6 Cara Tepat Memasak Ikan Salmon Agar Nutrisinya Tetap Terjaga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 4 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Memasak ikan salmon bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, tekstur ikan salmon cenderung lunak sehingga lebih mudah hancur daripada jenis ikan yang lain. Jika dimasak dengan cara yang tidak tepat, kandungan gizi pada ikan salmon dapat berkurang atau bahkan malah menambah jumlah lemak di dalamnya. Lantas, bagaimana cara memasak salmon yang tepat? Berikut penjelasannya.

    Cara memasak salmon yang benar supaya kandungan gizinya tidak hilang

    Ikan salmon dikenal sebagai raja ikan di antara jenis ikan lainnya. Pasalnya, ikan yang satu ini mengandung banyak nutrisi penting yang bermanfaat untuk kesehatan.

    Salah satunya kandungan omega-3 yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Dilansir dari WebMD, setiap satu porsi ikan salmon mengandung 1,2 sampai 1,9 gram asam lemak omega-3. Itu sebabnya, American Heart Association menganjurkan untuk makan ikan berlemak, terutama ikan salmon, minimal dua porsi seminggu untuk meraup manfaatnya.

    Selain itu, ikan salmon juga kaya vitamin dan mineral, di antaranya vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, selenium. Salmon juga mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi sistem kekebalan tubuh dari berbagai penyakit. Karena nilai gizinya begitu besar, Anda tentu tidak ingin kehilangan manfaatnya, bukan?

    Sebagai solusinya, Anda perlu tahu cara memasak salmon yang tepat supaya kandungan nutrisinya tetap terjaga. Berikut ini adalah cara memasak salmon yang bisa Anda pilih, di antaranya:

    1. Dibakar

    Ikan salmon sangat cocok dimasak dengan cara dibakar. Dibandingkan dengan jenis ikan lainnya, daging salmon yang lunak akan lebih cepat matang dan tidak mudah hancur saat dimasak.

    Selain itu, ikan salmon yang dipanggang dinilai lebih sehat karena Anda tak perlu menambahkan banyak lemak tambahan, kecuali sedikit minyak untuk mengolesi panggangan. Maka itu, cukup panggang salmon selama 10 sampai 15 menit untuk menghasilkan tekstur yang gurih.

    Agar rasanya lebih juicy dan lezat, berikan sedikit perasan jeruk nipis di atas daging salmon saat memanggangnya. Jangan lupa tambahkan beberapa jenis sayuran seperti timun atau paprika supaya asupan gizinya semakin maksimal.

    2. Direbus

    memasak salmon rebus

    Salah satu cara mudah memasak salmon adalah dengan direbus. Ya, Anda hanya tinggal menenggelamkan potongan daging salmon ke dalam panci berisi air dan merebusnya selama 10 menit hingga matang.

    Selain direbus dengan air, Anda juga bisa merebusnya dengan kaldu sayur atau tambahan bumbu-bumbu favorit Anda. Hasilnya, Anda akan mendapatkan daging salmon yang lembut sekaligus lezat untuk disantap.

    Jika sudah matang, tambahkan salad kentang dan beberapa batang asparagus sebagai pelengkap. Ikan salmon rebus Anda kali ini dijamin akan semakin lezat dan menggugah selera.

    3. Dipanggang

    memasak salmon panggang

    Baik dalam bentuk daging salmon utuh atau yang sudah dipotong, keduanya sama-sama cocok dimasak dengan cara dipanggang. Metode memasak yang satu ini sangat menyehatkan, sebab Anda tidak perlu menambahkan asupan lemak atau kalori ke dalam daging ikan salmon.

    Proses pemanggangan ikan salmon cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama daripada metode memasak lainnya, yaitu 20 sampai 39 menit dalam oven, tergantung dari suhu panggangan. Gunakan sedikit minyak zaitun dan perasan jeruk nipis ke atas daging salmon supaya rasanya lebih lezat dan sehat.

    Jika sudah matang, sajikan salmon panggang buatan Anda dengan irisan kubis dan kacang kenari. Rasanya dijamin akan semakin lezat dan membuat Anda ingin menyantapnya lagi dan lagi.

    4. Diasap

    Menu salmon asap bisa disajikan sebagai camilan atau makanan utama. Pertama-tama, Anda perlu menambahkan racikan bumbu favorit ke atas daging salmon, kemudian biarkan selama beberapa saat sampai bumbunya meresap sempurna. Setelah itu, barulah Anda bisa memasak ikan salmon dengan cara diasap sebagai sajian makan malam Anda dan keluarga.

    Namun, salmon asap cenderung tidak mengandung banyak asam lemak omega-3 seperti pada salmon segar atau salmon kalengan. Maka itu, sebelum Anda membeli salmon asap dalam kemasan, selalu perhatikan kandungan gizi pada label kemasan.

    5. Salmon kalengan

    Anda mungkin takut kalau makanan kalengan tidak cukup memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Apalagi kalau makanan tersebut mungkin sudah ditambahkan bahan pengawet yang tidak baik untuk tubuh.

    Eits, tunggu dulu. Nyatanya, ikan salmon kalengan justru menjadi salah satu sumber nutrisi yang baik seperti olahan daging salmon lainnya. Sebab, kualitas ikan salmon kalengan tidak akan menurun dalam waktu seminggu, sekalipun Anda lupa memasaknya. Ini artinya, nutrisi pada ikan salmon kalengan akan tetap terjaga selama Anda menyimpannya dengan cara yang tepat.

    Kunci untuk menjaga kandungan nutrisi pada ikan salmon kaleng adalah dengan memilih bahan-bahan yang tepat. Caranya, campur salmon kalengan dengan bahan-bahan makanan yang segar, seperti roti gandum, selada, dan irisan tomat. Hindari menambahkan mayonaise atau keju agar tidak menambah asupan kalori pada menu salmon Anda.

    6. Salmon mentah

    memasak salmon mentah

    Bagi Anda pecinta sushi atau sashimi, ada kabar baik untuk Anda. Pasalnya, salmon yang masih segar alias mentah nyatanya mengandung asam lemak omega-3 yang cukup tinggi. Selain itu, rasanya pun lebih segar dan lezat walaupun dimakan mentah-mentah.

    Namun, sebelum Anda menyantap daging ikan salmon mentah, pastikan daging salmon sudah dalam keadaan bersih dan masih segar. Pilihlah salmon yang berkualitas tinggi dan potong dengan cara yang benar. Daging salmon yang tidak dipotong dengan benar akan melunturkan rasa manis alami pada salmon, bahkan membuatnya terasa amis saat dimakan.

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Antara Dada dan Paha Ayam, Mana yang Lebih Banyak Gizinya?

    Paha ayam lebih murah dan lebih mudah untuk diolah. Di sisi lain, dada ayam lebih ekonomis karena dagingnya lebih banyak. Bagaimana dari sisi kesehatannya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Nutrisi, Hidup Sehat 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

    Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Nutrisi, Hidup Sehat 30 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit

    13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

    Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juli 2020 . Waktu baca 12 menit

    Kandungan Nutrisi dan Manfaat Ikan Dori Lokal (Patin), Plus Resep Sehatnya untuk Variasi Menu Makan

    Suka makan fillet ikan dori goreng di kafe-kafe kekinian? Psst... Tahu tidak kalau sebenarnya ikan dori itu tidak boleh dimakan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Nutrisi, Hidup Sehat 19 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    wanita aktif karena rutin berolahraga dan mengonsumsi suplemen cegah osteoporosis

    Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    Konten Bersponsor
    lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik

    Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    multivitamin gummy dewasa

    Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    diet tinggi serat

    Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit