Panduan Tepat Merawat Kulit Sensitif

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/06/2019
Bagikan sekarang

Apakah Anda salah satu orang yang memiliki jenis kulit sensitif? Pemilik kulit sensitif memang membutuhkan kerja ekstra dalam perawatannya. Mereka harus sangat selektif sebelum memakai make up dan mencoba produk perawatan kulit. Pasalnya, orang yang memiliki jenis kulit sensitif rentan berjerawat atau bahkan menimbulkan reaksi yang tidak wajar seperti kemerahan, gatal, perih, dan sensasi terbakar di kulit jika salah dalam menggunakan produk tertentu.

Apa yang menyebabkan kulit jadi sensitif?

Kulit sensitif adalah kondisi kulit yang bereaksi secara berlebihan pada faktor lingkungan. Bila ujung saraf di lapisan atas kulit Anda teriritasi, maka mereka akan bereaksi. Ujung saraf pada kulit sensitif bisa jadi lebih rentan terhadap iritasi karena fungsi penghalang kulit yang rusak.

Setiap orang memiliki pemicu reaksi kulit sensitif yang berbeda-beda. Pada dasarnya kondisi-kondisi ini dapat melemahkan daya tahan lapisan kulit terluar. Alhasil, kulit mengalami iritasi, terasa panas, dan mengelupas. Umumnya, penyebab kulit sensitif bisa meliputi:

  • Paparan sinar matahari
  • Paparan terhadap polusi udara
  • Akibat perubahan suhu
  • Cuaca dingin
  • Penggunaan produk kosmetik dan perawatan kulit
  • Efek dari bahan kimia, misalnya klorin di kolam renang
  • Air yang sangat panas
  • Kurang tidur
  • Perubahan hormonal selama siklus haid atau kehamilan Anda
  • Stres
  • Kulit kering
  • Dehidrasi

Panduan perawatan kulit sensitif

1. Pilih produk perawatan alami

Kulit sensitif lebih rapuh daripada jenis kulit lain. Lebih baik pilih produk yang dominan mengandung bahan alami ketimbang kimiawi. Kalau perlu, pilih yang memang dibuat khusus untuk kulit sensitif.

2. Jangan keseringan berganti produk

Penyebab lain kulit menjadi sensitif adalah karena Anda terlalu sering gonta-ganti produk. Banyak produk perawatan kulit yang tersedia di pasaran mendorong pengguna untuk mencoba-coba  karena termakan iklan yang menjanjikan.

Namun, mengganti produk terus-menerus justru akan merusak pertahanan kulit, bukan malah membangun perlindungan untuk  kulit.

3. Tes dulu di kulit

Sebelum mengaplikasikan krim, masker, face mist, atau produk make-up lain pada wajah, sebaiknya Anda melakukan tes dulu di kulit.

Tes ini untuk memeriksa apakah bahan pada produk tersebut dapat digunakan pada jenis kulit Anda, sehingga bisa mencegah reaksi kulit, seperti kemerahan, iritasi, dan gatal.

Lakukan tes ini dengan mengoles sedikit produk ke bagian kulit tubuh lainnya, misal punggung tangan, dan bukan digunakan dalam jangka waktu tertentu untuk melihat hasilnya.

4. Hindari menyentuh wajah

Sering menyentuh wajah dapat memindahkan kotoran dan bakteri dari jari ke wajah. Kebiasaan ini juga bisa memicu munculnya jerawat. Ini adalah aturan dasar bagi mereka yang memiliki kulit yang sensitif. Kalaupun hendak menyentuh wajah, pastikan jika tangan Anda bersih.

5. Jangan pakai produk berpengharum

Beberapa produk perawatan kulit biasanya mengandung pewangi. Bahan kimia ini berpotensi memicu kerusakan pada kulit sensitif, dan pada beberapa kasus juga menyebabkan iritasi. Jika Anda memang berkulit sensitif sangat disarankan memilih produk perawatan kulit yang bebas wewangian.

6. Tidak berlebihan membersihkan kulit

Membersihkan kulit secara berlebihan dapat menyebabkan pelembap alami kulit hilang sehingga kulit terasa kering. Meski pembersihan kulit sangat penting, jika berlebihan, justru akan berdampak pada kesehatannya. Bersihkan wajah sekali di pagi hari dan sekali lagi sebelum tidur untuk memastikan kulit Anda bersih.

7. Pakai tabir surya

Kulit sensitif juga rentan terhadap sinar matahari dibanding jenis kulit lain. Jika Anda memiliki kulit sensitif, disarankan selalu menggunakan tabir surya. Pilih tabir surya dengan SPF 40 dan pakai sebelum melangkah ke luar rumah.

8. Konsultasikan ke dokter

Merawat kulit sensitif bukanlah hal mudah. Anda perlu memperhatikan beberapa hal yang mendasar untuk mencegah kulit bermasalah. Jika memiliki kulit yang sangat sensitif, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter saat ingin mengubah rutinitas perawatan kulit.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Memilih Sabun untuk Kulit Bayi yang Sensitif

Kulit bayi masih sangat sensitif, untuk itu Anda perlu memilih sabun yang tepat. Bagaimana cara memilih sabun bayi untuk kulit sensitif?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kulit Bayi, Parenting 01/05/2020

Ini Alasannya Jerawat Muncul Meski di Rumah Saja

Saat Anda di rumah saja, mungkin Anda bingung mengapa Anda menjadi jerawatan. Hal ini memang bisa terjadi. Lalu mengapa jerawat muncul meski hanya di rumah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Meskipun kulit aman dari polusi, faktor lainnya di rumah bisa memicu masalah kulit. Ini sederet tips merawat kulit saat karantina.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

8 Manfaat Minyak Rosehip untuk Kecantikan Kulit

Salah satu jenis minyak yang bermanfaat untuk kecantikan kulit, yaitu minyak rosehip. Apa saja manfaat dari minyak rosehip ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

jerawat gara-gara kacamata

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
perbedaan hydrating dan moisturizing

Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
glass skin

5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020
kulit rusak saat puasa

7 Kesalahan yang Membuat Kulit Rentan Rusak Selama Bulan Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020