Berbagai Penyakit Ginjal Akibat Terlalu Banyak Makan Protein

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/04/2020
Bagikan sekarang

Sampai saat ini masih menjadi perdebatan apakah mengonsumsi protein terlalu banyak dapat berbahaya bagi kesehatan ginjal. Namun, memang sudah jelas bahwa orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal dianjurkan untuk mengurangi jumlah konsumsi proteinnya dalam satu hari, karena dapat memperberat kerja ginjal yang sebelumnya fungsinya sudah terganggu.

Protein adalah jenis zat gizi makro yang diperlukan bagi tubuh untuk membangun jaringan serta sel di dalam tubuh. Hampir semua jaringan mengandung protein di dalamnya, oleh karena itu protein sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh. Menurut Kementerian Kesehatan, protein yang diperlukan untuk orang dewasa yaitu rata-rata 0,8 hingga 1 gram per kg berat badan sehari. Beberapa kondisi kesehatan mungkin membutuhkan protein yang lebih namun bagi orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal, justru dianjurkan untuk mengurangi jumlah protein yang dikonsumsi untuk mengurangi beban kerja ginjal.

Berikut adalah beberapa kondisi dari gangguan serta masalah ginjal yang mungkin saja disebabkan salah satunya akibat makan sumber makanan protein yang terlalu banyak.

Batu ginjal atau nefrolitiasis

Batu ginjal adalah kondisi di mana terdapat batu atau massa pada pada urin. Ada beberapa jenis batu ginjal yang dapat terjadi yaitu:

Batu kalsium, yaitu batu ginjal yang dibentuk dari kalsium oksalat. Oksalat ditemukan di berbagai jenis makanan, seperti coklat, kacang-kacangan, dan beberapa jenis sayuran dan buah-buahan.

Batu struvite, batu ginjal yang terbentuk akibat adanya infeksi dan jenis batu ginjal ini mudah untuk berkembang menjadi besar.

Batu asam urea, batu ginjal ini terbentuk dari kebiasaan orang yang tidak biasa mengonsumsi air putih atau orang yang kehilangan cairan dalam jumlah banyak. Selain itu, batu jenis inilah yang paling sering disebabkan oleh konsumsi protein yang tinggi.

Batu cystine, yaitu diakibatkan oleh faktor keturunan. Beberapa orang yang memiliki keturunan mengalami gangguan fungsi ginjal, dapat mengalami hal ini.

Bagaimana protein bisa memicu batu ginjal?

Memakan sumber protein yang berlebihan, paling sering menyebabkan batu ginjal jenis asam urea. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang menemukan bahwa konsumsi makanan tinggi protein dalam 6 minggu berturut-turut menyebabkan kalsium ada pada urin dan aciuria (urin asam), yaitu kondisi di mana tubuh mengalami perubahan pH menjadi asam. Saat kondisi tersebut terjadi terus-menerus maka akan memicu terbentuknya batu ginjal.

Hal yang sama dibuktikan oleh penelitian yang melibatkan sebanyak 45 ribu laki-laki yang rata-rata mengonsumsi sumber protein hewani berlebihan. Riset ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan terkait antara konsumsi protein dengan kejadian batu ginjal. Konsumsi protein yang berlebihan, terutama protein hewani seperti daging sapi, daging ayam, telur, makanan laut, dapat menyebabkan penurunan jumlah zat sitrat di dalam tubuh yang sebenarnya berfungsi untuk mencegah batu ginjal. 

Gagal ginjal akut

Gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal tiba-tiba tidak dapat melakukan fungsinya dengan benar, yaitu menyaring berbagai zat dari darah. Saat ginjal kehilangan kemampuannya untuk menyaring darah, maka zat yang seharusnya dibuang oleh tubuh melalui urin tidak terbuang sehingga zat-zat kimia tersebut terkumpul dan mengganggu fungsi tubuh lainnya. Penyakit ini perkembangannya sangat cepat, terus memburuk dalam hitungan hari atau bahkan dalam hitungan jam. Banyak hal yang menjadi penyebab dari penyakit gagal ginjal akut dan salah satunya adalah kebiasaan makan protein yang berlebihan.

Bagaimana protein dapat menyebabkan gagal ginjal akut?

Sebuah percobaan yang dilakukan pada tikus menyatakan bahwa konsumsi protein yang terlalu banyak dapat mengakibatkan sel pada ginjal rusak dan kemudian mati. Tikus yang menjadi percobaan ada sebanyak 93 ekor, yang diberikan makanan tinggi protein selama 2 minggu terus-menerus. Lalu pada akhir percobaan, diketahui bahwa tikus yang diberikan makanan tinggi protein tersebut mengalami iskemia pada ginjalnya. Iskemia pada ginjal adalah keadaan di mana pembuluh darah pada organ ginjal mengalami penyumbatan sehingga ginjal tidak mendapatkan cukup oksigen dan makanan. Hal ini akan mengakibatkan jaringan pada ginjal mati dan gagal ginjal pun terjadi.  

Glomerulosclerosis

Glomerulosclerosis adalah kerusakan pada bagian ginjal yang disebut dengan glomerulus. Glomerulus merupakan bagian ginjal yang memiliki fungsi utama untuk menyaring darah, membuang zat serta cairan yang tidak diperlukan, kemudian membuangnya sebagai urin. Sebenarnya, fungsi glomerulus untuk menyaring darah akan menurun perlahan seiring dengan pertambahan usia, dan diperparah jika orang tersebut memiliki riwayat hipertensi atau berbagai penyakit ginjal lainnya. Kerusakan glomerulus akan semakin parah jika penderitanya sering mengonsumsi makanan dengan sumber protein yang tinggi.

Bagaimana protein dapat menyebabkan glomerulusclerosis?

Ketika orang tersebut mengonsumsi protein yang berlebih maka ginjal tidak akan sanggup untuk menyaringnya sehingga sering kali protein malah terdapat di urin. Percobaan kembali dilakukan pada tikus yang mengalami permasalahan pada ginjalnya. Kemudian tikus tersebut diberikan makanan tinggi protein selama beberapa waktu dan menunjukkan penurunan fungsi ginjal terjadi semakin cepat. Berbeda dengan tikus yang memiliki penyakit ginjal namun dibatasi asupan proteinnya. Pada kelompok tikus tersebut, terlihat perbaikan fungsi ginjal secara bertahap.

Apakah ini artinya kita harus menghindari protein?

Tentu saja tidak! Protein  tetap menjadi sumber zat gizi makro yang sangat diperlukan tubuh karena fungsinya membangun serta memelihara sel tubuh. Namun, yang perlu diperhatikan adalah pembatasan konsumsi protein, terutama protein hewani, karena sumber makanan protein hewani memiliki kadar lemak di dalamnya. Sehingga, jika terlalu banyak dikonsumsi akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Mungkin tidak hanya penyakit ginjal tetapi juga penyakit degeneratif yang lain seperti penyakit jantung.

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

    Direkomendasikan untuk Anda

    minyak esensial untuk meredakan stres

    Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    warna rambut

    Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020