home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Penyebab Seseorang Meninggal Saat Tidur

Berbagai Penyebab Seseorang Meninggal Saat Tidur

Salah satu hal yang tidak bisa dipastikan dan ditebak dalam hidup adalah kematian. Pasalnya, setiap orang bisa meninggal kapan saja, bahkan ketika Anda tidur. Banyak yang menganggap bahwa meninggal saat tidur merupakan sesuatu yang patut disyukuri karena orang tersebut dipercaya meninggal dengan tenang. Namun, bagi orang-orang yang ditinggalkan, kematian yang terjadi secara mendadak bisa menyebabkan guncangan dan kesedihan yang berlarut.

Dalam beberapa kasus di mana seseorang meninggal dalam tidur, penyebabnya adalah penyakit yang tidak diketahui oleh keluarga, sahabat, maupun orang itu sendiri. Kematian terjadi secara mendadak, biasanya tanpa gejala atau tanda-tanda sakit sebelumnya. Mereka masih tampak sehat dan bersemangat sebelum pergi tidur. Itulah mengapa keluarga dan sahabat yang ditinggalkan biasanya sulit memercayai bahwa orang tersebut memiliki penyakit yang mengancam nyawa. Padahal, terkadang gejala penyakit-penyakit yang menyebabkan kematian mendadak dalam tidur ini sebenarnya sudah muncul, tapi seringkali disepelekan. Berikut adalah beberapa penyakit yang paling sering mengancam nyawa saat Anda tidur.

Sleep apnea

Gangguan tidur apnea (sleep apnea) terjadi ketika seseorang berhenti bernapas selama beberapa kali dalam tidurnya. Biasanya orang yang menderita sleep apnea akan berhenti bernapas selama sekitar sepuluh detik. Hal ini bisa berulang hingga lima kali dalam satu jam selama seseorang tertidur. Jika gangguan ini terus bertambah parah, tubuh bisa gagal menarik napas lagi setelah tertahan dan mengakibatkan terhentinya sistem pernapasan. Hal ini bisa berujung pada kematian.

Beberapa faktor risiko gangguan tidur apnea adalah obesitas, gagal jantung, dan berbagai penyakit jantung. Gangguan ini bisa dideteksi, salah satunya adalah dengan mengamati gejalanya seperti rasa lelah di pagi hari dan mengantuk sepanjang hari meskipun sudah tidur cukup lama. Selain itu, biasanya pasangan atau saudara yang tidur di kamar yang sama akan mendengar suara dengkuran Anda saat tidur.

Sudden cardiac arrest

Sudden cardiac arrest juga dikenal dengan istilah henti jantung. Kondisi ini terjadi ketika jantung Anda secara tiba-tiba berhenti berdetak. Hal ini dipicu oleh kelainan dan disfungsi pada sinyal elektrik yang mengatur detak jantung. Saat hal ini terjadi, jantung pun berhenti memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Jika tidak langsung ditangani, henti jantung akan menyebabkan kematian.

Henti jantung dipicu oleh beberapa hal, antara lain diabetes, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, serta faktor genetik. Ada beberapa gejala yang harus Anda waspadai. Misalnya jika Anda beberapa kali jatuh pingsan, ada sejarah kematian karena penyakit jantung dalam keluarga, dan dada yang terasa nyeri.

Serangan jantung

Berbeda dari henti jantung, serangan jantung tidak disebabkan oleh kesalahan pada sirkuit elektrik dalam tubuh. Serangan jantung saat Anda tidur terjadi karena aliran darah ke otot-otot jantung terhambat sehingga jantung tidak mendapatkan suplai oksigen dari darah. Dalam beberapa kasus, jantung masih tetap berdetak tapi otot-otot yang tidak mendapatkan oksigen akan mengalami kerusakan.

Biasanya serangan jantung disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Tanda-tanda yang bisa Anda amati adalah rasa nyeri dan tertekan di dada atau lengan, demam, muntah-muntah, dan debaran jantung yang tidak teratur (terlalu cepat atau terlalu lambat).

Penggumpalan darah

Biasanya penggumpalan darah tidak membahayakan kesehatan karena gumpalan ini akan terurai dengan sendirinya atau dengan bantuan pengobatan. Akan tetapi, kalau darah yang menggumpal sudah menjadi terlalu besar, gumpalan tersebut akan menghalangi aliran darah. Jika aliran yang terblokir adalah pembuluh utama yang memompa darah menuju otak atau jantung, penggumpalan darah bisa berujung pada seseorang meninggal saat tidur.

Kasus penggumpalan darah yang cukup parah biasanya terjadi karena ada trauma seperti luka yang cukup serius, kulit yang tergores, atau darah yang mengental. Gejala yang tampak biasanya berupa pembengkakan, kulit yang pucat, rasa sakit, dan napas yang memburu.

Keracunan karbon monoksida

Penyebab kematian mendadak dalam tidur yang disebabkan oleh faktor eksternal adalah keracunan karbon monoksida. Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna atau berbau yang diproduksi oleh bahan-bahan rumah tangga seperti kompor, panggangan, pemanas air, atau mobil yang menyala. Jika gas ini berkumpul dan terjebak dalam ruangan yang tertutup, orang yang menghirup udara yang telah terkontaminasi karbon monoksida bisa terbunuh. Beberapa kasus keracunan karbon monoksida terjadi karena pemilik rumah tertidur dan lupa mematikan kompor atau mesin mobil yang sedang dipanaskan di garasi rumah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sleep Apnea May Boost Risk of Sudden Cardiac Death. http://www.webmd.com/sleep-disorders/sleep-apnea/news/20130611/sleep-apnea-may-boost-risk-of-sudden-cardiac-death#1 Diakses pada 29 September 2016.

Sudden unexplained death in adults caused by intracranial pathology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1769576/ Diakses pada 29 September 2016.

What Does It Mean To Die In Your Sleep? http://health.usnews.com/health-news/patient-advice/articles/2016-05-18/what-does-it-mean-to-die-in-your-sleep Diakses pada 29 September 2016.

Dying in Your Sleep. http://www.newhealthadvisor.com/Dying-in-Your-Sleep.html Diakses pada 29 September 2016.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 30/01/2017
x