7 Hal Penyebab Kalsium Rendah Dalam Darah Plus Akibatnya Bagi Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama ini kita mengenal manfaat kalsium untuk tulang. Namun, lebih dari itu ternyata kalsium juga bermanfaat untuk membantu kerja sistem saraf, membantu kerja otot, membantu pembekuan darah, dan membantu kerja jantung. Untuk mendukung hal tersebut, maka normalnya kadar kalsium dalam darah harus selalu terkontrol. Lalu, apa akibatnya jika kalsium dalam darah terlalu rendah?

Fungsi kalsium dalam darah

Kalsium dalam tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

  • Kalsium yang didapatkan dari makanan
  • Kalsium dan vitamin D yang diserap usus
  • Kadar fosfat dalam tubuh
  • Beberapa hormon tertentu, seperti hormon paratiroid, kalsitonin, dan estrogen

Vitamin D dan beberapa hormon membantu mengontrol kadar kalsium dalam tubuh. Juga, mengontrol jumlah kalsium yang diserap dari makanan dan jumlah kalsium yang dikeluarkan oleh tubuh melalui urine. Sedangkan, fosfat memengaruhi kalsium dalam tubuh karena bekerja berlawanan. Jika kadar fosfat dalam darah tinggi, maka kadar kalsium dalam darah menjadi rendah, dan sebaliknya.

Ketika kalsium dalam darah rendah, hal ini disebut dengan hipokalsemia. Akibatnya, tulang jadi harus melepaskan kalsium miliknya demi mencoba menyeimbangkan kadar kalsium dalam darah. Sedangkan jika kalsium dalam darah tinggi (hiperkalsemia), kelebihan kalsium akan disimpan dalam tulang atau dikeluarkan dari tubuh melalui urine atau feses.

Berbagai penyebab hipokalsemia, rendahnya kadar kalsium dalam darah

Hipokalsemia bisa disebabkan oleh kurangnya kalsium yang berpindah dari tulang ke darah  atau karena terlalu banyak kalsium yang hilang dari tubuh melalui urine. Beberapa alasan yang bisa menyebabkan hipokalsemia adalah:

  • Hipoparatiroidisme. Merupakan kondisi di mana kadar hormon paratiroid dalam tubuh rendah. Hal ini bisa terjadi ketika kelenjar paratiroid mengalami kerusakan selama operasi kelenjar tiroid. Hipoparatiroidisme menyebabkan Anda tidak bisa mengontrol kadar kalsium dalam darah karena hormon paratiroid tidak cukup dihasilkan tubuh. Kondisi lain yang juga berhubungan dengan hormon paratiroid sehingga menyebabkan kadar kalsium darah rendah adalah pseudohipoparatiroid dan DiGeorge syndrome.
  • Hipomagnesemia, di mana kadar magnesium dalam darah rendah. Hal ini menyebabkan aktivitas hormon paratiroid menjadi berkurang. Akibatnya, mengganggu kadar kalsium dalam darah.
  • Malnutrisi. Merupakan kondisi di mana tubuh tidak bisa menyerap vitamin dan mineral dari makanan yang Anda makan. Hal ini bisa disebabkan oleh penyakit, seperti penyakit celiac dan pankreatitis. Akibatnya, walaupun Anda sudah banyak mengonsumsi makanan sumber kalsium, tapi tubuh tidak bisa menyerap kalsium dari makanan.
  • Kadar vitamin D rendah. Hal ini bisa disebabkan karena kurang konsumsi makanan yang mengandung vitamin D atau kurang cukup mendapatkan vitamin D dari sinar matahari.
  • Kadar fosfat dalam darah tinggi. Hal ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal, penggunaan obat pencahar, dan lainnya. Kerusakan pada fungsi ginjal juga dapat menyebabkan lebih banyak kalsium yang dikeluarkan dari tubuh melalui urine dan membuat ginjal kurang mampu mengaktifkan vitamin D.
  • Masalah tulang, seperti osteomalasia dan riketsia, di mana tulang menjadi lemah dan lunak karena asupan kalsium dan vitamin D tidak cukup. Hal ini membuat tubuh tidak bisa mengambil kalsium dari tulang untuk meningkatkan kadar kalsium dalam darah.
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat pengganti tiroid, rifampisin, antikonvulsan, bifosfonat, kalsitonin, dan kortikosteroid.

Akibat kalsium dalam darah rendah

Kadar normal kalsium darah adalah sebesar 8,8-10,4 mg/dL, sehingga Anda bisa dikatakan mempunyai kadar kalsium dalam darah rendah jika kadar kalsium darah kurang dari 8,8 mg/dL.

Kadar kalsium darah rendah dalam waktu cukup lama dapat menyebabkan kram otot pada punggung dan kaki, kejang otot, dan kesemutan pada tangan, kaki, dan wajah. Detak jantung yang tidak normal dan kesulitan bernapas juga bisa terjadi saat Anda mengalami hipokalsemia.

Selain itu, hipokalsemia juga dapat menyebabkan kulit kering dan bersisik, kuku rapuh, dan rambut kasar. Kadar kalsium darah rendah juga dapat memengaruhi otak dan menyebabkan kebingungan, hilang ingatan, depresi, dan halusinasi. Gejala ini akan hilang jika kadar kalsium darah sudah normal kembali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Kram Terus? Mungkin Anda Kekurangan 6 Nutrisi Ini

Bangun tidur tiba-tiba kaki kram? Duh, pasti mengganggu sekali! Pastikan kram tak kambuh lagi dengan meningkatkan asupan beragam nutrisi penting ini, ya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Memiliki masalah di sekitar daerah intim sering membuat pria enggan konsultasi ke dokter. Lantas, obat penyakit prostat apa yang bisa digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

5 Hal yang Sering Jadi Penyebab Mati Rasa pada Kaki dan Tangan

Mati rasa sering terasa pada jari, tangan, kaki, lengan, maupun telapak kaki Anda. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab mati rasa?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 22 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
osteoporosis

Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit
syarat-donor-ginjal

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
arti warna darah haid bagi kesehatan

Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit