Bagaimana Cara Memilih Sabun Pembersih Wajah yang Cocok Buat Saya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bingung memilih pembersih wajah mana yang cocok untuk kulitAnda? Pilih-pilih produk pembersih muka bisa bikin pusing kepala, karena kita harus belajar dari nol untuk menemukan jenis pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit dari sekian banyak produk yang tersedia di pasaran.

Satu hal yang pasti, jangan sembarangan memilih pembersih wajah. Apalagi hanya berdasarkan rekomendasi para blogger atau tren kecantikan saat ini saja.

Belum tentu produk tersebut sesuai dengan masalah dan jenis kulit Anda. Jadi, sebaiknya pahami beberapa hal di bawah ini sebelum Anda membeli pembersih wajah.

Tips memilih pembersih wajah yang cocok

1. Ketahui jenis kulit wajah terlebih dahulu

Pastikan Anda mengetahui jenis dan masalah kulit yang Anda miliki, kemudian pilihlah pembersih wajah yang sesuai berdasarkan kedua faktor tersebut. Jika kulit Anda kering gunakan pembersih dengan jenis kulit kering. Jika Anda memilih pembersih yang berbeda dengan jenis kulit maka kulit akan lebih mudah mengalami iritasi dan pengelupasan.

2. Cek bahan-bahannya

Setelah memilih pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit, kini periksalah komposisinya. Beberapa pembersih wajah mengandung deterjen yang keras seperti natrium laureth sulfate (SLES), natrium lauril sulfat (SLS), mentol, atau alkohol. Hindari bahan-bahan tersebut.

3. Cari tahu ulasan dari orang yang sudah pernah pakai

Jangan ragu membaca review (ulasan) atau sekadar menanyakan kepada orang yang sudah pernah memakai pembersih wajah yang hendak Anda pilih. Tanyakan atau cari di internet mengenai pengalaman orang yang sudah pernah menggunakan produk tersebut untuk mengetahui kemungkinan efek sampingnya.

Jika memungkinkan, minta sampelnya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli pembersih wajah tersebut.

4. Amati perubahan pada wajah

Jika sudah melakukan tahapan dari langkah pertama sampai langkah ketiga, maka sekarang waktunya Anda boleh mulai mencoba. Namun, sebelum benar-benar mulai memakai pembersih wajah baru, ada baiknya Anda membuat foto before-after. Coba foto kondisi wajah sebelum Anda menggunakan produk pembersih wajah. Setelah kira-kira seminggu, perhatikan kondisi wajah usai menggunakan pembersih wajah tersebut.

Jika setelah menggunakan pembersih muka kulit terasa kering, sebaiknya jangan gunakan lagi. Menggunakan pelembap setelah menggunakan pembersih wajah yang menyebabkan kulit kering tidak akan bisa menyelesaikan masalah.

Namun, jika tidak ada masalah setelah menggunakan pembersih wajah tersebut, Anda bisa meneruskan penggunaan produk tersebut dan mencari toner yang sesuai dengan jenis kulit Anda.

5. Lengkapi dengan toner

Setelah menggunakan pembersih dan kulit wajah tidak mengalami masalah apa pun, Anda bisa mengusapkan toner (non-alkohol) dengan kapas ke seluruh wajah. Jika setelah cuci muka kapas yang Anda gunakan untuk mengusap wajah dengan toner masih memiliki banyak sisa make up atau terlihat kuning, berarti pembersih Anda kurang efektif.

sering cuci muka bikin jerawat

Anda juga bisa memilih beberapa pembersih dengan pilihan berikut ini

Ada berbagai jenis pembersih wajah, dan semuanya memiliki efek yang berbeda pada kulit. Sabun untuk wajah dapat dibagi menjadi tiga kelompok ini:

1. Pembersih dengan busa 

Sabun wajah dengan pembersih yang menggnakan busa, cenderung memunculkan sensasi enak dan nyaman di kulit. Pembersih wajah berbusa (facial foam) tersedia dalam berbagai jenis, termasuk:

  • pembersih lotion
  • pembersih krim
  • pembersih berbahan gel
  • pembersih berbusa sendiri
  • aerosol
  • scrubs

2. Pembersih wajah tanpa busa (non-foaming)

Bila Anda memilih pembersih wajah yang tidak berbusa, wajah jadi cenderung mudah dibersihkan dari sabun yang Anda gunakan. Pembersih wajah tanpa busa memiliki kandungan surfaktan yang sedikit, jadi mudah dihapus.

Karena tidak bersentuhan dengan air, jenis pembersih wajah ini dapat menyimpan lebih banyak bahan bermanfaat pembersih (pelembab, anti-oksidan) pada kulit. Pembersih yang tidak berbusa umumnya tersedia dalam bentuk:

  • Krim
  • Lotion (kadang-kadang dikenal sebagai milk cleanser)
  • Krim dingin

3. Scrubs

Pembersih wajah dengan sediaan scrub, biasanya mengandung bahan-bahan yang secara fisik menggosok kulit untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati. Manfaat menggunakan scrub biasanya membuat kulit lebih halus. Sayangnya, butiran kecil untuk scrubbing sebenarnya dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, bahkan luka kecil di wajah.

Partikel yang digunakan dalam scrub menentukan seberapa ringan atau kerasnya pembersih muka tersebut. Di sini, beberapa butiran scrubs umumnya ditemukan dan dibedakan dalam beberapa daftar bahan produk:

  • Sodium tetraborate decahydrate butiran (abrasif paling ringan karena butiran melunak dan larut ketika basah)
  • Polyethylene silica atau manik-manik (ringan, berwarna, halus, dan berbentuk bulat butirannya)
  • Polymethacrylate silang (agak kasar karena padat)
  • Kalsium karbonat (butiran scrub kasar karena partikel memiliki ukuran butiran yang berbeda-beda)
  • Biji-bijian seperti biji aprikot, almond dan kenari (kasar karena memiliki pinggiran kasar)
  • Aluminium oksida (butirannya kasar)

Kadang-kadang menemukan dan memilih pembersih wajah yang cocok dengan kulit Anda memang agak sulit. Anda juga perlu menyesuaikan dengan harga, jenis kulit, dan dan hasil yang diinginkan pada kulit. Jadi mungkin perlu sedikit beberapa kali percobaan hingga Anda menemukan pembersih wajah yang cocok. Jika Anda tidak yakin tentang pilihan pembersih yang cocok dengan kulit, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter kulit.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca