home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pilihan Obat Tetes Mata untuk Anda yang Mengalami Mata Kering

Pilihan Obat Tetes Mata untuk Anda yang Mengalami Mata Kering

Mata butuh aliran air mata dan kelembapan yang pas agar bisa bekerja dengan baik. Namun, faktor dari lingkungan, kondisi medis, penuaan, hingga masalah pada struktur mata bisa menghambat aliran air mata yang akhirnya membuat mata menjadi kering. Salah satu pengobatan yang dipercaya ampuh adalah dengan menggunakan obat tetes untuk mata kering.

Apa saja pilihan obat tetes untuk mata kering?

Kondisi mata kering bisa mengganggu penglihatan dan membuat Anda kurang nyaman. Jangan langsung panik, karena Anda bisa segera mengatasinya pakai obat tetes untuk mata kering. Namun sebelumnya, kenali dulu obat tetes mata yang cocok untuk kondisi Anda.

Obat tetes untuk mata kering dengan pengawet

Pengawet dalam obat tetes mata bertujuan untuk mencegah tumbuhnya bakteri berbahaya dalam botol obat. Meski begitu, obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan lebih dari empat kali sehari. Beberapa orang mengeluhkan efek samping berupa iritasi. Itu sebabnya, hanya kondisi mata kering ringan yang bisa pakai obat tetes dengan pengawet.

Perhatikan, obat tetes mata yang mengandung pengawet biasanya dikemas dalam botol kecil. Selain itu, tanggal kedaluwarsanya juga masih cukup lama dari tanggal produksinya.

Obat tetes untuk mata kering tanpa pengawet

Obat tetes mata tanpa pengawet lebih disarankan bagi Anda yang mengalami mata kering kategori sedang hingga berat. Mengapa? Karena kondisi mata kering parah mengharuskan Anda meneteskan obat lebih dari enam kali sehari. Sementara bila pakai obat tetes dengan pengawet, lama-lama bisa merusak sel-sel halus pada permukaan mata hingga mengakibatkan peradangan.

Obat tetes untuk mata kering yang tidak mengandung pengawet umumnya dikemas dalam tube yang sangat kecil. Setelah tube dibuka, obat ini biasanya akan segera kedaluwarsa dalam waktu 1-2 hari.

cara mengatasi mata kering

Apa bedanya obat tetes untuk mata kering dengan dan tanpa resep dokter?

Beberapa kondisi mengharuskan Anda membeli obat bebas dari apotek atau dari resep dokter. Berikut perbedaannya:

Obat tetes mata yang dijual bebas (OTC)

Obat ini mengandung humektan (zat yang mampu menjaga kelembapan), pelumas, serta elektrolit. Pilihan obat tetes yang dijual bebas untuk mata kering bisa berupa gel ataupun salep.

Obat tetes mata dari resep dokter

Seperti namanya, obat tetes ini hanya bisa diperoleh melalui resep dokter mata. Cyclosporine adalah salah satu contoh obat tetes untuk mata kering dengan resep, guna membantu mengobati infeksi yang membuat mata kering. Aturan pakainya dua kali sehari dengan rentang 12 jam sesuai anjuran dokter.

Pertimbangan sebelum memilih obat tetes mata kering

Tetes mata yang dibeli bebas atau dari resep dokter mengandung bahan yang berbeda-beda. Selalu konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda untuk mendapatkan obat tetes mata yang sesuai dengan kondisi mata kering Anda. Masalah lainnya pada mata juga menentukan obat tetes mata apa yang cocok untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Eye Drops for Dry Eyes. https://www.healthline.com/health/great-eye-drops-dry-eyes Diakses pada 29 Agustus 2018.

Which Eye Drops are Best for Dry Eyes? https://www.medicalnewstoday.com/articles/315843.php Diakses pada 29 Agustus 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 15/11/2019
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x