Hati-Hati, Lari Maraton Ternyata Bisa Berbahaya Bagi Ginjal Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat ini, lari maraton adalah olahraga yang popular dan sedang digemari oleh banyak orang. Lari maraton bisa menjadi ajang meningkatkan stamina, kekuatan otot-otot tubuh, serta tempat mencari teman yang baru. Cukup menyenangkan memang jika ikut dalam kompetisi olahraga ini. Namun hati-hati, ternyata maraton bisa berbahaya bagi kesehatan. Apa yang saja bahaya maraton bagi tubuh?

Bahaya maraton bagi kesehatan ginjal

Kita semua tahu jika olahraga adalah hal yang sangat baik untuk dilakukan. Bahkan untuk sekarang ini, olahraga telah menjadi kegiatan prioritas yang harus diutamakan. Sebab, dengan berolahraga tubuh Anda akan terjaga kesehatannya dan terhindar dari berbagai jenis penyakit. Apalagi, olahraga yang sedang banyak digemari orang saat ini, yaitu lari maraton.

Namun, apa jadinya jika olahraga ini ternyata buruk bagi kesehatan ginjal? Faktanya, baru-baru ini sebuah penelitian menyebutkan bila penyakit ginjal akut adalah salah satu dari bahaya maraton.

Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Kidney Diseases ini mengajak para peserta beberapa acara maraton sebagai responden penelitiannya. Dalam penelitian ini, para peneliti mengambil sampel darah peserta lari maraton sebelum dan sesudah kompetisi. Sampel darah yang diambil untuk melihat kadar kreatinin dalam darah peserta. Kadar kreatinin merupakan salah satu penentu dari fungsi ginjal seseorang. Kemudian, setelah dianalisis, diketahui bahwa sebanyak 82% peserta maraton mengalami penyakit ginjal akut stadium satu.

Bagaimana maraton bisa menyebabkan penyakit ginjal?

Sebenarnya, tidak ada masalah jika Anda ingin ikut lari maraton.  Bahaya maraton ini muncul hanya ketika tubuh tidak siap untuk melakukan aktivitas fisik yang berat tetapi Anda paksakan. Lalu apa yang membuat maraton berbahaya?  

Jadi begini, apapun olahraga yang Anda lakukan pada dasarnya akan memengaruhi kerja ginjal. Ketika olahraga, semua aliran darah – yang mengandung oksigen dan bahan makanan – akan dialirkan secara maksimal ke bagian-bagian tubuh yang memerlukan, seperti otot-otot tubuh. Karena itu, aliran darah ke ginjal akan menurun hingga hampir 25%, tergantung dengan intensitas dan frekuensi olahraga yang dilakukan. Semakin berat olahraga yang Anda lakukan maka semakin sedikit aliran darah yang mengalir ke ginjal. kondisi ini yang menjadi salah satu penyebab penyakit ginjal setelah berolahraga.

Selain itu, olahraga yang berlebihan, juga bisa membuat Anda kehilangan cairan dan berbagai mineral dalam waktu yang sangat cepat. Jika Anda tidak memastikan bahwa tubuh Anda siap dan memiliki cukup persediaan makanan, maka akan mengganggu segala fungsi organ di dalamnya, termasuk ginjal.

Lalu, bagaimana cara lari maraton agar ginjal tetap sehat?

Dalam hal ini bukan lari maraton yang menjadi masalah utama, tetapi kesiapan tubuh dalam menjalani olahraga yang berat tersebut dan seberapa sering Anda melakukannya. Anda dapat meminimalisir bahaya maraton tersebut dengan mengukur kekuatan fisik Anda sebelumnya.

Tambahkan intensitas latihan Anda secara perlahan. Perubahan mendadak pada tubuh, termasuk meningkatkan intensitas latihan secara tiba-tiba, dapat memberikan dampat yang buruk pada tubuh. Salah satunya timbul masalah pada fungsi ginjal.

Tak hanya itu, kesehatan ginjal tidak hanya bergantung dengan olahraga apa yang Anda lakukan. Justru, yang sangat menentukan ginjal Anda sehat atau tidak adalah makanan serta minuman yang sering Anda konsumsi setiap hari. Untuk menjaga agar ginjal selalu sehat, Anda harus menerapkan pola hidup sehat seperti:

  • Minum air putih sesuai kebutuhan, jangan sampai dehidrasi
  • Batasi minuman-minuman yang berkemasan atau memiliki rasa. air putih adalah minuman terbaik untuk ginjal Anda.
  • Jaga berat badan agar selalu ideal
  • Hindari makanan-makanan yang berkalori serta berlemak tinggi.
  • Serta sering-sering melakukan olahraga dan ingat, jangan terlalu berlebihan.
  • Batasi makanan yang berkemasan serta mengandung natrium tinggi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit