Mengenal Pasca Inflamasi Hiperpigmentasi Setelah JerawatIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Hiperpigmentasi pasca inflamasi (Post Inflammatory Hyperpigmentation) merupakan kondisi ketika kulit pada area tertentu memiliki warna yang berbeda dari warna kulit sekitarnya. 

Setelah jerawat sembuh, biasanya hiperpigmentasi pasca inflamasi timbul dan menyisakan bekas berwarna.

Secara umum, hampir semua orang yang memiliki bekas jerawat memiliki kondisi serupa. Maka dari itu, kenali mengapa hiperpigmentasi dapat terjadi dan bagaimana cara menanganinya.

Mengetahui timbulnya hiperpigmentasi pasca inflamasi

penyebab bekas jerawat

Jerawat adalah masalah umum yang dialami oleh para remaja dan sebagian orang dewasa. Menyadur studi dari Dermatology Research And Practice, sekitar 90% jerawat terjadi pada remaja dan sekitar 12-14% menjadi masalah yang tetap pada orang dewasa. Hal ini memberikan implikasi dalam kehidupan psikologis dan sosial mereka.

Bekas jerawat yang berjejak juga menimbulkan rasa tidak percaya diri pada individu. Belum lagi hiperpigmentasi pasca inflamasi yang muncul menyebabkan ketidakrataan warna kulit. 

Hiperpigmentasi yang terjadi setelah jerawat menimbulkan efek warna lebih gelap pada wajah. Kondisi ini bisa terjadi pada berbagai jenis kulit individu di berbagai belahan dunia. 

Berkembangnya hiperpigmentasi pasca inflamasi disebabkan oleh iritasi jerawat. Iritasi yang timbul menyebabkan peradangan. Seiring bekas jerawat pulih, kulit akan memproduksi melanin dalam jumlah berlebih.

Melanin adalah protein yang bertugas memberikan warna pada kulit. Namun, karena melanin berlebih, ini menyebabkan pewarnaan kulit yang tidak merata. Sayangnya, hiperpigmentasi pasca inflamasi ini tidak memudar meskipun bekas luka sembuh. 

Walaupun bisa tampak pada semua jenis kulit, hiperpigmentasi setelah inflamasi sangat mungkin timbul pada orang yang memiliki tone kulit sedang ke gelap. 

Kebiasaan memencet jerawat bisa memicu hiperpigmentasi 

penyebab jerawat

Selalu menjadi godaan semua orang, ketika jerawat muncul, hal yang paling ingin dilakukan adalah buru-buru mengentaskannya. Mengentaskan jerawat dengan memencetnya justru menimbulkan iritasi hingga peradangan.

Ketika jerawat sembuh, sangat mungkin bekas jerawat menampakkan tanda hiperpigmentasi pasca inflamasi. Bila sudah terjadi, bukan berarti jerawat sudah sembuh total. Justru inilah pemicu timbulnya jerawat kecil dan papula.

Kebiasaan memencet jerawat dapat menimbulkan terjadinya inflamasi dan meninggalkan spot yang lebih gelap pada kulit. Maka dari itu, hindari kebiasaan ini agar Anda terhindar dari hiperpigmentasi pasca inflamasi.

Menyembuhkan hiperpigmentasi pasca inflamasi

cara mengatasi bekas jerawat

Timbulnya warna kulit yang tidak merata akibat bekas jerawat memberikan tampilan fisik yang kurang optimal. Wajah menjadi bagian utama yang menunjang performa, terutama saat Anda bertemu banyak orang.

Mungkin tak sedikit orang mengira memencet jerawat menjadi langkah terbaik untuk menghilangkannya. Padahal, cara ini hanya memicu timbulnya hiperpigmentasi pasca inflamasi setelah jerawat.

Jika Anda menemui hiperpigmentasi pada bekas jerawat, ada baiknya segera diobati. Cukup dengan menggunakan obat penghilang bekas jerawat dengan kandungan yang ampuh untuk mengatasi hiperpigmentasi pada kulit. 

Pilih obat penghilang bekas jerawat dengan bentuk gel, sehingga mudah diserap kulit secara optimal. Saat membeli obat pastikan ada tiga kandungan yang ampuh untuk hilangkan bekas jerawat, yakni Pionin, MPS, Allium Cepa.

Ketiga komponen ini bekerjasama dalam mengobati bekas jerawat, mencegah timbulnya jerawat, sekaligus meratakan warna kulit akibat hiperpigmentasi pasca inflamasi. Terapkan gel tersebut hingga kulit bekas jerawat sembuh total. Sehingga Anda bisa kembali beraktivitas dengan percaya diri.

Selain mengoleskan obat gel penghilang bekas jerawat, jangan lupa untuk mengaplikasikan sunscreen pada wajah termasuk area yang mengalami hiperpigmentasi pasca inflamasi. Sinar matahari dapat menggelapkan area tersebut. Maka itu, Anda butuh perlindungan tambahan agar kulit yang terpapar tidak kembali menimbulkan jerawat.

Jadi, bila muncul jerawat, alangkah baiknya tidak memencet untuk menghindari bekas yang menetap. Tak lupa untuk menerapkan kedua hal tersebut ketika hiperpigmentasi setelah inflamasi melanda bekas jerawat. 

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 14, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 12, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca