Penyebab Malnutrisi (Kurang Gizi) Pada Lansia Sekaligus Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Lansia sangat rentan mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi. Oleh karena itu, makan makanan sehat menjadi hal yang sangat penting seiring dengan bertambahnya usia. Saat lansia mengalami malnutrisi, kondisi kesehatannya akan menurun dan rentan terserang penyakit. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menurunkan kualitas hidupnya. Untuk itu, yuk cegah malnutrisi pada lansia dengan cara berikut ini.

Mengapa lansia rentan mengalami kekurangan gizi?

penyebab lansia susah makan

Penuaan membuat tubuh mengalami berbagai perubahan dari mulai kehilangan otot, kulit yang lebih tipis, hingga lebih sedikit asam lambung. Dikutip dari penelitian yang diterbitkan dalam Scandinavian Journal of Gastroenterology, hal ini biasanya disebabkan oleh penyakit gastritis atopik.

Saat seseorang memiliki penyakit ini maka asam lambung yang dihasilkan akan terus menurun. Kondisi ini membuat penyerapan nutrisi tertentu seperti vitamin B12, kalsium, zat besi, dan magnesium pun akan menurun. Padahal, semakin tua Anda semakin butuh banyak zat gizi agar tubuh tetap bisa melaksanakan fungsinya dengan baik.

Namun, meski zat gizi yang dibutuhkan semakin banyak, lansia memiliki kebutuhan kalori yang lebih rendah dari orang yang lebih muda. Hal ini tak jarang menjadi salah satu penyebab mengapa lansia mengalami malnutrisi. Pasalnya, ia butuh nutrisi yang sama banyaknya tapi di sisi lain harus makan lebih sedikit kalori.

Selain itu, masalah lainnya yang menyebabkan malnutrisi pada lainnya yaitu berkurangnya kemampuan tubuhnya untuk mengenali rasa lapar dan haus. Akibatnya, lansia sering kali mengalami penurunan berat badan yang tak disengaja karena hal ini.

Masalah nafsu makan yang terus menurun karena indera perasa dan penciuman yang semakin sensitif mencium bau makanan juga menjadi salah satu penyebabnya. Tak hanya itu, berbagai gangguan kondisi yang dialami seperti disfagia (susah menelan) juga membuat lansia menjadi tak memiliki nafsu untuk makan.

Cara mencegah malnutrisi pada lansia

pola makan lansia

Berikut berbagai cara mencegah malnutrisi pada lansia yang bisa Anda lakukan, yaitu:

Berikan makan makanan bergizi tinggi

Sebagai orang yang mengurus lansia, Anda wajib memberikan makan makanan bergizi tinggi. Coba tanyakan pada orang tua Anda kira-kira olahan masakan apa yang ingin dimakannya. Hal ini dilakukan sebagai usaha agar nafsu makannya meningkat. Usahakan untuk memberikan makanan dengan gizi seimbang tanpa melebihi kalori yang dibutuhkan.

Anda bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah atau roti tawar biasanya dengan roti gandum. Jangan lupa selalu sediakan sayur dan buah dalam setiap menu makannya. Agar nafsu makannya tetap terjaga, Anda juga perlu kreatif dalam mengolah makanan agar orang tua tak lekas bosan.

Berikan suplemen

Suplemen membantu menyediakan nutrisi tambahan yang tidak didapatkan dari makanan. Selain itu, suplemen juga membantu mencukupi kebutuhan zat gizi tanpa melebihi batas kalori yang seharusnya. Akan tetapi, usahakan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter mengenai suplemen yang cocok.

Memberikan camilan sehat di antara waktu makan

Agar tak terjadi malnutrisi pada lansia, coba cegah dengan memberikan camilan sehat di antara waktu makannya. Buah, jus, dan berbagai makanan sehat lainnya bisa menjadi alternatif camilan sehat yang bisa Anda berikan. Anda juga bisa menanyakan kira-kira camilan seperti apa yang ingin dimakannya agar sesuai selera.

Ajak berolahraga

Olahraga tak hanya menyehatkan badan tetapi juga membantu merangsang nafsu makan orang terkasih Anda. Pasalnya, olahraga meskipun ringan akan membakar kalori tubuh dan merangsang rasa lapar. Jalan kaki menjadi salah satu olahraga santai yang bisa dilakukan bersama-sama dengan orang tua Anda.

Rencanakan Kegiatan Sosial

Jadikan waktu makan dan berolahraga menjadi kegiatan sosial. Dorong orang tua Anda bertemu tetangga atau teman untuk makan siang. Dengan bersosialisasi mungkin orang tua Anda akan lebih bersemangat saat menyantap makanan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

Osteoporosis

Osteoporosis adala kondisi tulang mengalami pengeroposan secara berkelanjutan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, dan pencegahannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Bakteri tak selalu jahat. Bakteri baik berperan menjaga kesehatan orang lanjut usia. Simak penjelasan dan peran bakteri baik alias probiotik untuk lansia.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik
Nutrisi, Hidup Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Camilan Sehat yang Aman untuk Orang Diabetes

Punya diabetes bukan berarti tidak boleh ngemil, lho! Ganti keik cokelat favorit Anda dengan camilan yang lebih sehat dan aman untuk penderita diabetes.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cemilan bayi

Aneka Pilihan Camilan dan Finger Food untuk Bayi yang Bergizi Tinggi dan Lezat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
anemia defisiensi besi

Anemia Defisiensi Besi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Konten Bersponsor
mencegah osteoporsis usia lanjut

Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit