5 Cara Merawat Kulit untuk Mencegah Penuaan Sejak Usia Muda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Perawatan kulit seperti krim anti-kerut biasanya digunakan oleh orang berusia di atas 40 tahun, tetapi sekarang semakin banyak perusahaan kecantikan yang memperkenalkan krim anti penuaan untuk usia 20 dan 30-an. Memangnya, apa benar usia 30-an perlu krim perawatan untuk membuat kulit terlihat lebih muda? Apa saja cara dan perawatan kulit untuk cegah keriput? Simak ulasannya di bawah ini, yuk!

Mengapa perlu perawatan kulit untuk cegah keriput?

Pada akhir usia 20-an hingga pertengahan 30-an tahun, Anda akan memasuki masa pra-penuaan. Pada tahap ini Anda mungkin akan mulai melihata adanya garis-garis di sekitar mata dan mulut, atau bintik-bintik hitam akibat sinar matahari. Hal ini sebetulnya wajar, dan masih bisa dihindari risiko terburuknya lewat perawatan kulit tertentu.

Dua faktor utama penyebab pra-penuaan adalah kerusakan yang dihasilkan sinar matahari, dan (sayangnya) faktor genetik Anda. Namun, jangan khawatir dulu. Anda masih bisa mencegah, menunda, memperbaiki, hingga menghilangkan tanda penuaan pada kulit.

Jika Anda merasa kulit Anda telah terpapar terlalu banyak sinar matahari selama ini, maka Anda harus segera menggunakan perawatan atau krim anti penuaan sesegera mungkin. Perlindungan dari matahari dengan serum, krim, dan pelembap yang mengandung antioksidan bisa menyelamatkan kulit Anda. Selain itu, masih banyak lagi yang bisa Anda lakukan untuk kulit.

Cegah keriput dengan beragam cara perawatan kulit

Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memulai perawatan kulit anti penuaan:

1. Mulai dengan sunscreen khusus wajah

pakai pelembap wajah yang benar

Langkah pertama dalam perawatan kulit untuk mencegah penuaan adalah menggunakan pelindung matahari seperti sunscreen, sunblock, atau tabir surya yang akan melindungi Anda dari bahaya sinar UV matahari. Gunakan krim dengan SPF 15, 20, hingga 30 untuk sehari-hari pada wajah Anda jika ingin bepergian keluar rumah. 

2. Jangan lupa pakai di leher dan tangan juga

Selain wajah, jangan lupakan area leher dan tangan. Area itu adalah area yang paling sering terkena paparan sinar matahari, tapi ironisnya juga menjadi area kulit yang paling sering terlupakan untuk dirawat. Jangan heran jika melihat banyak wanita paruh baya yang sudah melakukan perawatan kulit mahal, tapi kulit leher dan tangannya masih penuh keriput.

3. Kurangi minum pakai sedotan karena dapat menyebabkan kerutan

minum pakai sedotan

Menyeruput minuman menggunakan sedotan dipercaya dapat menimbulkan garis-garis halus di sekitat mulut Anda. Gerakan otot apa pun yang sifatnya berulang akan menyebabkan kerutan. Untuk mencegah keriput sekitar mulut, kurangi pemakaian sedotan.

Selain itu, perawatan kulit untuk cegah masalah keriput di area mulit dan dahi bisa diatasi dengan menggunakan krim retinol di malam hari pada sekitar mulut (terutama pada garis senyum) dan dahi.

4. Pakai krim mata

menghilangkan kantong mata hitam

Kulit di sekitar mata Anda adalah kulit paling tipis dari keseluruhan tubuh Anda, yang berarti area ini akan menjadi tempat pertama munculnya kerutan. Pada pertengahan usia 20 tahunan, gunakan krim mata yang dapat menutrisi area sekitar mata dan melindungi Anda dari garis-garis di ujung mata.

Jangan lupa juga menggunakan kacamata hitam dengan penangkal UV saat ke pantai atau ke tempat yang terik sinar matahari.

5. Konsumsi makanan  yang mengandung antioksidan

makanan tinggi antioksidan

Selain perawatan kulit dari luar, Anda juga harus merawat kulit dari dalam. Mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan dapat menunda penuaan pada tubuh secara nyata. Biasakan mengonsumsi teh hijau, sayuranbuah-buahan berry, kacang-kacangan, dan cokelat hitam (dark chocolate).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

Pengobatan penyakit kulit dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan fototerapi atau terapi cahaya. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab dari eksim alias dermatitis atopik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Dermatitis herpetiformis

Dermatitis Herpetiformis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
komplikasi dermatitis

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
dermatitis numularis

Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
dermatitis atopik eksim

Dermatitis Atopik (Eksim)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit