Panduan Menjalani Diet Golongan Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Diet golongan darah belakangan ini digandrungi banyak masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan. Masyarakat modern sudah mulai menyadari masalah kesehatan, terutama mengenai obesitas dan berat badan, sehingga banyak jenis-jenis diet yang bermunculan, dan salah satunya adalah diet golongan darah. Namun, apakah Anda telah mengetahui lebih mendalam tentang diet golongan darah? Berikut ini serba-serbi diet golongan darah yang wajib Anda ketahui.

Apa itu diet golongan darah?

Diet golongan darah adalah jenis diet yang menyarankan orang untuk makan makanan tertentu berdasarkan jenis darah mereka: A, B, O, atau AB. Diet ini dikembangkan oleh dokter naturopati yaitu Peter D’Adamo dalam bukunya yang berjudul “Eat Right for Your Type: The individualized diet solution to staying healthy, living longer & achieving your ideal weight”. D’Adamo mengklaim bahwa setiap golongan darah mencerna makanan secara berbeda. Ia percaya bahwa makan makanan yang salah dapat menyebabkan efek negatif pada tubuh. Efek ini termasuk melambatnya metabolisme, kembung, dan bahkan menyebabkan munculnya penyakit tertentu, seperti kanker.

Apa saja makanan yang baik dikonsumsi oleh masing-masing golongan darah?

Menurut D’Adamo, hal ini tergantung dengan jenis golongan darah Anda, sehingga masing-masing golongan darah memiliki jenis makanannya sendiri.

1. Golongan darah A

Menurutnya, golongan darah A merupakan vegetarian. Golongan ini tidak baik untuk mengonsumsi daging, susu perah, kacang merah, kacang lima, dan gandum. Makanan yang baik untuk dicerna golongan ini adalah buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, seafood, padi-padian, dan biji-bijian yang organik dan segar. Hal tersebut karena orang dengan golongan darah A memiliki sistem kekebalan tubuh yang sensitif. Sedangkan makanan yang paling baik untuk menurunkan berat badan bagi pemilik golongan darah A adalah makanan yang mengandung minyak sayur, kedelai, sayuran, dan nanas.

2. Golongan darah B

Golongan darah B merupakan omnivora alias pemakan segala. Golongan ini tidak boleh mengonsumsi jagung, miju-miju, kacang-kacangan, wijen, benih, soba, dan gandum. D’Adamo juga mengatakan bahwa golongan B harus didorong untuk makan sayuran, daging tertentu, dan susu rendah lemak. Secara spesifik yaitu: seluruh daging (selain ayam), susu perah, padi-padian, kacang-kacangan, kacang polong, sayuran hijau, dan buah-buahan. Namun, makanan yang paling baik untuk menurunkan berat badan bagi pemilik golongan darah B adalah sayuran hijau, telur, hati, teh, daging rusa, dan akar manis.

3. Golongan darah O

Golongan darah O merupakan golongan tinggi protein. Makanan yang baik dikonsumsi adalah daging, ikan, sayuran, dan buah-buahan. Berbeda dengan ketiga golongan darah lainnya, golongan O memiliki batasan untuk mengonsumsi padi-padian, kacang polong, dan kacang kacangan. Sedangkan makanan yang tidak boleh dimakan adalah gandum, jagung, kacang merah, kacang navy, kacang-kacangan, kubis, bunga kol, dan sawi hijau. Sebaliknya, makanan yang paling baik untuk menurunkan berat badan untuk golongan darah O adalah seafood, garam, hati, daging merah, kangkung, bayam, dan brokoli.

4. Golongan darah AB

Golongan darah AB merupakan campuran dari diet ketiga golongan darah dengan jumlah sedang. Makanan yang baik dikonsumsi adalah daging, seafood, susu perah, tahu, kacang polong, kacang-kacangan, padi-padian, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Makanan yang dilarang adalah daging merah, kacang merah, kacang lima, benih, jangung, dan soba. Sedangkan makanan yang baik untuk menurunkan berat badan untuk pemilik golongan darah AB adalah jagung, seafood, susu perah, sayuran hijau, kelp, dan nanas. Orang yang memiliki golongan darah ini cenderung memiliki asam lambung yang rendah.

Berbagai pro dan kontra seputar diet golongan darah

Pro

  • Diet ini menekankan bahwa setiap orang tak bisa menjalani pola diet yang sama karena masing-masing tubuhnya memiliki kebutuhan yang berbeda.
  • Merupakan gaya hidup yang lebih aktif yang didorong dengan kesehatan secara menyeluruh.
  • Beberapa orang telah mengalami kesuksesan dengan menggunakan metode diet ini.

Kontra

  • Tidak ada penelitian ilmiah independen yang menanggung atas klaim bahwa diet golongan darah memiliki pengaruh.
  • Terkadang tidak mudah untuk membatasi kategori makanan, dan sebagian besar ahli gizi tidak merekomendasikan hal ini.
  • Akan sulit dilakukan oleh sekelompok orang secara bersamaan.

Apakah diet ini aman untuk kondisi tertentu?

Diet golongan darah didasarkan hanya pada golongan darah Anda. Jadi, jika Anda memiliki kondisi kronis, misalnya diabetes, maka praktiknya akan menjadi lain. Contohnya, Anda disarankan oleh diet golongan darah untuk banyak makan protein, namun karena Anda memiliki diabetes, maka Anda harus menghindari susu dan ayam. The American Diabetes Association merekomendasikan pendekatan yang lebih praktis untuk makanan sehari-hari Anda, sekaligus memperingatkan Anda agar tidak terfokus pada makanan tertentu.

Diet golongan darah juga gagal untuk mengatasi kondisi lain seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau kolesterol. Penurunan berat badan tentu memiliki efek yang positif untuk kondisi tersebut, namun tak peduli dengan golongan darah Anda, Anda wajib mengikuti pedoman yang sehat untuk diet rendah lemak dan rendah garam.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

    Konsumsi alkohol ternyata memengaruhi kondisi jantung Anda. Lantas, apa pengaruh baik dan buruk minum alkohol untuk kesehatan jantung?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Ini Alasannya Kenapa Nasi Merah Jauh Lebih Sehat dari Nasi Putih

    Apa yang membuat beras merah selalu diyakini lebih baik dari beras putih? Dan apakah benar beras merah dapat membantu menurunkan berat badan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Jenis Makanan Sehat untuk Membantu Menyembuhkan Kanker Otak

    Ada beberapa jenis makanan yang dapat membantu menyembuhkan kanker otak, ataupun meringankan gejala yang timbul. Berikut daftar makanan yang disarankan.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kanker, Kanker Otak 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

    Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    makanan untuk penderita thalasemia

    Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    makanan untuk yang kurang tidur

    Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Jika Anda Kurang Tidur

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    sumber karbohidrat paling sehat

    Nasi, Mie, Pasta, dan Roti: Sumber Karbohidrat Mana yang Paling Sehat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    daftar makanan penambah darah, obat penambah darah

    Daftar Makanan Penambah Darah untuk Orang Anemia (Plus Pantangannya)

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit