Cara Menghilangkan Bekas Jerawat, dari Perawatan Dokter Hingga Kebiasaan Sehat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Ragam cara menghilangkan bekas jerawat

Bekas jerawat kerap dilihat sepele, tetapi dapat mengganggu dan menurunkan kepercayaan diri seseorang. Kondisi ini biasa terjadi setelah jerawat muncul dan ditandai dengan perubahan tekstur dan lekukan yang bersifat permanen di kulit.

Sama seperti jerawat, ada berbagai cara yang bisa dicoba untuk menghilangkan bekas jerawat, antara lain: 

  • perawatan dari dokter, seperti terapi laser, dermabrasi, dan chemical peeling,
  • ramuan dari bahan alami, misalnya lidah buaya, lemon, dan minyak zaitun, serta
  • menjaga kesehatan kulit, contohnya memerhatikan kebiasaan cuci muka.

Meski tersedia berbagai pilihan, menentukan cara menghilangkan bekas jerawat tentu tidak mudah. Anda perlu mempertimbangkan kondisi kulit dan kebutuhan, misalnya bekas jerawat bisa dihilangkan dengan bahan alami atau obat-obatan dari dokter.

Oleh sebab itu, sebelum menentukan cara mana yang akan diambil, konsultasikan dahulu dengan dokter spesialis kulit atau ahli dermatologis Anda.

Perawatan dari dokter

Jerawat adalah masalah kulit yang dapat bertahan beberapa hari hingga beberapa minggu, sementara bekas jerawat dapat bertahan seumur hidup. Namun, tidak perlu khawatir karena ada berbagai perawatan dari dokter yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bekas jerawat. 

Setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit, pengobatan bekas jerawat akan ditentukan berdasarkan beberapa faktor, seperti: 

  • usia,
  • kondisi kesehatan,
  • riwayat medis,
  • jenis jerawat dan bekasnya, seperti bopeng dan flek hitam, serta
  • pendapat pasien itu sendiri.

Berikut ini beberapa pilihan perawatan dari dokter sebagai salah satu cara menghilangkan bekas jerawat yang membandel. 

Dermal filler

filler berulang

Salah satu cara yang cukup populer untuk menghilangkan bekas jerawat adalah dermal filler. Dermal filler (suntik wajah) adalah prosedur yang dilakukan untuk mengembalikan kekenyalan pipi, menyamarkan keriput dan lipatan, serta menebalkan bibir.

Prosedur yang tidak membutuhkan sayatan dan tidak meninggalkan bekas luka ini juga dipakai untuk menghilangkan bekas jerawat. Dokter biasanya akan menyuntikkan cairan dengan komposisi tertentu ke bagian wajah yang membutuhkan.

Beberapa produk yang digunakan untuk perbaikan kulit bersifat sintesis, sedangkan lainnya dapat terbuat dari sapi atau babi. Dokter juga dapat mengambil lemak pasien dari bagian tubuh lain dan disuntikkan ke bekas luka agar bantu menghilangkan bopeng bekas jerawat.

Dermal fillers biasanya berlangsung selama 30 menit dan bertahan selama enam bulan hingga satu tahun. 

Efek samping

Meski terbilang aman dan efektif, dermal fillers dapat menimbulkan berbagai efek samping, termasuk: 

  • kulit bengkak dan kemerahan di area suntik,
  • bekas luka,
  • reaksi alergi, serta
  • infeksi dan penggumpalan darah.

Oleh sebab itu, cara menghilangkan bekas jerawat yang satu ini hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis kulit atau dokter bedah kecantikan yang telah mengantongi sertifikat. 

Dermabrasi

Selain dermal fillers, pilihan cara menghilangkan bekas jerawat dari dokter lainnya adalah dermabrasi. Dermabrasi adalah prosedur pengelupasan kulit menggunakan alat yang bekerja dengan berputar di permukaan kulit wajah agar lapisan terluar kulit terangkat. 

Permukaan kulit teratas akan dibuang dan menghasilkan kulit wajah yang merah dan terasa panas. Kondisi ini nantinya membentuk kerak pada proses penyembuhan dan akan menjadi mulus serta merona dalam waktu 1 – 2 minggu. 

Selain membersihkan bekas jerawat dan flek hitam, dermabrasi juga mampu mengurangi kemunculan garis halus di wajah dan membuat kulit terasa lebih halus. Bahkan, bekas jerawat yang berlubang pun dapat diatasi dengan teknik ini dan dikombinasikan dengan punch grafts

Dermabrasi tersedia dalam berbagai jenis. Salah satunya adalah mikrodermabrasi yang tergolong lebih ringan. Namun, langkah menghilangkan bekas jerawat yang satu ini butuh prosedur berulang kali dan tidak menghasilkan hasil yang terlalu memuaskan. 

Dermabrasi hanya dapat dilakukan di klinik kecantikan yang sudah bersertifikat atau dengan bantuan dokter spesialis kulit. Pasalnya, dermabrasi membutuhkan bius atau anestesi yang tergantung dengan kebutuhan masing-masing. 

Chemical peeling

chemical peeling adalah

Umumnya, chemical peeling digunakan untuk mengobati kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari. Namun, prosedur ini ternyata bisa digunakan sebagai cara menghilangkan bekas jerawat. 

Prosedur ini dilakukan dengan cara mengoleskan larutan kimia di kulit wajah dan leher Anda. Setiap sesi dapat menggunakan cairan yang berbeda-beda, tetapi bahan utamanya adalah asam glikolat atau asam trikloroasetat. 

Kedua bahan tersebut bertugas membunuh jaringan kulit dan mengangkat sel kulit mati agar kulit terkelupas. Dengan begitu, kulit lama akan digantikan oleh kulit baru yang lebih lembut dan sehat. 

Oleh sebab itu, chemical peeling dapat mengangkat kulit lama yang memiliki bekas jerawat dan menghilangkannya. 

Kebanyakan orang menganggap bahwa prosedur menghilangkan jerawat ini cukup berbahaya karena membuat kulit tampak mengelupas. Untungnya, chemical peels dinyatakan aman oleh dermatolog.

Perawatan IPL

Perawatan IPL atau IPL treatment ternyata juga dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat dan bekasnya. Terapi yang memanfaatkan cahaya lampu xenon dalam intensitas tinggi ini digunakan untuk meremajakan kulit. 

Berbeda dengan terapi laser yang hanya menggunakan satu gelombang cahaya, IPL treatment memanfaatkan paduan berbagai gelombang cahaya. Hal ini bertujuan agar dokter dapat menargetkan area yang lebih besar. 

Penelitian dari jurnal Dermatology Therapy melaporkan bahwa terapi IPL cukup efektif dalam mengatasi jenis jerawat ringan hingga sedang. Tidak hanya itu, terapi gelombang cahaya ini juga lebih minim risiko ketika digunakan untuk membunuh bakteri penyebab jerawat

Perawatan lain sebagai cara menghilangkan bekas jerawat

Selain keempat cara menghilangkan bekas jerawat yang dapat dilakukan di klinik kecantikan atau dokter spesialis kulit, ada beberapa metode lainnya, yakni sebagai berikut.

  • Laser resurfacing untuk meratakan kulit bekas jerawat yang berlubang.
  • Salep kortikosteroid untuk mengurangi kemerahan dan iritasi pada kulit.
  • Subcutaneous incision dengan memisahkan kulit dan lapisan yang terluka agar dapat meratakan bekas jerawat yang berlubang.
  • Cryotherapy adalah teknik membekukan bekas jerawat agar mati dan lepas dari kulit.

Cara menghilangkan bekas jerawat dengan bahan alami

Walaupun kini telah tersedia berbagai perawatan di klinik kecantikan untuk menghilangkan bekas jerawat, Anda juga dapat menggunakan cara yang alami.

Berbagai cara di bawah ini dikenal lebih murah dengan bantuan bahan alami yang mungkin Anda miliki di dapur. Berikut ini berbagai produk alami penghilang bekas jerawat. 

Lidah buaya

Salah satu cara menghilangkan bekas jerawat secara alami adalah dengan bantuan lidah buaya untuk jerawat. Tanaman tropis yang daunnya menghasilkan gel bening ini dilaporkan dapat meningkatkan produksi kolagen dan serat elastin. 

Jika digunakan saat masa penyembuhan luka jerawat, lidah buaya dapat membantu membuat kulit tampak lebih halus dan kencang. Alhasil, lekukan bekas jerawat dan flek hitam pun lebih tersamarkan. 

Selain itu, kandungan aloesin dalam lidah buaya berperan penting dalam mengurangi kelebihan produksi melanin pada kulit sekitar jerawat. Oleh sebab itu, tanaman berwarna hijau ini dapat dipakai untuk menyamarkan noda hitam bekas jerawat. 

Tea tree oil

Tea tree oil memang dikenal sebagai obat jerawat alami yang cukup ampuh dan aman. Bahkan, minyak pohon teh ini juga dapat dipakai sebagai cara menghilangkan bekas jerawat. 

Begini, tea tree oil umumnya bersifat antimikroba dan antiseptik, sehingga dapat membantu membunuh bakteri penyebab jerawat dan bakteri lainnya.

Tidak hanya itu, kandungan pada minyak yang sering digunakan dalam produk kecantikan ini juga dinilai sama efektifnya dengan benzoil peroksida. Benzoil peroksida adalah kandungan yang sering ada di dalam obat penghilang jerawat.

Bedanya, tea tree oil tidak menimbulkan efek seperti kulit memerah, kering, dan mengelupas. Perlu diingat bahwa penggunaan tea tree oil sebagai produk penghilang bekas jerawat hanya digunakan sebagai pengobatan luar. Pasalnya, tanaman herbal ini termasuk beracun sehingga tidak dapat diminum. 

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan bahan alami seperti tea tree oil untuk membersihkan bekas jerawat.

Bawang merah

Selain digunakan sebagai bahan masakan, bawang merah ternyata bisa dipakai untuk menghilangkan bekas jerawat. Hal ini dibuktikan lewat penelitian dari Journal of Cosmetic Dermatology

Para peneliti menyebutkan bahwa peserta yang menggunakan gel ekstrak bawang merah mengalami perbaikan tekstur bekas lukanya. Selain itu, bekas luka yang dimiliki menjadi lebih halus dan kemerahannya berkurang setelah 4 minggu. 

Produk ini kemungkinan dapat digunakan sebagai penghilang bekas jerawat dan mudah dijumpai di apotek terdekat.

Bahan alami lain untuk cara menghilangkan bekas jerawat

Ketiga bahan alami di atas memang cukup populer digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat. Namun, ada beberapa pilihan ramuan alami lainnya yang bisa digunakan agar kulit terbebas dari bekas jerawat, yakni: 

  • Minyak zaitun: membantu mengurangi gatal dan peradangan kulit.
  • Sari jeruk nipis: kandungan zat pemutih di dalamnya menyamarkan bekas jerawat.
  • Cuka apel: kandungan asam asetat, sitrat, dan suksinat di dalamnya membantu memperbaiki tekstur dan tampilan kulit.
  • Madu: pelembap alami yang membantu menyamarkan noda hitam bekas jerawat.
  • Minyak lavendel: kandungan zat generatifnya membantu menumbuhkan sel kulit baru.

Sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan berbagai pilihan bahan alami di atas untuk menghilangkan bekas jerawat.

Kebiasaan sehat untuk bantu menghilangkan bekas jerawat

baking soda untuk mencuci muka

Sembuh dari jerawat terkadang menyisakan bekas kemerahan atau membuat kulit menghitam. Bila hal ini terjadi pada Anda, tentu mencari cara menghilangkan bekas jerawat adalah jalan keluarnya. 

Selain bahan alami dan pengobatan dari dokter, ada kebiasaan sehat yang bisa membantu Anda menyamarkan bekas jerawat, meliputi sebagai berikut.

  • Rutin mencuci wajah dengan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit manusia.
  • Menyamarkan bekas jerawat dengan kosmetik, seperti memilih bedak dan foundation yang sesuai dengan warna dan jenis kulit.
  • Tidak menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.
  • Mencukupi kebutuhan air agar kulit tetap terhidrasi.
  • Pilih toner dan serum yang sesuai dengan kebutuhan dan jenis kulit.
  • Pola makan yang sehat, seperti konsumsi almond dan tomat yang kaya akan vitamin A dan C.
  • Memanfaatkan masker untuk jerawat, seperti masker lemon dan masker putih telur.
  • Kompres kulit dengan es batu untuk mengecilkan pori-pori di sekitar flek hitam.
  • Ikuti instruksi dokter saat menggunakan obat jerawat, seperti retinol dan salep penghilang bekas jerawat lainnya.

Intinya, memperhatikan perawatan kulit berjerawat pun penting untuk membantu menghilangkan bekas jerawat yang membandel, baik yang berwarna merah maupun hitam.

Selalu konsultasikan dengan dokter bila bekas jerawat atau bopeng sudah sangat mengganggu kepercayaan diri Anda. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Siku Kering? Ini 6 Cara Efektif untuk Mengatasinya

Siku kering hingga berwarna putih bukan hanya merusak penampilan, tapi juga kadang membuat tidak nyaman. Begini cara mengatasinya.

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Siapa yang suka makan bengkoang? Nyatanya, kandungan dan manfaat bengkoang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Vitamin C Bisa Membuat Warna Kulit Lebih Cerah?

Banyak orang menjalani suntik vitamin C dan memakai produk berbahan vitamin C untuk memutihkan kulit. Tapi apa benar vitamin C bisa mencerahkan kulit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Hidup Sehat, Kecantikan 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Segudang Manfaat Minyak Zaitun untuk Rambut dan Cara Memakainya

Manfaat minyak zaitun untuk rambut bukan hanya membuatnya berkilau, tapi juga bisa mengurangi ketombe. Bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

krim perontok bulu

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
glaukoma

Glaukoma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 10 menit
krim muka dari dokter bikin ketagihan

Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
kedutan mata kiri atas

9 Cara Alami Memanjangkan Bulu Mata Supaya Lebih Lentik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit