4 Makanan yang Dapat Memicu Nyeri Sendi

Oleh

Penyebab nyeri sendi yang paling sering Anda ketahui mungkin seperti faktor usia, olahraga, aktivitas yang berat, penyakit, dan lain-lain. Namun, tahukah Anda bahwa makanan juga dapat menyebabkan nyeri sendi? Meskipun penelitian belum membuktikan dengan sangat yakin bahwa makanan tertentu dapat meningkatkan atau menurunkan nyeri sendi rheumatoid arthritis, namun orang yang menderita nyeri sendi sering mengalami ketidakseimbangan gastrointestinal, yang berhubungan dengan peradangan dan alergen. Penting untuk mengetahui kepekaan tubuh terhadap makanan, karena makanan dapat menjadi masalah khusus untuk tubuh jika Anda memiliki masalah pencernaan dan nyeri sendi.

Makanan penyebab nyeri sendi

1. Tomat

Meskipun tomat biasanya dianggap sebagai makanan antiinflamasi, namun orang-orang yang menderita jenis arthritis tertentu, yaitu asam urat, harus menghindari buah tomat yang merupakan makanan pemicu kondisi tersebut. Para peneliti yang melakukan survei pada 2.051 orang yang memiliki asam urat, menemukan bahwa 20% di antaranya menyatakan bahwa tomat adalah faktor pemicu. Mereka kemudian menganalisis data dari 12.721 orang yang tidak memiliki asam urat, dan menemukan bahwa tomat dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam darah mereka. Asam urat tinggi inilah yang menyebabkan penyakit asam urat.

2. Jagung, bunga matahari, kacang kedelai, dan minyak biji kapas

Anda mungkin pernah mendengar tentang asam lemak omega-3, yaitu sebuah molekul luar biasa yang membuat salmon dan kenari sangat baik untuk tubuh Anda. Namun, apakah Anda pernah mendengar tentang asam lemak omega-6? Anda mungkin telah mengonsumsi molekul tersebut terlalu banyak. Sejak asam lemak omega-6 ditemukan dalam minyak kedelai yang digunakan oleh hampir semua makanan kemasan yang Anda beli dari rak toko kelontong, makanan dapat berisi hingga 25 kali lebih banyak asam lemak omega-6 dibandingkan dengan dengan asam lemak omega-3.

Perbandingan yang terlampau banyak tersebut dapat mempengaruhi sendi Anda. Penelitian menunjukkan perbandingan yang lebih besar dari sepuluh banding satu dapat menyebabkan masalah seperti asma, penyakit jantung, dan peradangan. Para peneliti menyarankan siapa pun yang memiliki rheumatoid arthritis untuk menurunkan perbandingan menjadi dua banding satu, atau tiga banding satu. Selain itu, asam lemak omega-6 juga dapat ditemukan pada makanan yang digoreng, margarin, kuning telur, dan daging.

3. Soda manis

Selain soda manis, bahkan diet soda juga memiliki kelemahan. Namun, hal-hal yang sangat manis sama sekali tidak menguntungkan untuk Anda. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, selain akan menempatkan Anda pada penyakit diabetes dan penyakit jantung, konsumsi gula juga dapat memicu pelepasan pemicu peradangan yang disebut sitokin. Ketika peneliti menganalisis data dari dua penelitian besar yang mencakup 30 tahun, mereka menemukan adanya hubungan antara konsumsi soda dan risiko arthritis. Wanita yang minum satu soda atau lebih dalam sehari memiliki risiko 63 persen lebih besar untuk mengalami arthritis, dibandingkan dengan mereka yang tidak minum soda sama sekali.

4. Makanan cepat saji dan makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng dan makanan cepat saji, makanan kemasan, tepung putih, biji-bijian olahan, dan segala bentuk gula, mentah atau halus, dapat menyebabkan nyeri sendi. Kebanyakan lemak dapat berkontribusi untuk peradangan. Ini termasuk lemak terhidrogenasi trans partial di keripik kentang, kue panggang dan margarin. Selain itu, yang juga berpotensi adalah minyak nabati, seperti minyak jagung, minyak yang berbasis kedelai, minyak bunga matahari, seperti yang dijelaskan di atas, dan lemak jenuh dalam daging berlemak, lemak babi, dan mentega.

Alan Goldhamer, seorang dokter osteopathic di California, melaporkan bahwa protein hewani dan lemak hewani adalah makanan utama yang menyebabkan nyeri rematik. Jika Anda makan daging merah, sistem kekebalan tubuh Anda akan menganggap protein menjadi antigen dan memproduksi antibodi untuk melawannya, yang menyebabkan pembentukan antigen kompleks. Sistem kekebalan tubuh biasanya menghapus ini dari tubuh. Namun, pada orang yang sensitif terhadap protein hewani, antigen kompleks ini tidak dihilangkan dan dapat disimpan di dalam berbagai jaringan dan sendi pada seluruh tubuh, sehingga menyebabkan peradangan.

 

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca