Tren kerja di balik standing desk atau meja berdiri akhir-akhir ini dipercaya sebagai solusi gaya hidup sedentari atau malas gerak yang berbahaya bagi kesehatan. Biasanya Anda yang tinggal di kota-kota besar yang modern terjebak dalam kebiasaan malas gerak dan terlalu banyak duduk seharian. Apalagi kalau Anda setiap hari bekerja sambil duduk di balik meja sepanjang hari. Oleh karena itu, muncul sebuah terobosan berupa meja berdiri. Meja berdiri dirancang cukup tinggi supaya Anda bisa menggunakannya sambil berdiri, entah untuk menulis atau menghadap layar komputer. Banyak orang percaya bahwa kerja sambil berdiri bisa meningkatkan kesehatan dan menghindarkan Anda dari risiko berbagai penyakit.

Manfaat standing desk yang banyak dipercaya

Kurang gerak ternyata merupakan salah satu dari sepuluh penyebab kematian terbanyak di dunia menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Karena itu, banyak orang percaya bahwa solusi terbaik untuk menghindari risiko tersebut adalah dengan menambah aktivitas fisik. Salah satunya lewat kerja sambil berdiri. Jika Anda kerja sambil berdiri, Anda cenderung lebih banyak bergerak daripada kalau duduk terus di kursi yang nyaman. Inilah beberapa manfaat kesehatan kerja sambil berdiri yang diklaim oleh para penggemar standing desk.

1. Mengurangi risiko obesitas

Duduk terlalu lama bisa memperlambat metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh yang lambat berkaitan erat dengan risiko obesitas dan kelebihan berat badan. Sementara itu, berdiri bisa membakar kalori lebih banyak daripada duduk sehingga kerja sambil berdiri dipercaya bisa membantu mengurangi risiko obesitas.

2. Mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung

Berbagai penyakit berbahaya bisa mengintai kalau Anda terbiasa duduk seharian sepanjang hari. Anda lebih rentan terserang diabetes karena duduk terlalu lama berisiko menyebabkan resistensi insulin. Sementara itu, penyakit jantung juga bisa muncul karena kalau Anda duduk seharian, sirkulasi oksigen dalam tubuh menuju jantung jadi terhambat. Hal ini memicu berbagai gangguan pada sistem kerja jantung Anda.

3. Postur tubuh yang lebih baik

Ketika Anda duduk, Anda cenderung memilih posisi yang nyaman atau malas. Sementara itu jika Anda kerja sambil berdiri, tubuh akan dipaksa untuk menjaga postur yang tegap dan sehat. Selain itu, kerja sambil berdiri juga bisa mencegah bahu pegal karena posisi tubuh yang terlalu bungkuk kalau Anda duduk.

4. Mengurangi risiko kanker

Kanker payudara dan kanker usus besar adalah beberapa contoh kanker yang bisa dipicu kurangnya aktivitas fisik. Beberapa jenis kanker lain yang berkaitan dengan terlalu lama duduk sepanjang hari adalah kanker indung telur, kanker prostat, dan kanker paru. Kandungan protein dalam tubuh bernama protein C-reaktif diduga menjadi penyebab kanker pada orang yang malas gerak.

Risiko kerja sambil berdiri

Meskipun kerja sambil berdiri menawarkan berbagai manfaat, beberapa peneliti masih meragukan efek positif dan keampuhan standing desk dalam jangka panjang. Kerja sambil berdiri justru bisa menimbulkan risiko tertentu bagi kesehatan dan produktivitas. Berikut ini adalah beberapa risiko kerja di balik meja sambil berdiri.

1. Penyakit arteri

Jika Anda kerja sambil berdiri terlalu lama, tubuh akan mendapat tekanan yang sangat besar. Selain itu, peredaran darah Anda juga harus bekerja lebih keras lagi. Hal ini bisa memicu aterosklerosis, yaitu salah satu penyakit arteri. Ateroklerosis biasanya ditandai dengan nyeri sendi atau pembuluh darah menyempit.

2. Varises

Berdiri untuk waktu yang cukup lama berisiko menyebabkan varises. Varises sendiri adalah pembengkakan pembuluh darah vena karena katup vena melemah dan tak bisa menahan darah yang menumpuk. Kemudian vena akan tampak menonjol dan membengkak pada bagian kaki seperti betis, paha, lutut, atau mata kaki.

3. Sakit lutut atau pinggang

Salah satu risiko kerja sambil berdiri yang paling tidak nyaman adalah sakit lutut dan sakit pinggang. Rasa nyeri ini bisa terjadi kalau lutut dan pinggang digunakan untuk menopang beban tubuh dalam waktu yang cukup lama. Anda juga lebih rentan mengalami sakit lutut atau pinggang kalau Anda jarang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.

4. Sulit berkonsentrasi

Sebuah penelitian dalam jurnal PLOS ONE menyebutkan bahwa mereka yang bekerja sambil duduk justru bisa mengingat daftar kata-kata dan mengerjakan soal Matematika lebih baik daripada mereka yang kerja sambil berdiri atau berjalan pelan-pelan di atas treadmill. Kerja sambil berdiri memang berisiko menyulitkan Anda untuk berkonsentrasi karena tubuh jadi gelisah untuk mencari posisi berdiri yang paling nyaman. Anda harus mengganti tumpuan berdiri setiap beberapa menit dan kaki Anda akan mulai terasa sakit lama-lama.

Tips sehat dan aman untuk kerja di balik meja

Menurut para ahli, sebenarnya kerja sambil berdiri tak bisa benar-benar menggantikan aktivitas fisik yang dibutuhkan badan Anda. Anda harus banyak bergerak di samping hanya berdiri. Maka, sebaiknya dalam satu hari Anda berganti-ganti posisi saat kerja. Misalnya Anda menghabiskan tiga jam kerja sambil berdiri, empat jam duduk, dan satu jam terakhir berdiri kembali. Jika memungkinkan, Anda juga menyelinginya dengan bekerja, menelepon, atau membaca laporan sambil berjalan pelan-pelan di atas treadmill.

Usahakan juga untuk tetap aktif bergerak selama bekerja. Misalnya dengan cara berjalan-jalan di sekitar meja kerja sambil membalas e-mail dari ponsel, jalan kaki untuk makan siang di tempat yang agak jauh, atau menghampiri meja rekan kerja daripada mengirimkan pesan singkat lewat aplikasi chatting. Anda juga bisa melakukan peregangan sederhana di kantor sambil menyelesaikan pekerjaan.  

Selain itu, pastikan juga bahwa postur Anda selama kerja sambil berdiri atau duduk tetap tegak, tidak terlalu membungkuk dan tidak terlalu mendongak. Pastikan bahwa mata Anda sejajar dengan bingkai atas layar komputer atau laptop. Jika Anda sedang duduk, usahakan agar lengan Anda membentuk sudut 90 derajat. Saat kerja sambil berdiri, kenakan sepatu yang nyaman dan berdirilah di atas alas yang empuk untuk mengurangi tekanan pada kaki.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca