Olahraga Low Impact atau High Impact Supaya Berat Badan Turun?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Olahraga low impact atau high impact sama-sama bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung, membakar kalori, dan membantu mengatur berat badan. Sebutan low impact dan high impact ini berbeda dengan intensitas tinggi dan rendah (high intensity dan low intensity) yang mungkin sering Anda dengar. Sebutan low impact dan high impact ini berdasarkan penggolongan yang dibuat oleh peneliti di bidang olahraga. Olahraga dibedakan berdasarkan dampaknya pada persendian. Nah, tapi dari perbedaan itu mana yang lebih baik untuk turunkan berat badan, ya? Simak ulasannya di bawah ini.

Apa itu olahraga low impact?

Olahraga low impact adalah olahraga yang gerakan kedua kakinya atau salah satu kakinya masih menempel di lantai sepanjang sesi olahraga. Contohnya, berjalan, yoga, bersepeda, berenang, dan lain-lain.

Latihan olahraga low impact biasanya direkomendasikan bagi para pemula yang baru memulai olahraga, orang yang mengalami berat badan lebih dan obesitas, yang sedang hamil, atau sedang mengalami cedera saraf atau tulang. Olahraga ini baik untuk mereka karena bisa mengurangi risiko yang lebih berat.

Olahraga low impact bukan berarti intensitasnya rendah daripada olahraga high impact. Bukan berarti juga low impact tidak bisa membakar banyak lemak. Olahraga ini hanya memberikan beban yang lebih rendah pada sendi di setiap gerakan, tapi bukan berarti tidak butuh energi.

Apa itu olahraga high impact?

Olahraga high impact melibatkan gerakan dengan hentakan seperti saat melompat. Dikatakan latihan high impact jika ada saat di mana kedua kaki Anda tidak menginjak lantai atau tanah pada saat yang bersamaan. Contohnya jogging, lompat tali, skipping, jumping jack, dan latihan lainnya yang mengharuskan kedua kaki melompat. Olahraga high-impact akan membuat pembebanan ekstra di lutut, pergelangan kaki, dan pinggul.

Akan tetapi, olahraga high impact kurang tepat jika dilakukan setiap hari tanpa jeda atau variasi latihan.

Aktivitas olahraga high impact cenderung membakar lebih banyak kalori daripada olahraga low impact. Sebab, jantung akan memompa darah lebih cepat sehingga pembakaran kalori akan semakin besar. Meskipun bisa membakar kalori lebih besar, jenis olahraga ini memiliki konsekuensi lain.

Kesempatan untuk mengalami cedera lebih mudah terjadi pada olahraga ini. Contohnya saja, saat berlari kencang akan memberikan beban pada kaki sebanyak 2,5 kali berat badan Anda dan ini akan membebankan tubuh Anda. Inilah mengapa jenis olahraga ini kurang nyaman dilakukan oleh orang yang punya masalah di bagian kaki atau punya berat badan berlebihan. 

Olahraga high impact memang memiliki kemampuan membakar kalori lebih besar dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan olahraga low impact. Bahkan penelitian menunjukan bahwa olahraga ini bisa menurunkan persentase lemak lebih besar dibandingkan gerakan olahraga low impact.

Penelitian dalam jurnal ilmiah SPIRIT tahun 2015 membandingkan antara kelompok yang melakukan senam aerobik low impact dengan kelompok yang melakukan senam aerobik high impact. Dari kedua kelompok tersebut, olahraga high impact memiliki efek menurunkan persentase lemak lebih besar dibandingkan olahraga low impact.

olahraga saat puasa

Jadi sebaiknya pilih olahraga low impact atau high impact?

Meskipun bisa membakar kalori lebih banyak dan menurunkan persentase lemak lebih besar, gerakan olahraga high impact membutuhkan beberapa pertimbangan. Pasalnya, ada beberapa risiko yang lebih mudah terjadi saat melakukan jenis latihan ini. Oleh karena itu, saat menurunkan berat badan, pilihlah yang paling cocok dan aman dengan kondisi Anda. Atau kombinasikan keduanya.

Jika Anda menginginkan olahraga high-impact tentu boleh saja dengan segala kesiapan yang Anda punya. Namun perlu Anda ketahui juga, bukan jenis low impact dan high impact saja yang memengaruhi pembakaran kalori lebih banyak. Yang tidak kalah penting adalah intensitasnya.

Melakukan olahraga low impact bukan berarti cuma sedikit kalori yang terbakar. Jika olahraga low impact dilakukan dengan intensitas tinggi ini juga akan membuat pembakaran kalori semakin maksimal. Contohnya, saat Anda bersepeda dengan kecepatan tinggi dalam waktu yang lebih singkat. Tubuh akan lebih banyak melakukan pembakaran kalori saat Anda sedang mengeluarkan usaha yang keras saat naik sepeda itu.

Bagi Anda yang pemula, obesitas, dan memiliki masalah persendian, sebaiknya jika ingin menurunkan berat badan lakukanlah olahraga low impact. Dengan semakin meningkatkan intensitasnya Anda juga tetap bisa membakar kalori lebih cepat, berat badan pun akan ikut menurun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengulik Serba-Serbi Diet South Beach untuk Menurunkan Berat Badan

Hampir serupa dengan diet Atkins, diet south beach menekankan pola makan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan perbanyak protein.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 5 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 28 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 28 Mei 2020 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
diet tinggi serat

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
pembagian porsi makan

Seperti Apa Porsi Makan yang Tepat Agar Diet Cepat Berhasil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit