Kandungan Nutrisi dan Manfaat Ikan Dori Lokal (Patin), Plus Resep Sehatnya untuk Variasi Menu Makan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ikan dori kian populer sejak makanan khas negeri ratu Elizabeth, fish and chips, masuk ke Indonesia. Ikan bertekstur sangat lembut ini sontak menjadi salah satu makanan kekinian favorit orang Indonesia karena hampir tak berduri dan tentunya bisa dijadikan lauk makan nasi. Penasaran apa manfaat ikan dori, dan cara bikin fish and chips sendiri di rumah?

Ikan dori yang Anda makan bukan si biru teman Nemo, tetapi ikan patin

Jangan membayangkan ikan dori yang Anda makan selama ini adalah ikan biru yang ada di dalam film kartun Finding Nemo. Ikan biru tersebut, sebenarnya jenis ikan hias yang tidak bisa dimakan dan beracun. 

Namun, selama ini memang kebanyakan orang mengenal ikan yang jadi menu utama fish and chips adalah ikan dori. Padahal sebenarnya, menu tersebut berbahan dasar dari ikan patin, mudahnya disebut dengan ikan dori lokal. Berdasarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP), istilah dori marak digunakan karena kesalahan penulisan label. 

Apa saja manfaat ikan patin?

Setelah meluruskan fakta-faktanya, lantas apa saja manfaat ikan patin?

1. Tinggi protein

Ikan merupakan salah satu sumber makanan tinggi protein yang baik bagi tubuh.

Seporsi ikan patin sebanyak 100 gram mengandung 17 gram protein. Mengolah ikan patin menjadi hidangan yang lezat pun membantu Anda memenuhi kebutuhan protein harian. Protein dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan sistem imun, memperbaiki sel tubuh yang rusak, dan meningkatkan massa otot.

2. Kaya omega-3

Patin termasuk ikan yang mengandung asam omega-3. Asam lemak omega-3 dan turunannya, seperti DHA dan EPA, berperan penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Mengutip dari berbagai sumber, rutin makan ikan tinggi omega-3 dapat mengurangi kadar lemak jahat dan kolesterol dalam darah. Menurut American Heart Association, konsumsi ikan tinggi omega 3 sebanyak 50 gram setiap seminggu sekali bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

Sementara itu, asam lemak omega-3 juga berperan untuk menjaga kesehatan otak. Asupan omega-3 per hari dari makanan sehat dilaporkan dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan depresi.

3. Tinggi vitamin dan mineral

Selain tinggi protein dan omega-3, ikan juga mengandung beragam vitamin dan mineral penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Sebut saja kalsium, vitamin D, vitamin B kompleks, fosfor, magnesium, kalium, zat besi, natrium, asam folat, zink, tembaga (copper), selenium, dan mangan.

4. Rendah kalori dan lemak

Ketimbang sumber protein hewani lain seperti daging ayam atau sapi, ikan termasuk makanan yang rendah kalori dan lemak jenuh. Setiap 100 gram filet ikan umumnya hanya mengandung 90 kalori. Jadi, ikan adalah pilihan lauk yang baik jika Anda sedang menjalani program penurunan berat badan.

Per 100 gram fillet ikan rata-rata mengandung 4 gram lemak, tapi hanya 1 gram lemak yang berasal dari lemak jenuh. Sisanya merupakan lemak tidak jenuh yang baik untuk mengendalikan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.

Yuk, bikin menu fish and chips sendiri rumah

1. Fish and chips ala restoran

Bahan utama  yang dibutuhkan:

  • 300 gram tepung terigu
  • ½ sendok teh garam
  • ½ sendok teh lada
  • 150 gram filet ikan patin jambal
  • ½ buah lemon yang diperas
  • 1 cangkir air
  • 250 gram minyak goreng

Bahan saus lemon:

  • 1 botol mayones
  • ½ buah jeruk lemon
  • 2 siung bawang putih
  • Seledri secukupnya, cacah halus

Bahan lainnya:

  • 50 gram brokoli
  • 50 gram kentang dipotong kecil

Cara membuat saus tartar:

  • Campurkan bahan-bahan seperti mayones, perasan lemon, garam, lada, bawang putih, dan seledri
  • Panaskan 1 sendok teh minyak, tambahkan air sedikit lalu aduk rata hingga mengental

Cara mengolah ikan patin:

  • Campurkan 150 gram tepung, garam, lada, lemon, dan 1/2 cangkir air.
  • Masukkan ikan patin yang sudah dibersihkan dan direndam ke dalam adonan basah.
  • Lalu masukkan ikan patin yang sudah dilapisi dengan adonan basah ke dalam wadah 150 gram tepung kering. Balur ikan dengan tepung kering, bolak balik potongan ikan agar tepung kering menempel.
  • Goreng hingga kuning kecoklatan, angkat serta tiriskan.
  • Rebus brokoli dan kentang sampai matang, sajikan di samping ikan dan saus tartar.

2. Ikan patin asam manis

Bahan -bahan yang dibutuhkan

  • 150 gram filet daging ikan patin jambal
  • 1 cangkir tepung terigu
  • 2 butir telur
  • ½ sendok teh lada
  • ½ sendok teh garam
  • Minyak 250 ml

Bahan saus asam manis:

  • 5 sendok makan saus tomat
  • 1 sendok makan saus tiram
  • 3 butir bawang putih digeprek
  • 2 butir bawang merah digeprek
  • ½ buah bawang bombay yang sudah dipotong kasar
  • 5 buah cabai merah keriting, potong serong
  • 1 sendok makan gula
  • ½ sendok teh garam
  • ½ sendok teh lada

Cara membuat ikan filet asam manis

  • Panaskan wajan dan tuang minyak.
  • Potong dadu ikan filet.
  • Campurkan setengah cangkir tepung, lada dan garam.
  • Pecahkan telur dan kocok lepas.
  • Masukkan ikan ke dalam adonan tepung, lalu masukkan ke dalam adonan telur, masukkan lagi ke dalam adonan tepung kering.
  • Goreng ikan ke dalam minyak panas, tunggu sampai warna berubah kuning keemasan.
  • Angkat ikan dan tiriskan.
  • Panaskan wajan kembali, tuang minyak goreng 3 sendok makan.
  • Masukkan bawang merah, bawang putih dan bawang bombay oseng-oseng hingga harum.
  • Masukkan cabai merah dan saus tiram. Aduk hingga rata.
  • Masukkan saus tomat, gula dan garam, aduk hingga hampir mendidih.
  • Masukkan ikan filet goreng. Aduk hingga rata dan siap disajikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit