Ini Daftar Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dimakan Saat Cuci Darah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Biasanya cuci darah dilakukan ketika seseorang telah mengalami gagal ginjal. Artinya ginjal sudah tidak dapat melakukan tugasnya lagi untuk mencuci darah yang ada di dalam tubuh. Maka dari itu, cuci darah dilakukan dengan bantuan alat khusus. Ada beberapa pantangan dan anjuran makanan yang harus dipatuhi selama cuci darah berlangsung, hal ini tentu berhubungan dengan kesehatan ginjal pasien. Lantas, apa saja makanan yang dianjurkan dan dipantang saat cuci darah?

Makanan yang harus dikonsumsi saat cuci darah

Makanan yang tepat akan membantu menjaga kesehatan pasien yang sedang menjalani cuci darah. Maka dari itu, berikut adalah beberapa jenis makanan yang harus dikonsumsi lebih banyak ketika cuci darah dilakukan:   

1. Makanan berkalori tinggi

Pasien yang menjalani cuci darah memerlukan asupan kalori yang cukup tinggi. Hal ini untuk membuat tubuh tetap kuat selama menjalani pengobatan. Selain itu, ketika melakukan cuci darah, pasien lebih rentan untuk mengalami penurunan berat badan. Maka dari itu, sebaiknya asupan makanan yang diberikan adalah makanan padat.

Masing-masing pasien akan memiliki kebutuhan kalori yang berbeda, jadi lebih baik jika Anda berkonsultasi pada dokter dan ahli gizi Anda.

2. Makanan tinggi protein

Pasien yang sedang menjalani cuci darah membutuhkan protein lebih banyak ketimbang dengan orang yang sehat. Hal ini untuk mencegah pasien mengalami kekurangan protein saat cuci darah berlangsung. Pasalnya, proses pencucian darah menggunakan alat khusus ini membuat jumlah protein di dalam tubuh menurun drastis.

Bila protein tidak segera digantikan, maka tubuh akan mengalami gangguan fungsi organ lainnya. Di dalam tubuh, protein berperan dalam membangun serta memperbaiki sel-sel, termasuk otot. Jadi, saat Anda kekurangan protein, maka berat badan akan sangat menurun dan massa otot akan hilang.

Untuk pasien yang menjalani cuci darah, maka asupan sumber protein yang harus dikonsumsi tubuh adalah sebesar 1-1,2 gram/kg berat badan. Ini berarti, misalnya saja Anda memiliki berat badan 60 kg, maka dalam satu hari protein yang harus didapatkan adalah sebanyak 60-72 gram. Untuk mengetahui porsi yang tepat, sebaiknya konsultasikan hal ini pada ahli gizi Anda karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda. 

Makanan yang dipantang saat cuci darah

Jenis makanan yang sebaiknya dihindari ketika melakukan cuci darah adalah makanan yang dapat mengganggu atau memperberat kerja ginjal, seperti makanan yang mengandung kalium, fosfor, serta natrium (garam).

1. Makanan dengan natrium tinggi

Bisa dibilang, natrium adalah salah satu musuh yang harus diwaspadai ketika Anda memiliki gangguan ginjal. Saat kadar natrium tinggi, maka sel-sel di dalam tubuh akan menyerap lebih banyak cairan, seperti sponge. Ketika hal itu terjadi, maka tekanan darah akan naik dan akhirnya berdampak pada ginjal Anda.

Maka dari itu, pasien dengan gangguan fungsi ginjal sudah tidak boleh lagi diberikan tambahan garam ke dalam makanannya. Namun, sayangnya natrium tak hanya ada di dalam garam saja, hampir semua makanan kemasan dan olahan mengandung natrium di dalamnya. Jadi, mulai sekarang lebih baik hindari semua makanan dan minuman kemasan.

2. Makanan tinggi kalium

Di dalam tubuh, kalium dapat memengaruhi kerja jantung dan saat cuci darah terjadi, kadar kalium dapat meningkat dan akhirnya berdampak pada jantung. Terlalu banyak makan makanan berkalium tinggi hanya akan membahayakan kesehatan jantung dan dapat berdampak fatal. Jadi, Anda harus menghindari makanan yang mengandung kalium tinggi seperti:

  • Kacang-kacangan
  • Kelapa dan produk berbahan kelapa
  • Gula merah, sirup maple
  • Buah-buahan, seperti melon, pisang, dan jeruk
  • Sayuran, seperti bayam, sawi, tomat, dan labu

Hampir sebagian dari sayur-sayuran mentah memiliki kandungan kalium di dalamnya. Jadi, lebih baik Anda memilih sayur yang sudah matang saja, karena proses pemasakan akan mengurangi kadar kalium pada sayur.

3. Makanan tinggi fosfor

Ketika fungsi ginjal menurun, maka kadar fosfor secara ototmatis akan meningkat di dalam darah. Maka saat hal ini terjadi, kalsium secara spontan akan dikeluarkan dari tulang yang kemudian membuat kesehatan tulang terganggu. Selain itu, adanya kalsium fosfatase (ikatan kalsium dengan fosfor) dalam darah, akan menimbulkan gejala seperti nyeri pada sendi hingga gatal-gatal di permukaan kulit. Makanan yang tinggi fosfor dan harus dihindari adalah:

  • Makanan laut seperti ikan sarden.
  • Makanan kalengan dan olahan, seperti sosis, nuget, dan kornet.
  • Susu dan produk susu
  • Kacang-kacangan
  • Sereal dan oat
  • Jeroan

Baca Juga:

Sumber