Benarkah DNA Ikan Salmon Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 Agustus 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Daging ikan salmon sehat dimakan karena mengandung asam lemak omega-3, protein, vitamin B, dan juga antioksidan yang baik untuk tubuh secara keseluruhan. Namun di dunia kecantikan, tren menyuntikkan atau mengoleskan krim yang mengandung DNA ikan salmon katanya baik untuk mencegah penuaan dan menyembuhkan luka di kulit. Benarkah?

Manfaat DNA salmon untuk kesehatan kulit

Dikutip dari Huffington Post, DNA yang terdapat dalam sperma ikan salmon dipercaya berkhasiat baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit.

Dr. Rachel Nazarian dari Schweiger Dermatology Group di New York kemudian menyatakan memang ada beberapa fakta ilmiah yang mendukung teori tersebut. 

Pertama adalah sebuah penelitian terbitan International Journal of Cosmetic Science pada tahun 2010. studi tersebut melaporkan krim yang mengandung 3% DNA sperma salmon mengenyalkan dan melembapkan kulit wajah 90% pria partisipan setelah 12 minggu pengolesan rutin. Kulit pria-pria tersebut tadinya tampak sangat kasar dan kering. Tim peneliti menemukan, DNA sperma salmon bekerja merangsang produksi asam hyaluronat (hyaluronic acid) pada sel jaringan ikat kulit.

Bukti yang kedua datang dari penelitian lebih anyar, terbitan jurnal Archives of Craniofacial Surgery tahun 2018. Penelitian ini menyatakan krim yang mengandung DNA dari sperma salmon membantu luka bakar di kulit tikus lebih cepat sembuh, ketimbang ketika dioles cairan saline atau obat luka bakar lainnya.

Hasil penelitian tersebut memperlihatkan krim DNA salmon membantu mempercepat penyembuhan luka dengan meningkatkan pembentukan pembuluh darah serta melancarkan aliran darah ke kulit. 

Terakhir menurut dr. Nazarian, produk skincare yang mengandung sperma DNA salmon sering dianjurkan dipakai untuk memulihkan kulit setelah perawatan laser ablatif tertentu. 

Jadi benarkah DNA salmon bermanfaat untuk kulit?

Meski DNA salmon dinilai berpotensi baik untuk kulit, masih perlu bukti-bukti dari penelitian yang lebih luas untuk memastikan manfaatnya. Penelitian yang ada sampai saat ini masih terbatas diuji pada kelompok kecil manusia, hewan percobaan, atau kultur sel kulit.

Dr. Samer Jaber, dokter kulit dari Washington Square Dermatology, masih meragukan bahwa manfaat DNA salmon benar-benar manjur untuk mencegah penuaan kulit. Jaber berargumen bahwa penelitian yang ada hanya membuktikan manfaat DNA salmon untuk meningkatkan elastisitas kulit, bukan mencegah penuaan dini. Ia melanjutkan, pada dasarnya hal paling utama yang dapat mencegah penuaan dini sampai saat ini masih dimenangkan dengan rajin mengoleskan tabir surya pada kulit.

Sementara itu, beberapa ahli berpendapat bahwa kebaikan salmon untuk kulit paling berpotensi datang dari kandungan asam omega 3 dan vitamin D-nya. Kulit manusia pada dasarnya memiliki lapisan minyak alami di bagian paling atasnya untuk melindungi diri dari kekeringan.

Nah, asupan asam lemak omega 3 diketahui dapat membantu kulit mempertahankan kelembaban dan tetap terhidrasi. Asam lemak omega-3 sudah terbukti dapat mencegah kerusakan kolagen dan elastisitas kulit, yang bisa membuat Anda terlihat awet muda. 

Selain itu, dr. Melda Isaac, seorang dokter kulit di Washington, DC, juga mengatakan bahwa vitamin D dari salmon memiliki efek fotoprotektif. Artinya, asupan vitamin D dapat membantu melindungi kulit terhadap dampak negatif dari radiasi sinar UV. 

Manfaat vitamin D pada daging ikan salmon juga bagus untuk pertumbuhan, perbaikan, serta membantu melindungi kulit dari terpaan radikal bebas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Jika Anda sering jatuh dan merasa keseimbangan tubuh kurang baik, maka hal ini menandakan Anda mengalami kondisi medis tertentu. Apa saja?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Bagaimana sebenarnnya penggunaan antibiotik yang baik dan benar? Berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat sedang minum antibiotik.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Cara Merawat Kulit yang Mengelupas

Entah karena terbakar matahari, perawatan wajah, atau alasan lain, Anda mungkin menemukan kulit mengelupas tiba-tiba. Bagaimana merawatnya agar tak rusak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Kecantikan 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

Jika mata Anda mudah merah tanpa penyebab yang jelas, coba simak artikel ini karena mungkin Anda memiliki alergi mata (konjungtivitis alergi).

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perawatan paliatif apa itu

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mata silinder (astigmatisme)

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit
infeksi saluran kencing pada wanita menopause

Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit