuk kemudian dites lebih lanjut di laboratorium.

Pemeriksaan ini akan memperlihatkan keberadaan sel-sel prakanker atau kanker pada leher rahim Anda. Tes pap juga dapat membantu menunjukkan bila ada perubahan mencurigakan pada sel serviks, yang berisiko mengarah pada perkembangan kanker di kemudian hari.

Termasuk tanda-tanda lain yang muncul ketika sel kanker di dalam leher rahim akan atau sudah mulai bertumbuh. Penting untuk diketahui, kanker serviks adalah jenis kanker yang sangat umum terjadi pada wanita.

Melakukan deteksi dini (skrining) kanker serviks dengan pemeriksaan pap smear dapat memberikan Anda peluang kesembuhan yang lebih besar. Oleh karena itu, semakin cepat Anda melakukan tes pap smear, maka akan semakin cepat pula pengobatan diberikan. 

Sebab secara tidak langsung, pemeriksaan ini dapat menghambat perkembangan sel kanker di dalam serviks. Dengan kata lain, melakukan deteksi dini kemungkinan adanya kanker serviks dengan metode pap smear adalah langkah pertama dalam menghentikan perkembangan sel kanker. 

Jika terus diberikan tanpa pengobatan, bukan tidak mungkin sel kanker serviks bisa menyebar sampai ke berbagai organ tubuh lainnya. Misalnya rahim, ovarium, paru-paru, hati, dan lain sebagainya.

Siapa saja yang wajib melakukan pap smear?

masalah kesehatan wanita

Semua wanita sebenarnya perlu menjalani tes pap smear guna mendeteksi risiko kanker serviks, sekaligus untuk menghambat perkembangannya sejak dini.

Dokter umumnya merekomendasikan Anda untuk melakukan tes ini pertama kali pada usia 21 tahun, atau setidaknya saat Anda mulai aktif melakukan hubungan seksual. Setelah itu, Anda bisa mengulang pap smear secara rutin setiap tiga tahun sekali sampai usia 65 tahun.

Wanita yang berusia 30 tahun atau lebih bisa rutin pap smear setiap 5 tahun sekali, apabila pemeriksaannya dibarengi dengan tes HPV (Human papillomavirus).

Akan tetapi, jika Anda tergolong berisiko tinggi, Anda mungkin akan direkomendasikan untuk melakukan pap smear lebih sering sesuai usia Anda.

Seorang wanita dikatakan berpeluang tinggi terkena kanker serviks jika memiliki faktor risikonya. Berbagai faktor risiko kanker serviks adalah:

  • Pernah didiagnosis kanker serviks, atau hasil tes pap sebelumnya menunjukkan perkembangan sel prakanker.
  • Anda terpapar dengan dietilstilbestrol (DES) sebelum lahir.
  • Anda terinfeksi virus HPV.
  • Mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah karena transplantasi organ, kemoterapi, atau sedang menggunakan obat kostikosteroid dalam waktu lama.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang juga disarankan untuk lebih sering melakukan tes pap. Kondisi kesehatan yang perlu pap smear rutin adalah wanita yang positif memiliki HIV, dan wanita dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Menurunnya sistem imun tubuh ini bisa dikarenakan sedang rutin melakukan kemoterapi, maupun pernah menjalani transplantasi organ.

Belum terlambat untuk melakukan tes pap meski usia Anda sudah di atas 30 tahun. Jika Anda seorang wanita, berusia di atas 30 tahun, dan belum pernah melakukan tes pap sebelumnya, coba konsultasikan dengan dokter.

Anda mungkin direkomendasikan untuk melakukan pap smear saja, atau menjalani tes pap sekaligus dengan tes HPV. Kedua tes ini termasuk ke dalam deteksi dini (skrining) untuk kanker serviks.

Siapa yang tidak lagi butuh pap smear?

membujuk orang tua menggunakan perawat lansia

Human papillomavirus atau HPV adalah jenis virus yang kemungkinan bisa menjadi penyebab kanker serviks. Meski tes deteksi dini kanker serviks yang satu ini lebih dianjurkan untuk wanita yang sudah aktif berhubungan seksual, tapi penting untuk melakukan tes pap smear secara rutin.

Bahkan, terlepas dari apakah Anda sudah aktif melakukan hubungan seksual atau belum. Hal ini dikarenakan Anda bisa saja sudah terpapar virus HPV, tapi virus tersebut tidak langsung aktif di dalam tubuh.

Namun, beberapa waktu kemudian, virus HPV pada tubuh bisa tiba-tiba berubah menjadi aktif. Atas dasar inilah, anjuran untuk menjalani tes pap smear bisa berbeda-beda pada masing-masing wanita, tergantung dari kondisi kesehatannya.

Di sisi lain, dokter juga bisa mengecualikan atau memberhentikan jadwal tes pap. Beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan untuk tidak melakukan pemeriksaan pap smear adalah sebagai berikut:

1. Baru saja menjalani histerektomi total

Histerektomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan cara mengambil rahim maupun leher rahim (serviks) dari dalam tubuh. Ada beberapa jenis histerektomi, beberapa di antaranya yaitu histerektomi total dan histerektomi radikal.

Kedua jenis histerektomi tersebut melibatkan pengangkatan seluruh organ rahim, termasuk serviks. Karena serviks telah diangkat, dokter mungkin akan menghentikan jadwal tes pap rutin Anda.

Namun, Anda bisa saja diminta untuk tetap melanjutkan tes pap secara rutin jika histerektomi dilakukan karena kondisi pra kanker atau kanker serviks. Tes pap ini dilakukan untuk melihat apakah sel kanker masih ada atau tidak.

Jika Anda baru saja operasi angkat rahim untuk kondisi non-kanker seperti fibroid rahim, dokter akan menyudahi tes pap.

2. Wanita yang berusia di atas 65 tahun

Tes pap biasanya tak lagi dibutuhkan untuk wanita yang berusia di atas 65 tahun. Apalagi jika hasil tes terakhir menunjukkan hasil yang negatif atau normal.

Selalu diskusikan dengan dokter mengenai kondisi tubuh Anda saat ini. Jika ternyata Anda masih memiliki banyak faktor yang meningkatkan risiko kanker serviks, dokter bisa saja meminta Anda untuk terus mengulang tes pap sesuai jadwal.

Apa yang harus saya persiapkan sebelum melakukan pap smear?

gejala efek samping obat hiv

Sebelum melakukan tes pap smear, sebaiknya pastikan dulu Anda tidak sedang atau akan menstruasi dalam waktu dekat. Menjalani tes pap saat sedang menstruasi dapat membuat hasilnya menjadi kurang akurat.

Selain itu, ada hal lainnya yang juga harus Anda ketahui sebelum menjalai tes pap. Beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan pap smear adalah sebagai berikut:

  • Hindari berhubungan seksual 1-2 hari sebelum tes dilakukan.
  • Hindari membersihkan vagina dengan douche 1-2 hari sebelum tes. Cukup bersihkan vagina Anda dengan air hangat saja.
  • Hindari memasang kontrasepsi vagina, seperti busa, krim, atau jeli yang diletakkan di dalam vagina sekitar 1-2 hari sebelum tes.
  • Hindari juga penggunaan obat-obatan untuk vagina (kecuali yang diresepkan dokter Anda) dua hari sebelum tes.
  • Pastikan Anda telah mengosongkan kandung kemih tepat sebelum melakukan tes.

Sama halnya seperti anjuran untuk tidak melakukan tes pap selama masa menstruasi, pemeriksaan ini juga tidak boleh dilakukan dalam beberapa kondisi di atas karena bisa mengacaukan hasilnya.

Bukan itu saja, usahakan Anda juga harus memberi tahu dokter sebelum melakukan tes pap, apabila:

  • Sedang mengonsumsi obat-obatan, misalnya pil KB yang mengandung estrogen atau progestin. Hal ini karena obat ini dapat memengaruhi hasil tes.
  • Pernah melakukan pap smear sebelumnya, dan hasilnya tidak normal.
  • Anda sedang hamil.

Dalam kebanyakan kasus, tes pap kemungkinan bisa dan aman dilakukan sebelum usia kehamilan menginjak 24 minggu. Lewat dari usia kehamilan tersebut, tes pap mungkin akan terasa sakit dan kurang nyaman.

Maka itu, bagi Anda yang ingin melakukannya, sebaiknya tunggu sampai sekitar 12 minggu setelah melahirkan untuk melakukan tes pap agar hasilnya lebih akurat. Tak lupa, usahakan tubuh Anda senantiasa rileks selama pemeriksaan ini berlangsung demi kelancaran prosesnya.

Apa yang terjadi selama pemeriksaan pap smear?

tahap pemeriksaan pap smear

Tes pap smear adalah proses yang umumnya berjalan dengan singkat dan sederhana, sehingga tidak akan memakan banyak waktu. Selama pemeriksaan, dokter akan meminta Anda berbaring dengan membuka kaki lebar-lebar (seperti posisi mengangkang) di atas tempat tidur khusus. Mudahnya, lihat gambar di atas.

Dokter kemudian akan memasukkan alat bernama spekulum ke dalam vagina. Alat ini berfungsi untuk membuka dan melebarkan lubang vagina. Selanjutnya, dokter akan mengeruk sampel sel di leher rahim Anda dengan alat khusus dengan menggunakan alat berupa spatula, sikat yang halus, atau kombinasi dari keduanya (cytobrush).

Setelah berhasil diambil, sampel sel dari serviks akan diletakkan dan dikumpulkan dalam wadah yang berisi cairan khusus guna menyimpan sampel sel. Cara lainnya, sampel sel juga bisa diletakkan di atas slide kaca khusus.

Proses terakhir, sampel sel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium agar bisa diuji lebih lanjut, sampai hasil akhirnya keluar.

Apa yang akan terjadi setelah pemeriksaan pap smear selesai?

dideteksi lewat pap smear

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pap smear adalah pemeriksaan medis yang biasanya tidak terasa menyakitkan. Namun terkadang, area perut Anda mungkin akan merasa sedikit sakit atau kram seperti saat sedang menstruasi.

Setelah pap smear selesai, vagina bisa saja terasa agak tertekan dan mengeluarkan sedikit darah. Tak perlu panik, karena hal ini normal terjadi dan dapat membaik sendiri nantinya.

Terjadinya hal tersebut mungkin dikarenakan ketegangan pada otot-otot vagina selama tes pap berlangsung. Apabila otot vagina Anda lebih rileks, mungkin rasa ketidaknyamanan setelah tes pap selesai bisa lebih diminimalisir.

Anda juga bisa langsung menjalani aktivitas seperti biasa setelah tes pap. Jangan lupa, tanyakan pada dokter kapan hasil dari tes ini akan keluar.

Bagaimana hasil tes pap smear?

tes pap smear

Ada dua kemungkinan hasil pap smear, bisa normal atau tidak. Berikut penjelasan masing-masing hasilnya:

Pap smear negatif (normal)

Tes pap yang menunjukkan hasil negatif sebenarnya merupakan kabar baik. Sebab itu artinya, Anda tidak memiliki pertumbuhan sel abnormal di dalam serviks alias negatif dari kanker serviks.

Itulah mengapa hasil tes yang negatif ini juga disebut dengan hasil tes normal. Meski begitu, bukan berarti Anda bebas dari pemeriksaan pap smear.

Anda tetap harus melakukan tes pap lagi sekitar tiga tahun kemudian. Ini karena sel kanker dapat tumbuh sangat lambat, sehingga Anda perlu mengulang tes pap smear untuk memantau perkembangannya.

Pap smear positif (tidak normal)

Jika hasil tes tidak normal atau positif, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Bisa jadi Anda terdiagnosis positif menderita kanker serviks, atau mungkin hanya sekadar peradangan atau perubahan sel kecil (displasia).

Pada intinya, hal ini tergantung dari jenis sel kanker yang ditemukan di hasil tes Anda. Perubahan sel artinya ada sel-sel abnormal di serviks dan sebagian di antaranya bisa saja bersifat prakanker.

Untuk memastikan Anda memiliki kanker atau tidak, biasanya dokter akan melakukan tes pap lagi beberapa bulan kemudian. Butuh atau tidaknya Anda untuk melakukan tes lainnya akan ditentukan oleh hasil pap smear yang lakukan ini.

Bila hasilya ternyata masih abnormal, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kolposkopi. Kolposkopi adalah prosedur skrining untuk melihat area vulva, vagina, dan serviks dengan menggunakan alat pembesar khusus.

Sebagai gambaran, sebuah alat bernama spekulum seperti yang digunakan pas tes pap, akan dimasukkan ke dalam vagina Anda. Kemudian dokter akan melihat area serviks dengan bantuan alat kolposkp.

Alat ini dilengkapi oleh lensa dan cahaya terang, sehingga memudahkan dokter saat mengamati serviks Anda. Setelah itu, dokter akan mengusap serviks dengan menggunakan cairan khusus.

Dengan demikian, area abnormal dapat terlihat melalui lensa yang terpasang pada alat kolposkop. Cara lainnya juga bisa dilakukan dokter dengan mengambil sampel jaringan di area yang abnormal, atau dikenal sebagai metode biopsi.

Sama seperti pemeriksaan pada umumnya, sampel jaringan yang diperoleh dari biopsi ini nantinya dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Seberapa akurat hasil pemeriksaan pap smear?

medical checkup

Hasil dari tes pap termasuk sangat akurat. Dilansir dari National Cancer Institute, rutin menjalani tes pap dapat mengurangi kejadian kanker serviks dan kematian karena penyakit tersebut hingga 80 persen.

Maka meski rasanya kurang nyaman, sebaiknya Anda tetap menjadwalkan pap smear di dokter atau rumah sakit terdekat. Apalagi jika Anda termasuk orang yang berisiko tinggi terkena kanker seviks.

Pap smear adalah salah satu cara paling efektif untuk mendeteksi atau bahkan mencegah risiko kanker serviks. Di samping itu, Anda juga harus tetap telaten menjaga kebersihan vagina terutama saat menstruasi.

Apakah tes pap smear bisa untuk mendeteksi virus HPV?

penyebab sirosis hati

Tujuan utama dari tes pap smear adalah untuk mencari tahu kemungkinan adanya perkembangan sel-sel abnormal di dalam serviks. Di mana perkembangan tersebut bisa saja disebabkan oleh virus HPV.

Oleh karena itulah, Anda sangat disarankan untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini dengan melakukan pap smear. Sebab dengan begitu, pengobatan bisa segera diberikan ketika Anda memang dinilai positif mengalami kanker serviks.

Hal ini tentu akan membantu menghambat penyebaran dan perkembangan sel-sel kanker ke jaringan maupun organ tubuh lainnya. Jika ingin lebih jelas, sebenarnya Anda bisa mendeteksi adanya virus HPV dengan melalui tes HPV.

Tes HPV adalah salah satu deteksi dini kanker serviks, yang biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini juga tidak kalah penting, karena virus HPV bisa menular dengan mudah melalui kontak seksual.

Itulah mengapa wanita, khususnya yang sudah aktif berhubungan seks, disarankan untuk melakukan tes pap smear secara berkala. Hanya saja, tes pap tidak mampu mendeteksi kemungkinan adanya infeksi menular seksuak (IMS).

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca