Berapa Banyak Aktivitas Fisik yang Dibutuhkan Orang Dewasa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Seiring bertambahnya usia dan kesibukan, kebanyakan orang dewasa (18-64 tahun) jadi kehilangan waktu serta kesempatan untuk beraktivitas fisik. Jika Anda tidak benar-benar meluangkan waktu untuk bergerak secara aktif, Anda mungkin akan tetap menjalani hari-hari Anda secara pasif. Apalagi jika Anda bekerja seharian di kantor. Padahal, tubuh manusia harus terus digerakkan agar bisa berfungsi dengan normal. Seperti halnya makan, aktivitas fisik adalah salah satu kebutuhan hidup yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.

Aktivitas fisik adalah kegiatan dalam durasi waktu tertentu yang membutuhkan energi dan pergerakan otot-otot kerangka. Jangan keliru dengan olahraga yang berarti gerakan badan yang bersifat terstruktur dengan tujuan yang spesifik, biasanya untuk melatih anggota tubuh tertentu. Namun, aktivitas fisik memang cakupannya sangat luas. Mulai dari kegiatan sehari-hari seperti jalan kaki dan menjemur pakaian hingga olahraga seperti latihan kebugaran, berenang, atau bermain futsal.

BACA JUGA: Malas Gerak, Salah Satu Penyebab Kematian Terbanyak di Dunia

Pentingnya aktivitas fisik bagi orang dewasa

Banyak orang menyepelekan pentingnya beraktivitas fisik. Ini karena dampak kurang gerak tidak akan langsung terasa pada tubuh. Berbeda dengan kebutuhan makan. Kalau Anda tidak makan tubuh akan memberi peringatan melalui rasa lapar. Sementara kurang aktivitas fisik baru akan muncul peringatannya dalam jangka panjang. Padahal, sebenarnya aktivitas fisik bisa memberikan berbagai manfaat yang penting tapi tidak Anda sadari sehari-hari.

Mencegah penyakit

Aktivitas fisik bagi orang dewasa tak hanya baik untuk menjaga kebugaran tubuh, tapi juga mencegah berbagai penyakit yang mengintai seiring bertambahnya usia. Beberapa penyakit yang dipicu oleh kurang aktivitas fisik antara lain adalah sebagai berikut.

Menjaga ketajaman mental

Semakin bertambah usia, fungsi kognitif orang dewasa pun akan lama-lama berkurang. Apalagi kalau Anda tidak cukup beraktivitas fisik. Daya ingat, konsentrasi, atau ketelitian Anda pun akan semakin menurun. Sementara itu, orang yang aktif bergerak dan berolahraga pikirannya akan tetap tajam. Ini karena selama Anda beraktivitas fisik, otak akan terus berkembang dengan membentuk jaringan-jaringan baru serta menciptakan ratusan koneksi baru antar saraf otak. Anda pun bisa menghindari risiko dementia, penyakit Alzheimer, atau berbagai gangguan lain pada fungsi kognitif Anda.

BACA JUGA: 6 Langkah Penting untuk Menjaga Kesehatan Otak

Berpikiran lebih positif

Menggerakkan badan, meskipun harus dipaksa karena Anda sedang tidak minat, telah terbukti mampu membuat seseorang merasa lebih positif dan percaya diri. Hal ini tentu sangat berguna karena di usia dewasa, seseorang pasti dihadapkan dengan berbagai persoalan hidup yang bisa menyebabkan stres atau depresi. Maka, daripada terus-terusan makan ketika sedang dirundung masalah, lebih baik Anda bangkit dari tempat duduk dan mencari kegiatan yang aktif.

BACA JUGA: Awas, Stres Karena Pekerjaan Bisa Memperpendek Usia

Aktivitas fisik yang dibutuhkan orang dewasa

Kebutuhan fisik orang dewasa tentu berbeda dengan anak-anak atau orang lanjut usia (lansia). Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), setiap orang dalam rentang usia 18 hingga 64 tahun wajib memenuhi kebutuhan aktivitas fisik berikut ini.

  • 150 menit aktivitas fisik sedang atau 75 menit aktivitas fisik berat dalam seminggu
  • 300 menit aktivitas fisik sedang dalam seminggu jika sudah terbiasa
  • Latihan otot kerangka sebanyak 3 hingga 4 kali dalam seminggu

Berbagai tingkatan aktivitas fisik

Aktivitas fisik bagi orang dewasa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan tingkat intensitasnya, yaitu ringan, sedang, dan berat. Berikut adalah penjelasan lengkap dan contoh tiap tingkatan aktivitas fisik tersebut.

Aktivitas fisik ringan

Saat melakukan aktivitas fisik ringan, Anda tidak akan merasa terengah-engah atau jantung berdegup lebih kencang dari biasanya. Tubuh juga tidak akan membakar banyak kalori menjadi energi. Aktivitas fisik ringan meliputi mencuci piring, memasak, jalan-jalan santai di pusat perbelanjaan, mengemudikan kendaraan bermotor, memancing, dan melakukan peregangan otot.

BACA JUGA: Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Lewat Seks?

Aktivitas fisik sedang

Aktivitas fisik sedang ditandai dengan detak jantung yang lebih cepat, napas lebih memburu, dan suhu tubuh meningkat. Anda juga mungkin merasa sedikit lelah setelah melakukannya. Contoh aktivitas sedang antara lain berjalan cepat, bersepeda, menggendong anak usia 2-6 tahun, naik tangga, mengganti galon air minum, yoga, menari, main voli, dan berseluncur dengan sepatu roda atau skateboard.  

Aktivitas fisik berat

Untuk aktivitas fisik berat, tubuh Anda membakar kalori lebih banyak karena energi yang dibutuhkan cukup besar. Anda juga akan terengah-engah sesuai melakukan kegiatan tersebut. Biasanya aktivitas fisik bagi orang dewasa yang cukup berat adalah berolahraga seperti main futsal, jogging, berenang, naik gunung, lompat tali, dan main bulutangkis. Bisa juga berupa pekerjaan yang membutuhkan tenaga seperti mencangkul, mengayuh becak, atau menyelesaikan pekerjaan konstruksi.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit