Ingin Turun Berat Badan? Coba Makan Lebih dari 3 Kali Sehari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebenarnya, banyak hal sederhana dan mudah yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan berat badan. Tidak hanya harus diet dan olahraga, namun hal-hal kecil seperti mengatur jam makan dan frekuensi makan Anda juga dapat membantu.

Jam dan frekuensi makan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan jika Anda ingin menurunkan berat badan. Berapa kali frekuensi makan yang baik dan ideal untuk menurunkan berat badan? Apakah benar bahwa makan 3 kali sehari adalah yang terbaik untuk dilakukan?

Berat badan memang sangat mudah untuk naik dan turun, mengubah pola makan dalam sehari saja mungkin dapat menurunkan atau bahkan menaikkan berat badan Anda. Oleh karena itu, memilih makanan dan minuman yang sehat untuk dikonsumsi saja tidak cukup untuk menjaga berat badan ideal atau bahkan menurunkan berat badan. Yang harus Anda lakukan adalah mengatur pola makan Anda.

Makan lebih jarang malah bikin berat badan naik

Jika Anda berpikir bahwa mengurangi frekuensi makan bisa menurunkan berat badan, maka anggapan Anda salah. Justru, dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa pengurangan frekuensi makan dapat meningkatkan berat badan, dan menambah frekuensi makan justru lebih efektif untuk menurunkan berat badan.

Sebuah percobaan pernah dilakukan terkait dengan pembagian dan frekuensi makanan yang dapat mengontrol nafsu makan. Pada percobaan tersebut terdapat dua kelompok responden yang keduanya diberikan sarapan sebanyak 1000 kalori, namun dengan pembagian frekuensi makan yang berbeda.

Satu kelompok diberikan makanan sebanyak 1000 kalori dalam satu waktu, sedangkan kelompok lainnya diberikan dengan beberapa pembagian porsi makan. Kemudian hasil percobaan ini menyebutkan bahwa kelompok yang makan dengan beberapa pembagian porsi makan menjadi lebih baik dalam mengontrol nafsu makannya, karena perutnya selalu terisi penuh dengan makanan. Berbeda dengan kelompok yang diberikan makanan hanya satu kali yang memiliki nafsu makan lebih besar.

Dalam penelitian tersebut juga dilakukan pembagian frekuensi makan ketika makan siang, dan hasil yang didapatkan adalah kelompok yang makan hanya satu kali memiliki kalori yang masuk lebih besar 27% dibandingkan dengan kalori pada kelompok yang membagi frekuensi makanannya menjadi beberapa kali.

Makan lebih sering juga lebih baik bagi gula darah

Selain itu, penelitian lain juga membuktikan bahwa pembagian frekuensi makan dapat berpengaruh pada kadar gula darah, hormon insulin, dan hormon ghrelin seseorang. Dalam penelitian ini, satu kelompok diberikan makan 2 kali untuk makan siang dengan jeda 4 jam. Sementara kelompok lainnya diminta untuk makan 12 kali dengan jeda 40 menit sekali. Pada akhir penelitian diketahui bahwa frekuensi makan yang hanya dua kali dengan jeda 4 jam sekali menyebabkan kadar glukosa dalam darah tidak stabil dan normal. Selain itu, diketahui juga bahwa hormon insulin yang mengatur gula dalam darah serta hormon ghrelin yang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan, jumlahnya menjadi tidak normal yang kemudian dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan.

Kenapa semakin sering makan, semakin mudah turun berat badan?

Dari berbagai hasil penelitian yang sudah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa frekuensi makan yang lebih banyak (namun dengan jumlah kalori yang sama) dapat menurunkan nafsu makan, meningkatkan kepuasan serta rasa kenyang, membuat fungsi hormon insulin dan ghrelin lebih baik, serta tidak membuat lambung kosong dalam waktu yang lama sehingga perut selalu merasa penuh. Tidak hanya itu, energi yang dibutuhkan untuk mencerna makanan yang masuk ke tubuh pun berbeda. Ketika mencerna makanan yang dimakan dalam frekuensi yang lebih banyak, energi yang dibutuhkan lebih sedikit karena makanan yang masuk sedikit-sedikit. Hal ini akan membuat sistem pencernaan bekerja lebih santai dan tidak memberatkan pekerjaan mereka.

Nafsu makan sangat berhubungan dengan kepuasan serta rasa ‘penuh’ yang dirasakan ketika makanan masuk ke dalam perut. Oleh karena itu, salah satu hal yang dapat mengontrol nafsu makan adalah kepuasaan yang akan membuat seseorang berhenti makan atau tidak makan makanan lagi. Saat nafsu makan terkontrol dan rasa kenyang serta puas akan makanan terpenuhi, Anda akan mengurangi porsi makan serta tidak ‘lapar mata’ yang bisa membuat berat badan Anda naik seketika. Selain itu, pengaturan hormon ghrelin yang baik dapat mencegah munculnya keinginan untuk makan yang berlebihan sehingga berat badan Anda tidak meningkat secara cepat.

Jadi, memang makan dengan frekuensi lebih sering namun dengan porsi kecil dapat membantu menurunkan berat badan Anda dengan mudah.

BACA JUGA

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    Apakah saat ini Anda sedang menjalani program penurunan berat badan? Apakah Anda rutin menjadwalkan untuk olahraga? Jika ya, berhasilkah cara Anda? Terkadang kita sudah berusaha keras untuk menurunkan berat badan ...

    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 7 menit

    10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

    Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    7 Aturan Diet untuk Wanita di Usia 40 Tahun ke Atas

    Bagi wanita, mengonsumsi ikan salmon 2 kali dalam seminggu merupakan salah satu cara diet di usia 40 tahun ke atas untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Tips Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

    Tak hanya membuat kita lupa waktu, bermain smartphone terlalu lama juga bisa memicu berbagai jenis gangguan kesehatan. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Psikologi 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat garam untuk kesehatan

    6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit
    manfaat tempe

    5 Manfaat Makan Tempe Bagi Kesehatan

    Ditulis oleh: Gadis Rima Astari
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Mengenal Quinoa, Makanan Super yang Penuh Gizi

    Ditulis oleh: dr. Anastasia Shinta
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    krim muka dari dokter bikin ketagihan

    Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

    Ditulis oleh: Tiara Putri
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit