home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Infeksi Jamur Penis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Infeksi Jamur Penis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Infeksi jamur penis adalah salah gangguan yang umumnya timbul apabila pria tidak menjaga kebersihan organ reproduksinya. Kondisi yang umum juga disebut infeksi ragi (yeast infection) ini biasanya dialami oleh bayi dan wanita. Infeksi ini lebih dikenal dengan istilah ruam popok pada bayi, sementara pada wanita dikenal sebagai infeksi jamur vagina.

Semua kondisi tersebut umum terjadi akibat pertumbuhan jamur Candida albicans berlebih, terutama pada bagian kulit yang lembab. Lalu, seperti apa tanda-tanda infeksi ragi penis? Kondisi apa saja yang bisa menjadi penyebab timbulnya infeksi jamur pada penis?

Apa penyebab pria bisa terkena infeksi jamur penis?

Infeksi jamur atau ragi penis biasanya menyerang bagian kepala penis dan kulit kulup, kondisi ini lebih umum terjadi pada pria yang tidak disunat. Tidak seperti infeksi ragi atau kandidiasis vagina pada wanita di mana infeksi terjadi akibat pertumbuhan jamur yang tidak seimbang, penyebab infeksi ragi penis pada pria umumnya ditularkan lewat hubungan seks.

Bila Anda berhubungan seks dengan pasangan yang mengidap infeksi jamur vagina tanpa pengaman, Anda pun berisiko mengalami infeksi jamur. Walaupun gejala yang ditimbulkan hampir mirip, infeksi jamur tidak tergolong sebagai penyakit menular seksual.

Dikutip dari MedicineNet, infeksi jamur tidak selalu menular melalui hubungan seks. Penyakit ini juga bisa muncul tanpa adanya kontak seksual dengan orang lain. Jika berkaitan dengan hubungan seks dengan wanita yang mengidap infeksi jamur vagina, maka reaksi tubuh pria yang buruk dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada penis.

Pada pria yang tidak disunat, infeksi jamur pada penis juga dapat berkembang menjadi kondisi yang disebut balanitis. Balanitis adalah pembengkakan dan rasa nyeri atau iritasi yang menyerang kepala penis dan kulit di sekitarnya. Selain infeksi jamur, balanitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus.

Siapa yang berisiko terkena infeksi ragi penis?

Selain dapat tertular melalui pasangan seksual Anda, ada beberapa faktor risiko yang bisa memicu pertumbuhan jamur pada penis. Di bawah ini beberapa faktor risiko tersebut.

  • Tidak disunat, pasalnya area di bawah kulit kulup cukup lembap dan ideal bagi pertumbuhan jamur Candida.
  • Area penis dan sekitarnya lembap, misalnya karena berkeringat atau tidak mengeringkan penis dengan sempurna setelah mandi.
  • Kurang menjaga kebersihan penis.
  • Mengonsumsi obat antibiotik secara tidak tepat, misalnya dalam jangka waktu lama yang dapat membunuh bakteri baik yang mencegah timbulnya infeksi jamur pada penis.
  • Mengonsumsi obat kortikosteroid.
  • Gangguan daya tahan tubuh atau mengidap penyakit yang menyerang daya tahan tubuh, seperti AIDS.
  • Kadar gula darah tinggi atau mengidap penyakit kencing manis (diabetes).
  • Kelebihan berat badan atau obesitas, yang mana dapat menimbulkan lipatan di sekitar area penis sehingga meningkatkan risiko pertumbuhan jamur.

Apa saja tanda dan gejala infeksi jamur penis?

Ada beberapa tanda dan gejala infeksi jamur pada penis yang tidak boleh Anda remehkan. Berikut beberapa gejalanya yang perlu segera periksakan ke dokter jika Anda mengalaminya.

  • Gatal dan panas di kepala penis.
  • Penis bengkak dan berwarna kemerahan.
  • Muncul bercak atau noda putih di sekitar area penis.
  • Bau tak sedap, terutama bagi pria yang tidak disunat.
  • Keluar cairan putih yang menggumpal dan kental dari balik bagian kulit kulup pada pria yang tidak disunat.
  • Sakit ketika buang air kecil atau berhubungan seks.

Bagaimana cara mengobati infeksi jamur pada penis?

Umumnya, infeksi jamur cukup ditangani dengan penggunaan obat antijamur berupa salep dan krim yang bisa dibeli tanpa resep di apotek.

Beberapa salep atau krim yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi jamur Candida, seperti:

Akan tetapi, pada kasus yang cukup serius Anda mungkin membutuhkan penanganan khusus dan obat minum yang diresepkan oleh dokter, seperti fluconazole yang efektif mengatasi masalah infeksi ragi.

Namun, apabila infeksi tersebut menimbulkan kondisi balanitis — radang kepala penis yang umum ditemui pada pria yang tidak disunat, perlu penanganan lebih lanjut apabila pemulihan dengan obat-obatan antijamur tidak berjalan dengan baik.

Jika memang belum disunat, dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menjalani prosedur sunat dengan membuang bagian kulit kulup yang menutupi kepala penis demi mencegah timbulnya infeksi berulang.

Bagaimana cara mencegah infeksi jamur pada penis?

Cara terbaik untuk mencegah infeksi jamur penis adalah memastikan Anda selalu menjaga kebersihan penis. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Melakukan seks aman dengan kondom dan hindari bergonta-ganti pasangan seksual untuk mengurangi risiko terserang penyakit seksual. Hindari juga berhubungan seks dengan wanita yang mengidap infeksi jamur vagina.
  • Menjaga kebersihan penis secara rutin dan pastikan area intim termasuk skrotum dan sekitarnya selalu bersih dan kering. Lakukan hal ini setiap kali mandi, atau sebelum dan sesudah berhubungan seksual.
  • Apabila Anda tidak disunat, jangan lupa bersihkan bagian di bawah kulit kulup. Hal ini untuk mencegah timbulnya smegma, yakni daki atau bercak putih menyerupai keju akibat penumpukan minyak, sel kulit mati, dan keringat pada kemaluan pria.
  • Pada bayi dan anak, orang tua juga perlu membersihkan juga area kemaluannya. Jangan paksa untuk menarik kulup, karena bisa saja menyakiti dan berbahaya. Orangtua cukup bersihkan area penis dan sekitarnya saja.

Walaupun gangguan dan penyakit penis pria ini mudah untuk ditangani, namun bukan berarti Anda bisa menganggapnya sepele. Bila ada pertanyaan, segera konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Yeast infection in men: How can I tell if I have one?. (2017). Retrieved 16 March 2017, from https://www.mayoclinic.org/male-yeast-infection/expert-answers/faq-20058464

Roland, J., & Biggers, A. (2017). Penile Yeast Infection: Symptoms, Treatment, and More. Retrieved 16 March 2017, from https://www.healthline.com/health/mens-health/penile-yeast-infection

Bennington-Castro, J., & Sanjai Sinha, M. (2016). Male Yeast Infection (Candida Balanitis) | Everyday Health. Retrieved 16 March 2017, from https://www.everydayhealth.com/yeast-infection/guide/men/ 

Cunha, J., & Davis, C. (2020). Yeast Infection vs. STDs Differences, Symptoms, Causes, Treatment. Retrieved 3 February 2021, from https://www.medicinenet.com/yeast_infections_vs_stds_in_men_and_women/article.htm 

Balanitis Prevention | Cleveland Clinic. (2019). Retrieved 3 February 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21186-balanitis/prevention

How to keep a penis clean. (2018). Retrieved 3 February 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/how-to-keep-a-penis-clean/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x