Ikan dori kian populer sejak makanan khas negeri ratu Elizabeth, fish and chips, masuk ke Indonesia. Ikan bertekstur sangat lembut ini sontak menjadi salah satu makanan kekinian favorit orang Indonesia karena hampir tak berduri dan tentunya bisa dijadikan lauk makan nasi. Penasaran apa manfaat ikan dori, dan cara bikin fish and chips sendiri di rumah?

Ikan dori yang Anda makan bukan si biru teman Nemo

Selama ini Anda mungkin mengira bahwa fillet ikan dori yang biasanya dijadikan menu fish and chips di restoran adalah ikan dory biru di atas. Familiar, ‘kan? Namun perlu diluruskan bahwa ikan dory yang digunakan sebetulnya bukan dory biru yang muncul di film animasi berjudul Finding Nemo.

Ikan biru ini punya nama asli blue tang dan merupakan trah spesies surgeonfish yang tinggal di laut dangkal berair tawar perairan Afrika, Eropa, dan Asia Pasifik. Nyatanya, ikan dory termasuk ikan hias yang tidak bisa dan tidak boleh dimakan karena beracun. Akibatnya bisa fatal buat manusia apabila racun tersebut dikonsumsi berlebihan.

Lalu, apa yang kita biasanya makan? Ikan “dory” yang Anda selama ini pernah makan di restoran atau kafe-kafe kekinian sebetulnya adalah ikan patin yang diimpor dari Vietnam. Berbeda dengan di negara asalnya Inggris. Ikan “john dory” yang biasanya dipasarkan dan diolah menjadi fish and chips di Inggris Raya sebetulnya adalah ikan haddock, sementara fish and chips di Australia dan New Zealand menggunakan ikan dori kerabat dari blue tang yaitu jenis silver dory.

Kebalikan dari ikan blue tang yang tidak boleh dimakan karena beracun, ikan patin, ikan haddock, dan ikan silver dory kerap dibudidayakan sebagai bahan makanan yang aman.

Tapi, ikan patin Vietnam sudah dilarang beredar di Indonesia

Penampilan ikan patin Vietnam berbeda dengan ikan patin hasil budidaya lokal. Ikan patin yang diimpor dari Vietnam berwarna putih bersih, sementara ikan patin lokal berwarna putih sedikit merah muda.

Warna putih ini disinyalir didapat dari proses pemutihan di pabrik yang menggunakan bahan kimia tripolifosfat secara berlebihan sehingga berbahaya untuk kesehatan. Itu kenapa produk fillet dori dari Vietnam kini sudah tidak lagi diperbolehkan masuk ke Indonesia.

Semenjak larangan edar impor patin Vietnam dirilis per 2017, kemungkinan besar ikan “dory” yang selama ini Anda makan adalah patin lokal jenis Jambal dan Nasutus. Namun alangkah lebih baik jika Anda lebih teliti sebelum membeli. Ingat, warna ikan dori lokal alias patin Indonesia tidak sepenuhnya putih bersih bak susu melainkan sedikit ada rona kemerahannya.

Apa saja manfaat ikan ‘dori’?

Setelah meluruskan fakta-faktanya, lantas apa saja manfaat ikan ‘dori’ yang sebetulnya adalah patin dan haddock?

1. Tinggi protein

Ikan merupakan salah satu sumber makanan tinggi protein yang baik bagi tubuh.

Seporsi ikan haddock sebanyak 150 gram mengandung 20,6 gram protein. Angka ini mampu memenuhi kira-kira 40% kebutuhan protein harian tubuh. Kandungan protein dalam ikan patin juga hampir setara, yaitu berkisar antara 13-18 gram per porsinya.

Protein dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan sistem imun, memperbaiki sel tubuh yang rusak, dan meningkatkan massa otot.

2. Kaya omega-3

Patin dan haddock sama-sama termasuk ikan yang mengandung asam omega-3, meski tidak sekaya salmon atau tuna. Asam lemak omega 3 dan turunannya seperti DHA dan EPA berperan penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Melansir dari berbagai sumber, rutin makan ikan tinggi omega-3 dapat mengurangi kadar lemak jahat dan kolesterol dalam darah. Menurut American Heart Association, konsumsi ikan tinggi omega 3 sebanyak 50 gram setiap seminggu sekali bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

Sementara itu, asam lemak omega-3 juga berperan untuk menjaga kesehatan otak. Asupan omega 3 per hari dari makanan sehat dilaporkan dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan depresi.

3. Tinggi vitamin dan mineral

Selain tinggi protein dan omega-3, ikan juga mengandung beragam vitamin dan mineral penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Sebut saja kalsium, vitamin D, vitamin B kompleks, fosformagnesium, kalium, zat besi, natrium, asam folat, zink, tembaga (copper), selenium, dan mangan.

4. Rendah kalori dan lemak

Ketimbang sumber protein hewani lain seperti daging ayam atau sapi, ikan termasuk makanan yang rendah kalori dan lemak jenuh. Setiap 100 gram filet ikan umumnya hanya mengandung 90 kalori. Jadi, ikan adalah pilihan lauk yang baik jika Anda sedang menjalani program penurunan berat badan.

Per 100 gram fillet ikan rata-rata mengandung 4 gram lemak, tapi hanya 1 gram lemak yang berasal dari lemak jenuh. Sisanya merupakan lemak tidak jenuh yang baik untuk mengendalikan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.

Yuk, bikin menu fish and chips sendiri rumah

1. Fish and chips ala restoran

Bahan utama  yang dibutuhkan:

  • 300 gram tepung terigu
  • ½ sendok teh garam
  • ½ sendok teh lada
  • 150 gram fillet ikan ‘dori’ (patin jambal)
  • ½ buah lemon  yang diperas
  • 1 cangkir air
  • 250 gram minyak goreng

Bahan saus lemon:

  • 1 botol mayonaise
  • ½ buah jeruk lemon
  • 2 siung bawang putih
  • Seledri secukupnya yang sudah dicacah halus

Bahan lainnya:

  • 50 gram brokoli
  • 50 gram kentang dipotong kecil

Cara membuat saus tartar

  • Campurkan bahan-bahan seperti mayonaise, perasan lemon, garam, lada,bawang putih, dan seledri
  • Panaskan 1 sendok teh minyak. Tambahkan air sedikit lalu aduk rata hingga mengental

Cara membuat ikan dori

  • Campurkan bahan-bahan seperti 150 gram tepung, garam, lada, lemon dan 1/2 cangkir air.
  • Masukkan ikan ‘dori’ yang sudah dibersihkan dan direndam ke dalam adonan basa
  • Lalu masukkan ikan ‘dori’ yang sudah dilapisi dengan adonan basah ke dalam wadah 150 gram tepung kering. Balur ikan dengan tepung kering, bolak balik potongan ikan agar tepung kering menempel.
  • Goreng hingga kuning kecoklatan, angkat serta tiriskan.
  • Rebus brokoli dan kentang sampai matang, sajikan di samping ikan dan saus tartar

2. Ikan dori asam manis

Bahan -bahan yang dibutuhkan

  • 150 gram fillet daging ikan patin jambal atau kakap putih
  • 1 cangkir tepung terigu
  • 2 butir telur
  • ½ sendok teh lada
  • ½ sendok teh garam
  • Minyak 250 ml

Bahan saus asam manis:

  • 5 sendok makan saus tomat
  • 1 sendok makan saus tiram
  • 3 butir bawang putih digeprek
  • 2 butir bawang merah digeprek
  • ½ buah bawang bombay yang sudah dipotong kasar
  • 5 buah cabai merah keriting, potong serong
  • 1 sendok makan gula
  • ½ sendok teh garam
  • ½ sendok teh lada

Cara membuat ikan fillet asam manis

  • Panaskan wajan dan tuang minyak.
  • Potong dadu ikan filet.
  • Campurkan setengah cangkir tepung, lada dan garam.
  • Pecahkan telur dan kocok lepas.
  • Masukkan ikan ke dalam adonan tepung, lalu masukkan ke dalam adonan telur, masukkan lagi ke dalam adonan tepung kering.
  • Goreng ikan ke dalam minyak panas, tunggu sampai warna berubah kuning keemasan.
  • Angkat ikan dan tiriskan.
  • Panaskan wajan kembali, tuang minyak goreng 3 sendok makan.
  • Masukkan bawang merah, bawang putih dan bawang bombay oseng-oseng hingga harum.
  • Masukkan cabai merah dan saus tiram. Aduk hingga rata.
  • Masukkan saus tomat, gula dan garam, aduk hingga hampir mendidih.
  • Masukkan ikan fillet goreng. Aduk hingga rata dan siap disajikan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca