home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Fakta yang Harus Anda Tahu Tentang Kulit Berminyak (Tak Selalu Buruk, Lho!)

Fakta yang Harus Anda Tahu Tentang Kulit Berminyak (Tak Selalu Buruk, Lho!)

Adanya kandungan minyak di wajah kadang membuat jadi tidak percaya diri. Malah kadang, ada beberapa orang yang terus menerus mencuci muka agar minyak di wajah hilang, atau bahkan memakai kertas minyak tiap 1 jam sekali agar minyak di wajah bisa surut.

Padahal, minyak di wajah nyatanya tidak selalu buruk, lho. Daripada berburuk sangka terus dengan minyak, ada baiknya Anda menyimak beberapa fakta yang harus Anda ketahui tentang kulit wajah yang berminyak di bawah ini.

Fakta tentang minyak di wajah

Minyak atau sebum adalah zat berwarna kekuningan yang dihasilkan oleh kelenjar sebaceous yang ditemukan di hampir setiap permukaan tubuh.

Karena komposisinya yang unik, sebum dapat menjaga kelembapan kulit. Ia juga memiliki sifat antibakteri, menjadikannya pertahanan pertama tubuh melawan infeksi. Yuk, simak penjelasan selengkapnya.

1. Minyak terbuat dari lemak

Sebum sebenarnya adalah campuran dari asam lemak, gula, lilin, serta bahan kimia lainnya yang membentuk penghalang sebagai pelindung dari penguapan air di kulit.

Lebih spesifiknya, sebum mengandung trigliserida dan asam lemak sebanyak 57%, wax ester, squalene, dan kolesterol sebanyak 4,5 persen.

Namun, minyak lebih dari sekadar sebum. Minyak di wajah juga mengandung campuran keringat, sel kulit mati, dan partikel kecil yang ada di sekitar lapisan kulit.

2. Minyak di wajah bisa membuat wajah lebih lembab

Minyak di wajah sebenarnya sangat bermanfaat untuk kulit kering, lho. Tapi pastikan Anda memilih produk perawatan yang benar.

Minyak dapat mengembalikan keseimbangan alami dan meningkatkan kelembaban kulit Anda. Selain itu, minyak juga cocok sebagai jenis kulit orang yang tinggal di iklim tropis.

3. Minyak di wajah membuat kulit lebih tahan sinar matahari

Wajah yang berminyak ternyata lebih tahan terhadap sinar matahari, karena memiliki lapisan kelembaban yang lebih tebal. Kira-kira, tingkat asamnya pH nya sekitar 4,5 – 6,2 pH.

Lapisan keasaman ini akan melindungi kulit dari bakteri dan mempertahankan kelembaban kulit, sehingga Anda juga tidak perlu menggunakan tabir surya berlebihan.

4. Kulit berminyak tetap butuh pelembab

Ada mitos yang mengatakan bahwa memakai pelembab pada kulit berminyak menyebabkan kulit semakin berminyak dan timbul jerawat.

Padahal, penyebab kulit berminyak adalah kondisi kering yang terjadi pada kulit. Umumnya setelah pemakaian cleanser dan toner akan membuat kulit menjadi kering, sehingga pelembab yang tepat untuk kulit berminyak sangat diperlukan untuk membantu menjaga kelembaban kulit wajah.

5. Penyebab jerawat bukan karena kulit berminyak, tapi karena sisa kotoran dan makeup

Sebetulnya jika kulit berminyak Anda tumbuh jerawat, bukan karena si minyak yang ada pada wajah. Jerawat yang timbul biasanya karena sisa makeup dan kotoran yang tidak dibersihkan secara optimal, sehingga pori-pori kulit jadi tersumbat.

Saat pori-pori tersumbat oleh sisa makeup dan kotoran, kulit akan mengalami dehidrasi yang dapat memicu kulit memproduksi lebih banyak minyak sehingga timbulnya iritasi dan jerawat pada kulit.

6. Kulit berminyak umumnya didapat dari keturunan (genetik)

Banyak cara untuk mengatasi masalah kulit berminyak, namun cara apapun tidak akan bisa menghentikan munculnya minyak pada kulit karena faktor utama kulit berminyak berasal dari faktor genetik.

7. Minyak bantu mencegah kulit dari infeksi bakteri dan jamur

Ternyata, minyak juga memiliki sifat antibakteri dan antijamur, lho. Lipid dalam minyak membuat pH kulit menjadi sedikit asam, berkisar antara 4,5 sampai 6,0, sehingga bakteri, virus, dan mikroba tidak bertahan lama pada lapisan kulit.

Selain itu, kurangnya sebum yang dihasilkan dari kulit juga kerap dikaitkan dengan tingginya infeksi jamur seperti kurap. Sebab, minyak dapat memberi perlindungan pada kulit dari jamur penyebab penyakit.

Mengatasi masalah kulit berminyak memang bukan hal yang gampang, tapi mencoba mengubah gaya hidup untuk kulit lebih sehat seperti meminum banyak air, mengonsumsi makanan sehat, dan memakai produk perawatan wajah khusus untuk kulit wajah berminyak akan membantu mengontrol jumlah minyak pada kulit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Picardo, M., Ottaviani, M., Camera, E., & Mastrofrancesco, A. (2009). Sebaceous gland lipids. Dermato-endocrinology, 1(2), 68–71. Retrieved 27 April 2021.

Endly, D. C., & Miller, R. A. (2017). Oily Skin: A review of Treatment Options. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 10(8), 49–55. Retrieved 27 April 2021.

Is Oilier Skin More Prone to Acne? (2020). Acne.org. Retrieved 27 April 2021, from https://www.acne.org/is-oilier-skin-more-prone-to-acne.html

Purnamawati, S., Indrastuti, N., Danarti, R., & Saefudin, T. (2017). The Role of Moisturizers in Addressing Various Kinds of Dermatitis: A Review. Clinical medicine & research, 15(3-4), 75–87. Retrieved 27 April 2021.

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph pada 15/08/2017
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x