Ikan Tuna Atau Ikan Salmon, Mana yang Lebih Sehat?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ikan tuna dan ikan salmon, keduanya merupakan sumber makanan yang mengandung banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Selain mengandung omega-3 yang tinggi, ada banyak nutrisi lain yang tidak kalah penting di dalam tuna dan salmon, salah satunya adalah protein. Kandungan kolesterol di dalam kedua ikan ini pun rendah.

Karen Ansel, R.D., juru bicara untuk Academy of Nutrition and Dietetics, mengatakan bahwa salmon dan tuna merupakan ikan terbaik untuk dimasukkan ke dalam menu makanan Anda Namun, meskipun proteinnya sama-sama tinggi, ada perbedaan kalori dalam kedua ikan tersebut, seperti dikutip dari Muscle and Fitness.

“Salmon bisa memiliki kalori lebih banyak. Tapi untuk Anda yang aktif, ini bukan hal buruk. Untuk ekstra 16 kalori per porsi salmon, Anda juga mendapatkan lemak jantung sehat, kira-kira seperti kalsium dalam segelas susu, dan jumlahnya sama dengan vitamin D yang dibutuhkan setiap hari, yang hampir tidak bisa ditemukan pada makanan lain, termasuk tuna,” jelas Karen.

Bukan itu saja perbedaan antara dua ikan yang juga lezat disantap sebagai sashimi ini. Berikut perbandingan lengkapnya seperti dikutip dari MensHealth:

Mana yang memberi lebih banyak energi?

Ikan salmon: Setiap 200 gram ikan ini akan memberi Anda vitamin B6 dan B12, yang membantu Anda melepaskan energi dari setiap makanan yang Anda makan. Jadi ketika Anda makan salmon sashimi, banyak sekali energi yang akan Anda dapat.

Ikan tuna: Tuna memberikan energi yang berasal dari kalori per gram berat ikan tersebut. Tapi ikan salmon lebih banyak memiliki kalori, yaitu 1.4 kalori.

Mana yang lebih baik untuk otot?

Ikan salmon: Para peneliti yang melakukan studi dari Texas A&M University mengatakan protein bukanlah satu-satunya bahan untuk kesehatan otot. Faktanya, para pria yang mengonsumsi kolesterol dalam jumlah sedang bisa membentuk otot lebih baik dari yang mengonsumi makanan kolesterol rendah. Para peneliti memiliki pandangan bahwa kolesterol bisa memperbaiki otot. Kandungan kolesterol salmon yaitu 55mg, berbeda dengan tuna yang mengandung 44mg.

Ikan tuna: 100 gram tuna akan memberikan Anda protein seberat 23,4 gram, dibandingkan dengan salmon yang hanya 19,8 gram. Itulah mengapa tuna lebih memiliki kualitas dalam memberikan asupan protein bagi otot dibandingkan salmon. Tuna sendiri, sebagai ikan laut, merupakan ikan yang paling banyak memiliki protein.

Mana yang lebih efektif untuk pemulihan tubuh?

Ikan salmon: Setiap 100 gram salmon memiliki kandungan omega-3 sebesar 2,018 mg dibandingkan tuna yang hanya memiliki 243 mg. Studi dari European Journal of Clinical Nutrition menemukan asam lemak ini membantu untuk merendahkan peradangan, yang akan membuat pemulihan Anda lebih efektif.

Ikan tuna: Seperti dilaporkan FDA, ikan tuna memiliki merkuri 27 kali lebih banyak dibandingkan salmon. Jadi, pengolahannya biasanya makan waktu lebih lama untuk menghilangkan merkuri dan mungkin saja banyak nutrisinya yang hilang selama proses tersebut.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

    Tahukah Anda jika cara makan sayuran dan penyajiannya tidak tepat, membuat sayur jadi sulit dicerna tubuh. Simak tips berikut untuk mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Pencernaan, Konstipasi 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    4 Alternatif Sehat Pengganti Kopi di Pagi Hari

    Tahukah Anda bahwa minum kopi sebaiknya tidak dilakukan di pagi hari? Lalu apa yang bisa jadi alternatifnya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Tips Makan Sehat, Nutrisi 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Penyebab dan Faktor Risiko Batu Ginjal Berdasarkan Jenisnya

    Batu ginjal sebenarnya bisa dihindari, salah satunya dengan menjaga makanan. Apa saja makanan yang berpotensi membentuk batu ginjal?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Urologi, Ginjal 31 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

    5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sarapan

    Nasi uduk atau donat mungkin menjadi pilihan sarapan Anda. Sayangnya,keduanya termasuk sarapan tidak sehat. Yuk, cek makanan yang harus dihindari pagi hari.

    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Tips Makan Sehat, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

    Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    zat aditif adalah msg

    Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    makan telur mentah

    Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    makanan untuk penderita maag makanan untuk penderita asam lambung

    11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit