Apakah Sushi Termasuk Makanan Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda salah satu yang gemar makan sushi? Dari sederet makanan khas Jepang, sushi bisa dibilang yang paling populer. Hal tersebut dibuktikan dari menjamurnya kedai sushi yang bisa dengan mudahnya ditemui di mall ataupun pusat perbelanjaan lainnya dari sekian banyak jenis makanan Jepang. Makanan berbahan ikan mentah ini menjadi salah satu makanan favorit di kalangan masyarakat Indonesia karena “katanya” mengandung banyak gizi dan nutrisi di dalamnya.

Apakah makan sushi benar-benar menyehatkan?

Sushi terdiri dari nasi yang digulung bersama ikan mentah, sayuran, dan rumput laut atau biasa disebut nori. Jadi jangan heran jika secara keseluruhan, sushi memang termasuk makanan sehat. Kandungan potein, yudium, vitamin, mineral, dan lemak omega-3 yang ada di ikan, udang, kepiting, sayuran, dan nori nyatanya sangat baik untuk kesehatan karena dibutuhkan agar otak dan tubuh Anda berfungsi optimal.

Namun, seiring berkembangnya inovasi dalam pembuatan sushi, beragam variasi rasa dan menu sushi nampaknya harus dikaji lagi manfaatnya untuk tubuh. Itu sebabnya bagi Anda yang gemar makan sushi harus berhati-hati. Sayuran dan rumput laut memang tercatat sebagai makanan rendah kalori, namun cara penyajian sushi yang digoreng dan menggunakan campuran krim, keju, mayonaise, membuat satu roll sushi mengandung 500-600 kalori dan mengandung banyak lemak.

Selain itu, ukurannya yang kecil memungkinkan Anda untuk melahapnya berkali-kali jika belum merasa cukup kenyang. Itu sebabnya, tergantung jenisnya, sushi menjadi makanan yang tidak lagi menyehatkan.

Beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan saat makan sushi

Berikut beberapa hal yang bisa berpotensi jadi risiko akibat makan sushi jika dikonsumsi terlalu banyak atau tidak dengan hati-hati:

1. Kandungan garam yang tinggi

Salah satu kelemahan utama sushi adalah kandungan natriumnya yang relatif tinggi. Kandungan nutrisi dalam sushi sebenarnya bergantung dari jenis sushi yang Anda konsumsi. Pasalnya, ada beberapa jenis sushi yang mengandung sodium dalam jumlah banyak. 

Normalnya, asupan garam seharusnya 2.300 mg dalam satu hari. Ini berarti seseorang dapat mengonsumsi sekitar satu sendok teh garam setiap hari. Namun, saat Anda mengonsumsi nigiri sushi yang berisi salmon, tuna atau udang, kandungan garamnya sebanyak 1/4 gram, sementara california roll hampir 1/2 gram.

Jika makan empat california roll dan empat nigiri sushi, Anda sudah mengonsumsi 1/2 dari kebutuhan garam per hari. Belum lagi bila Anda menambahkan kecap asin atau shoyu. Kelebihan konsumsi garam membuat seseorang berisiko tinggi terkena hipertensi.

2. Memakai gula tambahan

Bahan utama yang digunakan untuk membuat sushi adalah nasi putihApakah Anda pernah heran mengapa nasi sushi rasanya enak? Ternyata nasi putih yang ada dalam sushi umumnya sudah mengalami banyak proses pengolahan sehingga kemungkinan besar sudah berkurang kadar vitamin, mineral dan seratnya.

Nasi untuk sushi juga mengandung satu sendok gula tambahan per cangkir nasi yang telah dicampur dengan cuka Jepang, gula dan garam agar rasanya lebih nikmat. Nah, setiap satu gulungan sushi berisi sekitar satu cangkir nasi putih di dalamnya. Jadi, nasi dalam satu gulung sushi saja mengandung 240 kalori. Itu sebabnya, mengonsumsi banyak gulungan sushi yang mengandung nasi bisa menaikkan kadar gula darah dalam tubuh. 

3. Kandungan merkuri tinggi

Beberapa jenis ikan, termasuk salmon dan tuna yang banyak dipakai untuk bahan sushi, memiliki kandungan merkuri yang tinggi yang berbahaya untuk kesehatan. Anjuran konsumsi ikan laut sebaiknya tidak lebih dari 150 gram per minggu. Oleh karenanya, batasi jumlah konsumsi sushi dengan ikan mentah, khususnya untuk wanita hamil

Bagaimana cara sehat makan sushi?

Meskipun pada kenyataannya makan sushi memiliki beberapa risiko kesehatan karena kandungan di dalam bahannya, Anda masih bisa menikmati sushi dengan cara yang lebih sehat. Berikut tips yang bisa Anda coba:

  • Sashimi merupakan pilihan yang lebih sehat dan rendah kalori untuk makan sushi. Tuna dan salmon mentah memiliki protein yang tinggi, asam lemak omega-3, vitamin juga mineral serta tidak mengalami proses pengolahan yang rumit. Sehingga gizinya masih asli.
  • Gunakan bahan pencelup sushi seperti shoyu, saus miso, dan bubuk cabai sedikit saja – hanya sebagai penguat rasa. Pasalnya, bahan tersebut bisa membuat asupan sodium berlebihan masuk ke dalam tubuh.
  • Hindari makan sushi yang memiliki topping mengandung banyak lemak dan kalori, seperti mayonaise, keju, tempura, dan bahkan sushi goreng. Apabila Anda benar-benar ingin makan sushi yang sehat, Anda harus menghindari topping ini.
  • Anda sebaiknya mencari restoran Jepang yang memiliki reputasi baik dan dikenal bersih dan juga sehat untuk makan sushi. Restoran yang bereputasi baik ini  ialah restoran yang ikannya memenuhi standar keamanan makanan. Sehingga Anda bisa memastikan jika ikan yang Anda makan memiliki kualitas yang baik.
  • Sushi juga sebaiknya dijadikan makanan rekreasional saja, tidak untuk dimakan secara rutin. Batasi hanya sebulan atau seminggu sekali.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Manfaat Beras Hitam, “Beras Terlarang” dari Cina

Jika Anda sudah beralih dari beras putih ke beras merah, selamat! Anda telah membuat perubahan sehat. Tapi tahukah Anda bahwa beras hitam lebih sehat lagi?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Fakta Gizi, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

6 Makanan Paling Sehat untuk Sarapan

Saat sarapan, yang penting bukan porsinya, tapi apa yang kita makan. Pastikan salah satu (atau lebih) makanan ini ada di menu makan Anda setiap pagi.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Tips Makan Sehat, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Haid

Supaya haid Anda lancar dan berjalan tanpa keluhan yang berarti, ada baiknya Anda ketahui dulu makanan saat haid yang dianjurkan untuk dikonsumsi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Menstruasi 16 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Bedanya Soun dan Bihun? Lebih Sehat yang Mana?

Bihun dan soun sering dijadikan pelengkap pada bakso atau soto. Nah, tahukah Anda apa perbedaannya dan manakah yang lebih sehat? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk penderita maag makanan untuk penderita asam lambung

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
bagaimana cara menghilangkan stres

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
manfaat daun selada

6 Manfaat Daun Selada yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat terong

5 Manfaat Terong untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit