Mengulik Manfaat Menakjubkan Buah Apel Bagi Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/06/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apel adalah salah satu buah yang paling populer di seluruh dunia. Berbagai penelitian setuju bahwa buah apel memiliki banyak manfaat menakjubkan yang baik untuk tubuh. Bahkan, saking banyaknya manfaat buah ini bagi kesehatan, apel diklaim bisa menjauhkan Anda dari berbagai penyakit. Alhasil, Anda jadi tak perlu sering-sering cek kesehatan ke dokter.

Namun benarkah begitu? Yuk, cek manfaat buah apel selengkapnya dalam ulasan berikut.

Kandungan nutrisi dalam buah apel

Pohon apel berasal dari bagian timur Eropa dan barat daya Asia. Setelah beberapa abad kemudian, tanaman apel tersebar ke seluruh dunia, menghasilkan berbagai varian yang mudah ditemukan baik di pasar tradisional maupun di supermarket.

Tak selalu merah, buah apel juga ada yang berwarna hijau atau kekuningan. Rasa yang ditawarkan dari buah ini pun berbeda-beda. Ada yang manis seperti madu, ada juga yang sepat walau sudah matang. Apa pun warna dan rasanya, buah apel tetap mengandung nutrisi tinggi yang baik untuk tubuh Anda.

Ya, apel faktanya tinggi serat, vitamin C, dan berbagai macam antioksidan. Satu buah apel diketahui mengandung 95 kalori, yang sebagian besarnya berasal dari kandungan karbohidrat di dalamnya. Meski tinggi kalori, apel merupakan buah yang bebas lemak, natrium, dan kolesterol. Buah ini juga kaya air karena 86 persen kandungan apel adalah air.

Manfaat buah apel bagi kesehatan

Konsumsi apel setiap hari dapat membantu meningkatkan kesehatan Anda karena kandungan serat, vitamin, fitonutrien, serta antioksidan di dalamnya. Kandungan nutrisi di dalam buah apel juga bisa mencegah Anda dari berbagai penyakit, dan tentunya menjauhkan Anda dari keharusan berkunjung ke dokter karena sakit.

Secara umum, berikut manfaat buah apel bagi kesehatan:

1. Mencegah kanker

pasien kanker sulit tidur

Warna merah yang mendominasi sebagian besar jenis apel ternyata bukan tanpa manfaat. Warna merah ini disebabkan adanya antosianin, sejenis fitonutrien (senyawa kimia unik yang hanya terdapat pada tumbuhan) yang dapat memberikan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh.

Antosianin memiliki sifat antiradang dan antikanker. Beberapa studi yang sudah dilakukan dengan hewan menunjukkan bahwa fitonutrien dalam apel dapat membantu melindungi tubuh dari kanker paru dan kanker usus. Salah satu flavonol yang ditemukan di apel juga dapat mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kanker pankreas.

Studi lainnya, yang diterbitkan dalam jurnal akademik Annals of Oncology menemukan bahwa rutin mengonsumsi 1 buah apel atau lebih setiap hari dapat menurunkan risiko terkena kanker kanker kolorekteral sebanyak 20 persen dan kanker payudara sebesar 18 persen. Meski begitu, masih dibutuhkan banyak penelitian lainnya untuk memastikan manfaat buah apel dalam melawan sel kanker.

Antosianin juga berperan dalam menjaga kesehatan penglihatan dan membantu mencegah penurunan fungsi saraf yang disebabkan oleh usia tua.

2. Mengendalikan gula darah

cek kadar gula darah

Satu apel matang ukuran sedang mengandung sekitar 4 gram serat, atau sekitar 17 persen dari asupan harian serat yang direkomendasikan. Serat yang terkandung dalam apel ada yang bersifat tidak larut dan larut.

Serat larut yang disebut pektin dalam buah apel dikaitan dengan banyak manfaat kesehatan untuk tubuh. Salah satunya adalah membantu mengendalikan kadar gula dalam darah. Hal ini karena pektin bekerja sama dengan komponen fitonutrien dalam apel untuk mengontrol kadar lemak serta kadar gula dalam darah.

Makanan yang tinggi serat juga cenderung lebih mengenyangkan sehingga dapat membantu menurunkan berat badan. Memiliki pencernaan yang sehat, kadar lemak dan gula darah yang terkontrol, serta berat badan yang ideal dapat mengurangi risiko Anda mengidap penyakit degeneratif di kemudian hari.

3. Menangkal radikal bebas

Radikal bebas, si penyebab kanker

Antioksidan berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama karena fungsinya untuk menangkal efek buruk radikal bebas. Kita bisa mendapat radikal bebas dari sisa metabolisme dalam tubuh dan juga dari berbagai polutan yang terdapat dalam makanan, udara, bahkan sinar matahari.

Radikal bebas sendiri berbentuk dari molekul yang jumlah elektronnya tidak stabil sehingga bersifat sangat reaktif dan merusak sel sehat di sekitarnya. Sel-sel sehat yang dipengaruhi oleh radikal bebas akan menghancurkan dirinya sendiri sehingga memicu terjadinya penyakit-penyakit yang berbahaya bagi tubuh.

Nah, di sinilah peran antioksidan dibutuhkan. Antioksidan berfungsi sebagai pendonor elektron untuk menetralkan sifat reaktif dari radikal bebas sehingga mencegah rusaknya sel.

Menurut penelitian yang dilakukan di Food Science and Toxicology Department Ithaca New York, antioksidan yang terdapat dalam satu buah apel setara dengan antioksidan yang terdapat dalam 1500 mg vitamin C. Makanlah apel bersama kulitnya, karena kebanyakan antioksidan yang terdapat pada apel berada di kulitnya.

4. Mengandung banyak vitamin baik

nutrisi kulit

Apel kaya akan kandungan vitamin C, vitamin B6, dan vitamin B1. Satu buah apel berukuran sedang (kira-kira 180 gram) mengandung 8,4 mg vitamin C.

Vitamin C membantu sintesis kolagen, suatu komponen penting yang terdapat dalam tendon, ligamen, pembuluh darah, hingga kulit. Selain itu, vitamin C berfungsi untuk memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak, terutama jaringan tulang dan gigi. Vitamin C juga bekerja sebagai antioksidan yang dapat menangkal efek buruk radikal bebas.

Sementara vitamin B6 dalam tubuh berfungsi untuk membantu tubuh membentuk neurotransmiter, senyawa yang bertugas menyampaikan sinyal antar saraf. Vitamin B6 juga dibutuhkan untuk pembentukan hormon serotonin dan norepinefrin. Kedua hormon ini berperan dalam menjaga jam biologi tubuh. Tanpa vitamin B6, tubuh kita akan kesulitan menyerap vitamin B12 sehingga dapat menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi sel imun dan sel darah merah dengan baik.

Terakhir, vitamin B1 atau disebut juga tiamin, dikenal sebagai vitamin anti stres karena fungsinya yang dapat memaksimalkan kerja sistem imun dan meningkatkan fungsi tubuh dalam hal mengatasi stres. Vitamin B1 juga berperan dalam suatu reaksi metabolik dan membantu tubuh memproduksi ATP, yaitu sumber energi bagi tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Gemar berlari sebagai olahraga utama? Cek ragam tips meminimalisasi risiko terserang penyakit saat lari di luar ruang di masa new normal, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nokturia adalah

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kesehatan kandung kemih

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit