Setiap hari Anda menghasilkan jutaan sel kulit mati. Bila tidak dibersihkan, akan terjadi penumpukan di kulit. Tentu ini bisa mengganggu kesehatan kulit Anda. Untuk itu, ada perawatan khusus yang bertujuan untuk menghilangkan sel kulit mati, yaitu eksfoliasi. Nah, benarkah eksfoliasi itu baik untuk kulit? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut.

Menghilangkan sel kulit mati berarti menjaga keseimbangan kulit

Kulit secara alami membuang lapisan kulit terluar setiap sebulan sekali. Proses alami tersebut menyebabkan adanya sel-sel pada kulit akan mati setiap harinya. Namun sering bertambahnya usia, pengelupasan kulit menjadi semakin melambat sehingga bisa membuat kulit Anda menjadi kering, bersisik, dan gatal.

Melakukan eksfoliasi atau menghilangkan sel kulit mati berarti membantu kulit untuk mempercepat proses pengelupasan serta membantu meringankan beberapa kondisi kulit. Itulah sebabnya eksfoliasi menjadi salah satu perawatan yang baik untuk kulit.

Ada dua cara melakukan eksfoliasi. Pertama, secara fisik dengan sikat atau scrub untuk mengangkat sel kulit mati. Kemudian cara kedua dilakukan secara kimia dengan mengoleskan asam pada kulit untuk melarutkan sel-sel kuli mati.

Selain mempercepat proses pengelupasan kulit, eksfoliasi juga memberikan manfaat lain. Kulit menjadi lebih cerah karena penumpukan sel kulit sudah dibersihkan dan aliran darah pada wajah menjadi lebih lancar. Tak ketinggalan, prosedur ini meningkatkan efektivitas perawatan kulit. Pasalnya, lapisan kulit lebih mudah ditembus oleh produk perawatan kulit sekaligus meningkatkan produksi kolagen, jika dilakukan dalam jangka panjang.

Untuk itu, eksfoliasi bisa menjadi perawatan untuk memulihkan kulit yang berjerawat dan kulit belang akibat paparan sinar matahari.

Semua manfaat eksfoliasi akan Anda dapatkan, asal…

Walaupun manfaatnya banyak dan umumnya mudah untuk dilakukan, Anda tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter kulit. Sebab, eksfoliasi dengan cara kimia yang hasilnya lebih maksimal tetap berpotensi membuat kondisi kulit Anda lebih buruk, jika produk yang Anda pilih tidak sesuai. Jadi, Anda perlu memahami kondisi kulit dan pertimbangan kandungan produk yang tepat untuk kulit Anda.

Pada situs American Academy Dermatology, dr. Marry P. Luppo, FAAD, seorang profesor kesehatan kulit dari Tulane University of Medicine mengatakan bahwa orang dengan kondisi kulit khusus seperti kulit berjerawat atau rosacea harus konsultasi terlebih dahulu untuk melakukan eksfoliasi.

Orang yang memiliki kondisi pengelupasan yang lebih parah sehingga berisiko hiperpigemntasi postinflammatory (PIH) sebaiknya menghindari perawatan eksfoliasi. Jadi, tidak semua orang cocok melakukan eksfoliasi.

kulit kombinasi

Bagaimana cara melakukan eksfolisasi yang benar?

Agar proses menghilangkan sel kulit mati yang Anda lakukan berhasil maksimal, perhatikan langkah-langkahnya berikut ini.

1. Kenali jenis kulit Anda

Setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda. Jadi, penting bagi Anda untuk mengetahui jenis kulit sebelum melakukan perawatan kuit apa pun, termasuk eksfoliasi. Sebab, jenis kulit yang Anda miliki menjadi petunjuk perawatan mana yang sebaiknya Anda lakukan dan seberapa sering Anda melakukan perawatan.

2. Pilih produk perawatan yang tepat

Bila Anda memiliki kulit kering dan sensitif, pilih produk perawatan eksfoliasi yang lebih ringan kadar asam salisilat atau asam glikolatnya. Namun, bila jenis kulit lebih berminyak, pilih produk perawatan dengan kadar asam salisilatnya lebih besar, sekitar dua persen. Namun, jangan lebih dari itu. Anda bisa mendapatkan produk perawatan tersebut di apotek sesuai resep dokter kulit.

Hindari produk yang mengandung retinoid, retinol, atau benzoyl peroxide yang bisa mengurangi kelembapan kulit dan menyebabkan kulit kering berjerawat. Pastikan untuk selalu membersihkan scrub atau sikat sebelum dan sesudah pemakaian. Begitu juga dengan kebersihan handuk yang Anda gunakan.

3. Buat jadwal rutin

Seberapa sering Anda melakukan eksfoliasi harus disesuaikan dengan jenis kulit. Normalnya, eksfoliasi dilakukan setiap dua kali seminggu. Namun, untuk kulit berminyak, perawatan eksfoliasi dianjurkan lebih sering dilakukan. Kemudian untuk kulit sensitif, eksfoliasi lebih jarang untuk dilakukan, misalnya satu kali dalam seminggu.

Sementara itu, bila Anda melakukan eksfoliasi dengan prosedur mikrodermabrasi dari dokter, eksfoliasi dilakukan beberapa kali dalam beberapa minggu. Buat jadwal rutin untuk eksfoliasi, baik itu janji dengan dokter atau jadwal yang Anda buat sendiri bila dilakukan di rumah.

4. Pilih metode eksfoliasi yang sesuai

Untuk jenis kulit kering, sensitif, atau berjerawat dianjurkan memilih perawatan dengan kain lap dan eksfoliator kimia ringan. Sementara untuk kulit yang berminyak, plih produk perawatan kimia yang lebih kuat kadar asam salisilatnya serta bantuan scrub atau sikat wajah. Bila kulit Anda berjerawat dan terbakar matahari, pilih produk perawatan kimia dan scrub yang lebih ringan.

5. Lakukan eksfoliasi dengan benar dan hati-hati

Sebelum melakukan eksfoliasi, bersihkan wajah Anda terlebih dahulu. Kemudian, kembali basuh wajah dengan air hangat. Lalu, oleskan produk atau scrub pada kulit secara perlahan dengan gerakan melingkar. Lakukan hal tersebut selama 30 detik dan bilas dengan air hangat. Keringkan wajah dengan cara ditepuk-tepuk pelan menggunakan handuk kering. Kemudian, oleskan pelembap kulit secara merata agar kelembapan kulit tetap terjaga.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca