Saat ini, laser wajah jadi cara yang banyak dipilih karena dianggap bisa menunjukkan hasil yang instan, dibandingkan dengan menggunakan produk skin care. Salah satu laser yang sedang digemari saat ini adalah laser resurfacing. Masih asing di telinga? Yuk, simak manfaat dan efek samping dari laser wajah ini.

Apa itu perawatan laser skin resurfacing?

laser ablatif

Laser resurfacing atau laser skin resurfacing adalah prosedur perawatan kulit yang dilakukan untuk membantu membantu mengurangi keriput, noda akibat penuaan dan bekas jerawat di wajah. Selain itu, laser wajah yang satu ini juga diandalkan untuk mengencangkan kulit serta membuat warna kulit lebih merata.

Dikutip dari Mayo Clinic, perawatan laser resurfacing dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

Laser ablatif

Laser ablatif dilakukan dengan menghilangkan lapisan terluar kulit. Perawatan kecantikan ini menggunakan laser karbon dioksida (CO2) dan laser erbium.

Laser CO2 biasanya dilakukan untuk membantu menghilangkan bekas luka, kutil, dan kerutan yang cukup dalam. Sedangkan laser erbium dilakukan untuk menyamarkan garis halus dan keriput.

Laser nonablatif

Laser nonablatif, dilakukan dengan merangsang pertumbuhan kolagen dan mengencangkan lapisan kulit di bawahnya tanpa menghilangkan lapisan terluar kulit.

Biasanya laser nonablatif dilakukan untuk membantu menghilangkan rosacea dan masalah kulit tertentu akibat jerawat. Salah satu jenis perawatan nonablatif yaitu intense pulsed light (IPL), laser fraksional, dan dye-pulsed laser. 

Manfaat laser skin resurfacing

metode hilangkan bekas luka pada wajah

Laser wajah yang satu ini diklaim bisa mengatasi berbagai permasalah kulit yang membandel. Dari penuaan, sering terkena sinar matahari, hingga jerawat yang tak kunjung sembuh meski sudah pakai obat dokter.

Laser resurfacing dipercaya bisa menghilangkan masalah seperti:

  • Bintik dan noda penuaan
  • Bekas luka
  • Bekas jerawat
  • Garis halus dan kerutan
  • Kulit kendur
  • Warna kulit tidak merata
  • Kelenjar minyak terlalu besar
  • Kutil

Bagaimana prosedur laser wajah ini?

Menghilangkan noda hitam bekas jerawat

Untuk laser resurfacing dengan metode ablatif, pertama-tama dokter akan mematikan saraf kulit dengan melakukan anestesi lokal  dan membersihkan wajah dari minyak kulit, kotoran maupun bakteri. Kemudian, sinar laser diarahkan pada kulit yang bermasalah. Sinar inilah yang nantinya akan menghancurkan lapisan kulit terluar.

Di saat yang sama, laser juga memanaskan kulit bagian dalam hingga menyebabkan serabut kolagen mengecil. Jadi saat luka sembuh, kulit baru akan tumbuh dan membuat permukaan wajah lebih kencang dan halus. Biasanya dokter membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga dua jam tergantung dengan teknik yang digunakan dan banyaknya permasalahan kulit.

Sementara itu, untuk laser nonablatif, dokter akan mematikan saraf dengan anestesi topikal satu jam sebelum perawatan dimulai. Untuk melindungi lapisan kulit terluar, dokter akan melapisi permukaan kulit dengan menggunakan gel berbahan dasar air. 

Sinar laser nantinya akan merusak kolagen di bawah kulit dan merangsang pertumbuhan kolagen baru, mengencangkan kulit, dan memperbaiki warna serta tampilan kulit Anda tanpa menghilangkan lapisan terluarnya. Biasanya perawatan yang satu ini memakan waktu 15 menit hingga 1,5 jam dan perlu diulangi selama beberapa bulan ke depan.

Efek samping perawatan dengan laser resurfacing

krim muka dari dokter bikin ketagihan

Perawatan laser resurfacing baik ablatif maupun nonablatif dapat menyebabkan berbagai efek samping setelah perawatan, yaitu:

Laser ablatif

Berbagai efek samping yang bisa muncul akibat perawatan laser ablatif, yaitu:

  • Kemerahan, bengkak, dan gatal. Biasanya dapat terjadi hingga beberapa bulan ke depan setelah perawatan.
  • Jerawat. Menggunakan krim tebal dan perban ke wajah setelah perawatan dapat memperburuk kondisi jerawat bahkan menimbulkan milia.
  • Infeksi, baik bakteri virus maupun jamur. Infeksi paling umum ialah virus herpes.
  • Perubahan warna kulit, bisa menjadi lebih gelap maupun lebih terang pada bagian kulit yang sedang diobati.
  • Bekas luka, yaitu berisiko menimbulkan jaringan parut.

Laser nonablatif

Berikut berbagai efek samping yang bisa muncul akibat perawatan laser nonablatif, yaitu:

  • Infeksi, seperti salah satunya herpes.
  • Perubahan warna kulit, terlebih jika Anda memiliki warna kulit yang gelap.
  • Bengkak dan kemerahan, biasanya berlangsung dalam hitungan jam atau hari.
  • Jaringan parut, meski jarang tetapi laser nonablatif bisa menyebabkan jaringan parut di kulit yang diobati.

Perawatan dengan laser resurfacing tidak bisa dilakukan pada sembarang orang. Biasanya, dokter akan menghindari dan lebih berhati-hati untuk melakukan prosedur yang satu ini jika:

  • Memiliki jerawat aktif.
  • Menggunakan obat jerawat jenis isotretinoin selama setahun terakhir
  • Memiliki penyakit autoimun,
  • Memiliki warna kulit yang sangat gelap.
  • Memiliki permasalahan wajah yang terlalu kompleks.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca