Apakah Infeksi Vagina Anda Akibat Bakteri atau Jamur? Begini Cara Membedakannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pernahkah Anda merasa area kewanitaan Anda gatal, terasa tidak nyaman, dan menimbulkan bau yang tidak sedap? Bisa jadi, Anda mengalami infeksi vagina. Kondisi ini sering kali terjadi pada kaum wanita yang tidak terlalu memedulikan kebersihan miss V-nya. Apakah tanda-tanda yang Anda alami benar akibat infeksi vagina? Apa saja gejala lain yang timbul ketika vagina terinfeksi? Dan apa penyebabnya? Simak penjelasan berikut ini.

Apa saja ciri-ciri dan gejala infeksi vagina?

Sebenarnya, organ kewanitaan Anda dirancang untuk dapat membersihkan dirinya sendiri dengan cara mengeluarkan cairan seperti air ludah yang tidak berwarna dan berbau. Tetapi jika Anda sudah mengalami keputihan dan cairan yang keluar dari miss V berbau, bisa jadi Anda mengalami infeksi vagina.

Pada dasarnya, ada dua penyebab infeksi pada vagina yang sering menyerang kaum hawa, yaitu infeksi akibat bakteri dan jamur. Keduanya memiliki tanda dan gejala yang hampir mirip tetapi penanganan yang berbeda. Lalu tahu dari mana bila infeksi miss V yang diderita akibat jamur atau bakteri?

Gejala infeksi vagina akibat bakteri

Bakteri yang menjadi penyebab infeksi pada vagina adalah bakteri vaginosis. Bakteri ini sebenarnya, selalu ada di setiap vagina wanita, tetapi jika sudah mengakibatkan infeksi maka jumlah bakteri vaginosis yang tumbuh terlalu banyak.

Bila Anda mengalami infeksi bakteri di vagina, maka gejala yang akan muncul seperti:

  • Keputihan, berbau ikan yang amis.
  • Warna cairan vagina yang dihasilkan, tak hanya putih saja, bisa juga keabu-abuan.
  • Gatal

Gejala infeksi vagina akibat jamur

Sementara, penyebab infeksi vagina lainnya adalah jamur Candida albanis. Sama dengan bakteri vaginosis, jamur jenis ini juga tumbuh di sekitar vagina dalam jumlah kecil – pada keadaan yang normal. Tetapi jamur ini tumbuh dengan cepat dan akhirnya menyebabkan infeksi.

Berikut adalah gejala infeksi akibat jamur yang bisa terjadi:

  • Keputihan, tanpa bau sama sekali. Keputihan berbentuk seperti keju cottage.
  • Gatal
  • Iritasi di bagian vagina
  • Vagian terasa panas ketika buang air kecil
  • Sakit ketika melakukan hubungan seksual

Apa penyebab infeksi vagina?

Meski banyak faktor yang menyebabkan infeksi miss V, tetapi kebersihan bisa dibilang salah satu faktor utamanya. Jika Anda kurang memerhatikan kebersihan vagina, maka mulai sekarang Anda harus mengubah kebiasaan tersebut jika tak mau mengalami infeksi vagina.

Telah banyak penelitian yang menyatakan kalau infeksi miss V cenderung terjadi pada wanita yang tak menjaga kebersihan vaginanya, apalagi ketika masa-masa haid. Ketika haid, vagina berkali-kali lebih rentan terkena infeksi jamur maupun bakteri. Hal ini semakin diperparah akibat Anda malas untuk membersihkan vagina dan mengganti pembalut secara rutin. Sehingga, muncullah gejala infeksi yang sebelumnya telah disebutkan.

Bagaimana cara mengatasi infeksi vagina yang saya alami?

Tak perlu cemas, Anda bisa kok mengurangi gejala-gejala infeksi vagina tersebut dengan membersihkan miss V dengan rutin. Salah satu caranya dengan menggunakan cairan antiseptik khusus untuk vagina, terutama yang mengandung povidone–iodine. Gunakan hanya untuk membersihkan bagian luar vagina, dan hindari bagian dalam vagina agar tidak mengganggu bakteri baik.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 18, 2017 | Terakhir Diedit: Juni 14, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca