4 Cara Alami Mengobati Gejala Iritasi Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mata iritasi biasanya ditandai dengan gejala seperti mata memerah, terasa gatal, dan bengkak. Meskipun bisa hilang dalam waktu kira-kira dua minggu, gejalanya tentu sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Nah, Anda bisa meredakan berbagai gejala iritasi mata tanpa pakai obat tetes mata. Bahan alami apa saja yang bisa membantu mengobati iritasi secara alami? Simak jawabannya di bawah ini.  

Penyebab mata iritasi

Ada berbagai penyebab mata iritasi yang bisa menimbulkan gejala mata merah, gatal, dan bengkak. Anda mungkin alergi terhadap objek tertentu seperti debu, serbuk sari bunga, asap polusi, atau bulu binatang.

Selain karena alergi, mata bisa iritasi kalau Anda terinfeksi virus dan bakteri. Infeksi ini dikenal sebagai konjungtivitis. Bila Anda terkena konjungtivitis, mata juga akan terasa nyeri. Penyakit mata ini sifatnya menular, jadi sebaiknya Anda langsung periksa ke dokter. Anda biasanya akan diberi obat tetes mata khusus.

Mengobati mata iritasi dengan bahan alami

Untuk mempercepat proses penyembuhan bagi mata iritasi, Anda bisa mencoba empat cara alami berikut ini. Namun, jangan lupa untuk berkonsultasi dulu dengan dokter mata Anda kalau Anda kena konjungtivitis. Pasalnya, mata Anda mungkin jadi lebih sensitif terhadap bahan-bahan tertentu.

1. Ampas teh hijau

Setelah menyeduh teh hijau, jangan buang ampasnya. Ampas teh hijau bisa digunakan sebagai kompres mata untuk meredakan iritasi. Anda juga bisa merendam kapas dalam teh hijau hangat dan mengompresnya pada mata yang sakit.

Ini lantaran teh hijau kaya akan kandungan bioflavonoid yang ampuh melawan infeksi virus, bakteri, dan jamur. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam teh hijau juga mampu melawan radikal bebas atau polusi yang bisa sebabkan alergi.

2. Minyak kelapa

Kegunaan minyak kelapa untuk kulit sudah dikenal luas. Namun, minyak kelapa juga bisa digunakan untuk meredakan gejala iritasi mata. Minyak kelapa mengandung asam laurat dan asam kaprilat yang bisa melawan infeksi bakteri dan jamur penyebab iritasi. Selain itu, minyak kelapa juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga antibodi Anda akan bekerja lebih keras untuk mengurangi iritasi.

Basahi kapas dengan minyak kelapa secukupnya dan tempelkan pada kelopak mata yang sakit. Diamkan selama beberapa menit. Anda bisa mengompres mata dengan minya kelapa selama tiga hingga empat kali sehari.  

3. Lidah buaya

Anda bisa mengoleskan getah lidah buaya  di sekeliling mata dan pada kelopak mata yang mengalami iritasi dan biarkan meresap. Kandungan aloin dan amodin dalam lidah buaya bisa membantu meringankan mata bengkak dan gatal. Sensasi dingin dari getahnya juga akan membuat mata yang perih jadi lebih nyaman.

Sebuah penelitian dalam jurnal Pharmaceutical Biology bahkan menyebutkan bahwa bahwa ekstrak lidah buaya baik untuk meredakan infeksi di bagian mata. Jangan mengoleskan getah langsung ke permukaan mata.

4. Kunyit

Kunyit bisa mengurangi pembengkakan dan iritasi mata karena kandungan kurkumin yang tinggi. Namun, bicarakan dulu dengan dokter mata Anda sebelum mengoleskan sari kunyit pada area di sekitar mata yang sakit. Beberapa orang sensitif atau alergi terhadap kunyit.

Hancurkan kunyit jadi bubuk halus dan campur ke dalam air hangat. Kemudian basahi kain lembut dengan sari kunyit tersebut. Tempelkan kain pada bagian mata yang sakit dan kompres selama beberapa menit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit