6 Manfaat Jalan Kaki Setelah Makan, 15 Menit Saja Cukup

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda merasa kenyang setelah makan, Anda pasti lebih suka diam di tempat duduk dibandingkan bergerak atau melangkah. Apakah Anda tahu, bahwa jalan kaki setelah makan memiliki manfaat untuk kesehatan?

Manfaat jalan kaki setelah makan menurut penelitian

Penelitian menemukan bahwa jalan kaki setelah makan mampu menurunkan kadar gula darah sebesar 12-22 persen. Menurut Andrew Reynolds peneliti dari Universitas Otago, Selandia Baru, dengan menerapkan kebiasaan tersebut secara rutin, diabetes akan secara otomatis bisa dicegah.

Jim Mann seorang profesor Universitas Otago, juga mengungkapkan bahwa glukosa pasca-makan sudah sejak lama dipercaya sanggup mengelola diabetes tipe 2. Karena itu, penting bagi siapapun untuk membiasakan diri bergerak setelah makan agar penyakit tersebut bisa dicegah dan diatasi. Berikut manfaat jalan kaki 15 menit setelah makan yang akan berpengaruh untuk kesehatan.

1. Pencernaan

Berjalan-jalan selama 15 menit setelah makan dapat membantu meningkatkan pencernaan Anda dan mencegah gangguan pencernaan seperti gangguan pencernaan atau sembelit.

2. Tidur nyenyak

Apakah Anda sulit tidur nyenyak? Hal ini biasanya dialami oleh para orang tua. Jika Anda sulit untuk tidur nyenyak, cobalah setelah makan, berjalan-jalan selama 15 menit untuk menyehatkan pencernaan Anda dan mendorong kualitas tidur yang baik di malam hari.

3. Bakar kalori

Berjalan kaki 15 menit setelah makan dapat membantu membakar kalori, sehingga makanan yang Anda makan tidak sepenuhnya menumpuk jadi lemak.

4. Metabolisme

Kebiasaan jalan kaki setelah makan dapat meningkatkan metabolisme. Jika Anda ingin menerapkan gaya hidup sehat, cara terbaik dan mudah untuk meningkatkan metabolisme Anda adalah dengan berjalan kaki setelah makan.

5. Kadar gula darah

Jika Anda menderita diabetes atau cenderung memiliki kadar gula darah tinggi, sebaiknya Anda harus menjaga kadar gula darah. Jalan kaki setelah makan dapat membantu menjaga kadar gula darah dalam tubuh Anda.

6. Sirkulasi darah

Kebiasaan jalan kaki setelah makan ini juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan itu baik untuk jantung Anda.

Bagaimana cara yang benar untuk jalan kaki setelah makan?

Jalan kaki setelah makan yang dimaksud di sini bukanlah langsung berjalan setelah selesai makan, melainkan memberi waktu terlebih dahulu bagi tubuh untuk beristirahat sebentar sekitar 10-15 menit. Setelah itu baru Anda bisa melakukan jalan kaki selama 15 menit.

Namun Anda tidak dianjurkan untuk berjalan cepat atau berlari setelah makan besar. Hal ini bisa membuat suplai darah yang seharusnya membantu proses pencernaan menjadi dialihkan untuk berjalan cepat. Ini dapat membuat jantung bekerja dua kali lipat lebih besar.

Sementara itu bagi penderita diabetes dibutuhkan waktu yang lebih lama sebelum mulai jalan kaki setelah makan, yaitu 1-2 jam setelah makan. Hal ini untuk menunggu saat insulin dan kadar gula darahnya menurun tetap. Karena jika langsung berjalan akan mengacaukan kerja dari insulin dalam mengatur kadar gula darah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit