Hati-hati, Makanan dan Minuman Kaleng Bisa Menaikkan Tekanan Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Makanan atau minuman kaleng mungkin sudah menjadi salah satu pilihan makanan dan minuman Anda. Makanan dan minuman ini dapat dengan mudah Anda temukan di mana saja, supermarket maupun minimarket. Penyajiannya yang praktis dan rasanya yang lezat membuat Anda ingin terus membelinya.

Eits… tapi tunggu dulu, makanan dan minuman dalam kaleng ini juga dapat membahayakan kesehatan Anda. Salah satu dampaknya adalah dapat meningkatkan tekanan darah. Bagaimana bisa?

Kandungan bahan dalam makanan dan minuman kaleng

Garam, gula, dan pengawet merupakan beberapa bahan yang sengaja ditambahkan dalam makanan dan minuman kaleng. Tak heran, beberapa makanan dan minuman kaleng mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Hal ini tentu dapat membawa dampak buruk bagi Anda yang mempunyai tekanan darah tinggi (hipertensi).

Selain garam, gula juga merupakan kandungan yang harus diwaspadai bagi penderita tekanan darah tinggi. Kelebihan asupan gula dalam diet (khususnya gula fruktosa yang biasa ditemukan dalam makanan/minuman kaleng) dapat mengembangkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Kelebihan asupan gula juga berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes mellitus tipe 2, yang juga berhubungan dengan penyakit jantung.

Untuk itu, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman kaleng, terlebih bagi Anda yang sudah mempunyai tekanan darah tinggi. Sebaiknya baca label pada kemasan makanan atau minuman. Periksa, berapa jumlah kandungan garam, gula, dan pengawet dalam makanan atau minuman kaleng tersebut. Jika masih berjumlah sedikit, Anda masih bisa mengonsumsinya dalam jumlah terbatas.

Bahaya kandungan BPA dalam makanan/ minuman kaleng

Kandungan BPA yang bisa ditemukan dalam kaleng maupun wadah plastik juga dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah. BPA (Bisphenol-A) merupakan bahan kimia yang sering digunakan dalam kemasan makanan, seperti kaleng. Dan, kandungan BPA dalam kaleng ini dapat berpindah dari lapisan kaleng ke dalam makanan, sehingga dapat membahayakan kesehatan.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi satu porsi sup kaleng dalam sehari selama lima hari dapat mengalami peningkatan lebih dari 1000% BPA dalam urin. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal JAMA pada tahun 2011.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Hypertension dari American Heart Association  mengungkapkan bahwa konsumsi makanan atau minuman yang dikemas dalam kaleng mengandung lapisan BPA dapat meningkatkan tekanan darah. Peneliti menemukan bahwa minum dua minuman kaleng dapat meningkatkan tekanan darah sistolik sebesar 5 mmHg.

Menurut Dr. Yun-Chul Hong, pemimpin penelitian tersebut, BPA dapat bertindak seperti hormon estrogen dan berinteraksi dengan sel-sel di jantung dan pembuluh darah yang sensitif terhadap estrogen. Sehingga, BPA yang bercampur dengan makanan dan masuk ke dalam tubuh Anda dapat meningkatkan tekanan darah.

Selain meningkatkan tekanan darah, BPA juga telah dikaitkan dengan masalah perilaku, obesitas, diabetes mellitus tipe 2, kanker payudara, kanker prostat, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk membatasi paparan terhadap BPA. Cara terbaik adalah dengan membatasi konsumsi makanan kaleng atau makanan dalam wadah plastik. Jika Anda suka membawa botol air minum atau kotak bekal dari plastik, sebaiknya pilih botol air minum atau kotak bekal dari bahan plastik yang bebas BPA (BPA-free).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 menit baca

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . 5 menit baca

Obat Herbal untuk Penyakit Jantung Koroner, Aman atau Tidak?

Obat herbal untuk jantung koroner harus dilakukan dengan hati-hati. Apa saja obat herbal untuk penderita jantung koroner dan cara aman mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 22/06/2020 . 6 menit baca

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 7 menit baca
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
gagal jantung akut

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 5 menit baca
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 1 menit baca