Hati-hati, Makanan dan Minuman Kaleng Bisa Menaikkan Tekanan Darah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Makanan atau minuman kaleng mungkin sudah menjadi salah satu pilihan makanan dan minuman Anda. Makanan dan minuman ini dapat dengan mudah Anda temukan di mana saja, supermarket maupun minimarket. Penyajiannya yang praktis dan rasanya yang lezat membuat Anda ingin terus membelinya.

Eits… tapi tunggu dulu, makanan dan minuman dalam kaleng ini juga dapat membahayakan kesehatan Anda. Salah satu dampaknya adalah dapat meningkatkan tekanan darah. Bagaimana bisa?

Kandungan bahan dalam makanan dan minuman kaleng

Garam, gula, dan pengawet merupakan beberapa bahan yang sengaja ditambahkan dalam makanan dan minuman kaleng. Tak heran, beberapa makanan dan minuman kaleng mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Hal ini tentu dapat membawa dampak buruk bagi Anda yang mempunyai tekanan darah tinggi (hipertensi).

Selain garam, gula juga merupakan kandungan yang harus diwaspadai bagi penderita tekanan darah tinggi. Kelebihan asupan gula dalam diet (khususnya gula fruktosa yang biasa ditemukan dalam makanan/minuman kaleng) dapat mengembangkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Kelebihan asupan gula juga berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes mellitus tipe 2, yang juga berhubungan dengan penyakit jantung.

Untuk itu, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman kaleng, terlebih bagi Anda yang sudah mempunyai tekanan darah tinggi. Sebaiknya baca label pada kemasan makanan atau minuman. Periksa, berapa jumlah kandungan garam, gula, dan pengawet dalam makanan atau minuman kaleng tersebut. Jika masih berjumlah sedikit, Anda masih bisa mengonsumsinya dalam jumlah terbatas.

Bahaya kandungan BPA dalam makanan/ minuman kaleng

Kandungan BPA yang bisa ditemukan dalam kaleng maupun wadah plastik juga dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah. BPA (Bisphenol-A) merupakan bahan kimia yang sering digunakan dalam kemasan makanan, seperti kaleng. Dan, kandungan BPA dalam kaleng ini dapat berpindah dari lapisan kaleng ke dalam makanan, sehingga dapat membahayakan kesehatan.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi satu porsi sup kaleng dalam sehari selama lima hari dapat mengalami peningkatan lebih dari 1000% BPA dalam urin. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal JAMA pada tahun 2011.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Hypertension dari American Heart Association  mengungkapkan bahwa konsumsi makanan atau minuman yang dikemas dalam kaleng mengandung lapisan BPA dapat meningkatkan tekanan darah. Peneliti menemukan bahwa minum dua minuman kaleng dapat meningkatkan tekanan darah sistolik sebesar 5 mmHg.

Menurut Dr. Yun-Chul Hong, pemimpin penelitian tersebut, BPA dapat bertindak seperti hormon estrogen dan berinteraksi dengan sel-sel di jantung dan pembuluh darah yang sensitif terhadap estrogen. Sehingga, BPA yang bercampur dengan makanan dan masuk ke dalam tubuh Anda dapat meningkatkan tekanan darah.

Selain meningkatkan tekanan darah, BPA juga telah dikaitkan dengan masalah perilaku, obesitas, diabetes mellitus tipe 2, kanker payudara, kanker prostat, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk membatasi paparan terhadap BPA. Cara terbaik adalah dengan membatasi konsumsi makanan kaleng atau makanan dalam wadah plastik. Jika Anda suka membawa botol air minum atau kotak bekal dari plastik, sebaiknya pilih botol air minum atau kotak bekal dari bahan plastik yang bebas BPA (BPA-free).

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 24, 2017 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca