Apakah Susu UHT Benar Bermanfaat Bagi Kesehatan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu produk susu jadi yang tak asing lagi di pasaran adalah susu pasteurisasi. Tujuan utama pengolahan susu dengan pasteurisasi adalah untuk menghancurkan mikroorganisme-mikroorganisme penyebab penyakit yang ada di dalam susu mentah, dengan cara memanaskan susu di temperatur tinggi. Proses pasteurisasi pada makanan membantu mengurangi penyebaran beberapa jenis penyakit, seperti demam typhoid, tuberkulosis (TBC), demam scarlet, polio, dan disentri. Tapi, apakah sebenarnya susu pasteurisasi ini baik untuk kesehatan atau justru malah berakibat buruk, ya?

Mengenal jenis-jenis produk susu pasteurisasi

Hampir semua produk susu yang dijual di pasaran telah melewati proses pasteurisasi menggunakan gamma irradiation. Pada prosesnya, pasteurisasi tidak hanya diharapkan bisa menghancurkan mikroorganisme patogen yang terkandung pada susu mentah, seperti Coxiella burnetii atau Mycobacterium bovis, tetapi juga meningkatkan kualitas susu serta menghancurkan enzim-enzim pada susu yang tidak diinginkan. Terdapat beberapa jenis proses pasteurisasi susu yang terbagi berdasarkan waktu dan temperatur yang digunakan, yaitu:

  1. High-Temperature-Short-Time Treatment (HTST)

Sesuai dengan namanya, proses ini bertujuan untuk membunuh bakteri patogen melalui pemanasan dengan temperatur tinggi dan periode yang singkat. Jika susu dipasteurisasi menggunakan metode ini, biasanya susu dipanaskan pada suhu 72oC selama 15 detik.

  1. Low-Temperature-Long-Time Treatment (LTLT)

Metode pasteurisasi susu LTLT menggunakan temperatur pemanasan yang lebih rendah tapi dengan jangka waktu yang jauh lebih lama dibandingkan dengan metode HTST. Jika susu dipasteurisasi menggunakan metode ini, biasanya susu dipanaskan pada suhu 63oC selama 30 menit.

  1. Ultrapasteurization

Proses pasteurisasi ultra dilakukan dengan cara memanaskan susu dan krim hingga suhu 138oC selama minimal dua detik. Susu hasil pasteurisasi ultra harus disimpan di dalam lemari pendingin agar bisa bertahan hingga dua atau tiga bulan.

  1. Ultra-High-Temperature (UHT) Pasteurization

UHT merupakan metode pasteurisasi susu yang paling familiar dan banyak digunakan dalam produksi susu cair kemasan. Pasteurisasi jenis ini dilakukan dengan cara memanaskan krim atau susu hingga suhu 138-150oC selama satu atau dua detik. Susu yang dihasilkan menggunakan metode ini, jika dikemas dalam wadah kedap udara steril, biasa bertahan hingga 90 hari tanpa pendinginan.

Apa efek pasteurisasi pada komponen dalam susu?

Temperatur yang digunakan dalam proses pasteurisasi tergolong tinggi untuk ukuran pemanasan susu, terutama proses pasteurisasi jenis ultra dan UHT. Temperatur tinggi bisa menyebabkan perubahan komponen-komponen susu dari segi fisik maupun kimia. Proses pemanasan susu dengan temperatur tinggi tidak hanya menyebabkan kematian enzim-enzim susu dan menghancurkan mikroorganisme jahat, tetapi juga mengubah karakteristik asli dari produk seperti rasa. Bahkan, proses pasteurisasi dengan suhu yang sangat tinggi (ultra-pasteurization dan UHT) akan merusak vitamin, mineral, dan nutrisi lain di dalam susu yang sebenarnya penting bagi kesehatan tubuh. Efek pasteurisasi terhadap perubahan komponen-komponen dalam susu antara lain:

  • Rusaknya kandungan vitamin A, C, B6 dan B12 pada susu
  • proses pasteurisasi mengubah gula susu (laktosa) menjadi beta-laktosa
  • hilangnya sebagian kandungan kalsium dan fosfor dalam susu, dan
  • rusaknya 20% kandungan iodin dalam susu

Perubahan-perubahan yang terjadi pada komponen-komponen dalam susu berbanding lurus dengan kenaikan temperatur pemanasan dan lama waktu pemanasan.

Jadi, apakah susu pasteurisasi bermanfaat bagi kesehatan?

Perubahan komponen-komponen pada susu pasteurisasi ternyata dapat mengakibatkan beberapa efek kesehatan ketika dikonsumsi. Sebagai contoh, karena perubahan molekul-molekulnya, susu pasteurisasi dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang yang mengonsumsinya. Reaksi alergi ini juga dapat dipicu dari kandungan bakteri-bakteri yang mati pada susu pasteurisasi yang tidak dikenali oleh tubuh sebagai produk buangan.

Pemanasan suhu tinggi juga dapat memicu sejumlah penyakit, misalnya asma. Dalam beberapa pengobatan terkait asma, para dokter seringkali menyarankan pasiennya untuk mengganti susu pasteurisasi dengan susu segar/mentah (raw milk). Selain itu, konsumsi susu pasteurisasi ternyata juga bisa mengurangi kepadatan tulang akibat berkurangnya/hilangnya kalsium selama proses pemanasan bertemperatur tinggi, yang jika terus menerus berlangsung akan menyebabkan osteoporosis.

Ternyata, susu pasteurisasi memiliki berbagai efek samping akibat proses pemanasan produk pada temperatur tinggi. Oleh karena itu, lebih baik jika kita mengurangi konsumsi susu pasteurisasi dalam kemasan dan mulai mengonsumsi susu segar (raw milk). Namun, Anda tetap perlu memerhatikan pula konsumsi raw milk Anda, dan selalu pastikan agar tidak ada kandungan bakteri merugikan di dalamnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Mencampurkan Pemberian ASI dan Susu Formula untuk Bayi?

Saat bayi mulai minum susu formula, pemberian ASI campur sufor bisa dilakukan secara bergantian dan berselang. Sudahkah Anda tahu bagaimana aturannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit