7 Makanan Sumber Antioksidan Tinggi untuk Lawan Radikal Bebas

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11/06/2018
Bagikan sekarang

Makanan dan minuman yang Anda makan, polusi udara yang Anda hirup, hingga residu atau obat-obatan yang Anda pakai, semua akan membentuk radikal bebas dalam tubuh. Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa radikal bebas meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti Alzheimer, kanker, aterosklerosisParkinson, dan berbagai penyakit lainnya. Radikal bebas juga berkaitan erat dengan penuaan dini. Untuk melawan radikal bebas, Anda perlu antioksidan. Tubuh memiliki antioksidan, tapi tidak cukup banyak untuk melawan dampak dari radikal bebas. Maka Anda perlu asupan makanan tinggi antioksidan alami berikut ini.

Beragam makanan tinggi antioksidan alami untuk tangkal radikal bebas

1. Ceri

manfaat buah ceri

Ceri adalah makanan tinggi antioksidan alami, khususnya antosianin yang sekaligus juga memberikan warna merah khas ceri.

Per 100 gram buah ceri segar memiliki skor ORAC 4,873. ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity) adalah tolak ukur untuk mengetahui berapa banyak jumlah antioksidan dalam makanan yang dapat diserap tubuh. Semakin tinggi skor ORAC, semakin besar efek antioksidan dalam tubuh.

Sebuah studi menemukan makan setidaknya 20 buah ceri dalam sehari mampu mengurangi nyeri asam urat. Antioksidan dalam ceri juga bermanfaat untuk menangkal kanker dan penyakit jantung,

2. Kacang pecan

manfaat kacang pecan

Selain menjadi sumber lemak sehat dan mineral yang penting untuk tubuh, kacang pecan juga mengandung antioksidan tinggi. Per 100 gram kacang pecan mengandung 10,6 mmol antioksidan dengan skor ORAC 5.095.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Nutrition Research melaporkan konsumsi kacang pecan rutin meningkatkan kadar antioksidan dalam darah secara drastis.

Kacang pecan kaya akan antioksidan polifenol flavonoid yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, tulang, dan kulit. Bahkan, kandungan polifenol dalam kacang pecan dua kali lipat lebih tinggi daripada kacang almond, kacang mete, dan pistachio. Kacang pecan juga membantu mencegah sembelit.

3. Stroberi

manfaat buah stroberi

Stroberi adalah buah sumber vitamin C tinggi. Vitamin C itu sendiri sebenarnya merupakan bentuk lain dari antioksidan, yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, kekenyalan kulit, hingga mencegah anemia.

Selain vitamin C, antiokidan lain yang terkandung dalam buah strooberi adalah antosianin. Tidak hanya memberikan warna merah segar, antosianin juga juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dengan cara menurunkan kolesterol jahat LDL (kolesterol jahat) dan memperbanyak kadar kolesterol baik HDL dalam tubuh.

Dalam 100 gr buah stroberi mengandung hingga 5,4 mmol antioksidan dengan skor 5.938 ORAC.

4. Blueberry

blueberry

Makanan tinggi antioksidan lainnya adalah blueberry. Banyak penelitian yang melaporkan bahwa kadar antioksidan blueberry adalah yang tertinggi di antara semua buah dan sayuran. Per 100 gram blueberry mengandung 9,2 mmol antioksidan dengan skor ORAC mencapai 9.019.

Selain kaya antioksidan, blueberry juga diperkaya oleh vitamin C, dan vitamin K, dan mangan tapi tetap rendah kalori. Itu sebabnya blueberry bisa jadi camilan saat diet yang ideal karena bisa dimakan banyak tanpa harus khawatir berat badan naik.

Tidak hanya itu. Penelitian dari Nutritional Neuroscience membuktikan bahwa blueberry bermanfaat untuk menunda penurunan fungsi otak yang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia. Bahkan penelitian lainnya juga mengungkapkan kalau buah yang satu ini mampu menurunkan risiko penyakit jantung, kadar kolesterol jahat, dan menurunkan tekanan darah.

5. Cokelat hitam

coklat hitam menurunkan darah tinggi hipertensi

Bagi Anda pecinta cokelat, cobalah sesekali untuk makan cokelat hitam. Pasalnya, kandungan mineral dan antioksidan dalam cokelat hitam jauh lebih banyak daripada cokelat lain pada umumnya.

Dalam 100 gram cokelat hitam mengandung sekitar 15 mol antioksidan dengan skor 20,816 ORAC. Jumlah antioksidan ini bahkan melebihi yang ada dalam buah blueberry dengan porsi yang sama.

Salah satu kandungan antioksidan yang terdapat dalam cokelat hitam adalah flavonol, yang bisa membantu menurunkan tekanan darah sekaligus mengurangi risiko diabetes.

6. Raspberry

raspberry

Dalam 100 gr buah raspberry terdapat 4 mmol antioksida dan skor OCRA 6.058, yang juga disertai dengan vitamin C dan mangan yang tentunya baik untuk tubuh.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Nutrition Research menemukan kandungan antioksidan dalam buah raspberry efektif membunuh sel kanker di dalam lambung, usus besar, dan payudara bahkan hingga 90 persen. Keunggulan ini diduga datang dari antioksidan antosianim yang bekerja mengurangi peradangan dan stres oksidatif penyebab kanker. Raspberry juga bermanfaat untuk menekan risiko penyakit jantung.

7. Kubis ungu

kubis ungu

Kubis ungu mengandung jumlah antioksidan 4 kali lebih banyak daripada kubis putih. Pre 100 gram kubis ungu mengandung 2,2 mmol antioksidan dengan skor ORAC 2496. Uniknya, jumlah antioksidan dalam kubis ungu bisa meningkat ketika direbus. Skor ORAC dalam kubis ungu setelah direbus mencapai 3,145.

Selain itu, kubis ungu juga kaya akan vitamin C, vitamin K, dan vitamin A.

Sama halnya seperti buah stroberi dan raspberry, kubis ungu juga memiliki kandungan antioksidan bernama antosianin. Tidak sekedar memengaruhi warna kubis, antosianin juga banyak dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan. Misalnya membantu mengurangi peradangan hingga menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker.

Kandungan vitamin C dalam kubis juga bisa membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dari berbagai infeksi penyakit.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengulik Manfaat Kacang Brazil bagi Kesehatan

Kacang brazil kaya akan lemak sehat, selenium, serat, dan antioksidan. Ini sederet manfaat kacang brazil bagi kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 15/05/2020

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 10/05/2020

Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Tak Cemas Berat Badan Naik, Ini Pilihan Camilan Selama di Rumah Saja

Takut naik berat badan karena kerja sambil ngemil? Coba beberapa camilan tepat dan sehat ini sebagai teman ngemil saat Anda bekerja!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
makan nasi merah setiap hari

Bolehkah Makan Nasi Merah Setiap Hari?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
makanan lebaran sehat

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
menu sahur untuk diet keto

3 Resep Menu Makan Sahur untuk Diet Keto Tanpa Ribet

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020