Minuman Selain Air Putih yang Baik Diminum Setelah Berolahraga

Oleh

Saat kita akan berolahraga, ada baiknya kita minum air putih dulu kurang lebih 1-2 jam sebelum memulainya. Tujuannya agar selama kita berolahraga, tubuh kita akan tetap terhidrasi dengan baik. Sama pentingnya dengan setelah selesai berolahraga, saat tubuh kehilangan banyak cairan dari keringat yang dikeluarkan.

Kadang-kadang kita ingin minum air selain air putih, yang lebih berasa dan mungkin lebih enak. Tapi kita tidak bisa sembarangan memilih minuman untuk berolahraga, harus tetap yang memiliki nilai gizi dan bermanfaat bagi tubuh, dan bisa membantu tubuh terhidrasi dengan baik lagi, bukannya malah bikin makin haus.

Seperti yang kita tahu, ketika berolahraga dan menjalani program diet, air putih sangat diandalkan. Dikutip Kompas, peneliti dari University State of Pennsylvania, Barbara Rolls, PhD dan juga penulis buku The Volumetrics Weight Control Plan, mengatakan air putih merupakan minuman non-kalori yang bermanfaat bagi tubuh.

“Program diet akan berhasil jika Anda memilih air atau minuman non-kalori sebagai pengganti minuman berkalori. Lalu diet dengan makanan yang kaya cairan yang lebih menyehatkan, berisi dan membantu Anda memangkas kalori,” ujarnya.

Air putih tentu penting dalam menjaga kecukupan cairan dalam tubuh kita. American College of Sports Medicine pun merekomendasikan bahwa dua jam sebelum berolahraga sebaiknya kita meminum 17 ons cairan. Lalu bagaimana bila kita ingin minum minuman selain air putih?

Tenang saja, American College of Sports Medicine juga merekomendasikan minuman berasa, tetapi hanya dikonsumsi ketika Anda perlu mengganti ion dan cairan tubuh yang hilang saat dan setelah berolahraga, untuk menjaga keseimbangan tubuh dan mengisi tubuh Anda dengan cairan baru.

Kapan kita perlu mengganti cairan tubuh kita?

Direktur Nutrisi Olahraga dari Penn State University Park, Kristine Clark, Ph.,FACSM, mengatakan, berolahraga 1,5-3 jam membuat tubuh membutuhkan penggantian cairan karena akan banyak keringat yang keluar. “Berapa banyak keringat yang keluar akan memengaruhi berapa banyak sodium dan potasium yang hilang,” tuturnya seperti dikutip WebMD.com.

Semakin lama Anda berolahraga dan semakin banyak Anda berkeringat, semakin besar kebutuhan untuk mengonsumsi minuman olahraga atau minuman berasa untuk olahraga agar bisa mengganti nutrisi tubuh yang hilang.

“Minuman olahraga bisa melakukan banyak hal luar biasa untuk meningkatkan energi tanpa komplikasi pencernaan dan penyerapan makanan,” ujar Clark.

Umumnya, minuman olahraga menawarkan tiga hal yang mungkin dibutuhkan sebelum, saat, atau setelah berolahraga, seperti berikut:

    • Hidrasi. American College of Sports Medicine merekomendasikan agar seseorang meminum sekitar 0,5 liter cairan sekitar 2 jam sebelum berolahraga, untuk meningkatkan hidrasi dan memberikan waktu untuk tubuh mengekskresikan air.
    • Bahan bakar. Karbohidrat yang ditemukan pada minuman olahraga yang manis memberikan energi untuk memperlambat kelelahan, kata Clark. Tes lab menunjukkan bahwa 6% karbohidrat (14 gram karbohidrat per 0,2 liter air) adalah persentase optimal karbohidrat untuk mempercepat kembalinya cairan dan energi dalam tubuh.
    • Elektrolit atau mineral. Ini termasuk sodium, potassium, dan klorida yang hilang saat olahraga melalui keringat. Ketika air keluar dari tubuh, elektrolit juga keluar. Dan ketika tubuh kehilangan banyak air, artinya Anda perlu mengganti elektrolit.

Jadi, minuman apa yang baik dikonsumsi setelah berolahraga selain air putih?

Faktanya, balik lagi seperti apa minumannya. Kebanyakan minuman olahraga dan minuman energi memiliki 106 kalori karbohidrat (27 gram) dan 193 miligram sodium, ditambah lagi kandungan kafeinnya. Padahal, ada banyak minuman energi bebas gula, yang memberikan Anda sentakan tanpa tambahan karbohidrat dan kalori.

Menurut Clark, ada bukti bahwa kafein bukan stimulan berbahaya, dan malah bisa memberikan manfaat dalam olahraga, di antaranya meningkatkan daya tahan, stamina, dan reaksi. “Dalam banyak kasus, kafein merangsang kewaspadaan, kemampuan otot, dan konsentrasi,” ujar Clark.

Namun, Clark memperingatkan agar jangan terlalu banyak mengonsumsi kafein karena bisa membahayakan tubuh. Jadi, Anda yang suka berolahraga harus tahu batasannya. Sebagai alternatifnya, Anda juga bisa mengonsumsi minuman energi lainnya yang mengandung beberapa bahan yang juga bermanfaat bagi tubuh setelah berolahraga, seperti berikut:

  • Taurin, mirip dengan asam amino tapi bukan merupakan komponen protein. Glucuronolactone, zat yang diproduksi oleh metabolisme glukosa dalam hati manusia, dipercaya mampu (meski belum terbukti) untuk mengatasi kelelahan.
  • Ginkgo biloba, diketahui bisa membantu mencegah penolakan mental akibat kelelahan, tapi masih efeknya sendiri masih dalam perdebatan para ahli.
  • Ginseng, mampu meningkatkan energi dan kewaspadaan mental, tapi efeknya secara spesifik belum begitu jelas.
  • Guarana, atau disebut “kafein herbal”, ia menstimulasi mirip kafein dan sebaiknya digunakan hanya dalam batas normal.

Meski minuman berasa atau minuman energi mampu membuat tubuh kita kembali lebih baik setelah berolahraga, ada baiknya Anda tetap mengisi dan mengganti cairan tubuh Anda dengan banyak minum air putih.
Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, Anda bisa bertanya atau berdiskusi dengan ahli olahraga atau dokter, yang mungkin memiliki solusi terbaik bagi kondisi Anda sendiri. Karena setiap tubuh dan kondisi masing-masing orang berbeda, bukan?