home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Jenis Waxing yang Sesuai untuk Kondisi Kulit Anda

Jenis Waxing yang Sesuai untuk Kondisi Kulit Anda

Jenis waxing yang ada di pasaran beragam. Tidak hanya menawarkan aroma yang bermacam-macam, produk untuk menghilangkan bulu ini tersedia dalam berbagai bentuk yang menyesuaikan keperluan Anda.

Untuk itu, apa saja jenis waxing yang umum dijumpai? Simak lebih lanjut berikut ini.

Jenis-jenis waxing berdasarkan bentuknya

perawatan setelah waxing

Tipe waxing ini dibedakan berdasarkan tekstur dan sediaannya. Inilah macam-macam waxing berdasarkan bentukya.

1. Hard wax

Ini merupakan jenis waxing yang dioles ke tubuh, lalu dibiarkan mengering dan mengeras. Setelah itu, wax atau lilin ditarik dari kulit Anda dengan menggunakan jari tangan.

Lilin dengan kualitas baik seharusnya tidak menempel pada kulit. Wax hanya menempel pada bulu Anda. Oleh karena itu, hard wax dapat digunakan pada kulit sensitif.

2. Soft wax

Jenis waxing ini biasa disebut sebagai strip wax. Tekstur lilin pada soft wax mirip seperti madu ketika dipanaskan. Setelah dipanaskan, lilin tersebut dioles pada kulit dengan hati-hati.

Selanjutnya, lilin ditutup dengan kain kasa. Kain ditekan dan ditunggu beberapa saat, lalu dicabut sehingga rambut pun terangkat.

Soft wax memiliki kelemahan, yakni tidak dapat mencabut rambut yang tumbuh ke dalam. Namun, jenis ini praktis digunakan di wilayah yang luas seperti kaki, punggung, atau lengan.

Perlu diingat bahwa sebelum mengoleskan wax ke kulit, ada baiknya untuk memberi bedak agar mengurangi risiko kulit tertarik.

3. Pre-made wax strips

Jenis waxing ini tersedia dalam bentuk helai kain kasa. Helai-helai ini berisi soft waxing dengan suhu dingin. Jenis yang satu ini sangat cocok untuk pemula yang ingin mencoba waxing sendiri di rumah.

Kelebihan pre-made wax strips adalah jumlah wax yang sudah ditentukan sehingga Anda tak perlu menggunakanya terlalu banyak. Satu helai pun bisa digunakan berkali-kali dalam setiap area.

Cara menggunakannya, yaitu helai kain digosok di antara telapak tangan agar lebih hangat. Lalu, tempelkan ke area yang diinginkan.

Jenis waxing ini lebih cocok untuk di tempat yang sulit terjangkau, seperti mencabut rambut kelamin atau bikini waxing.

Hal ini dikarenakan lilin yang satu ini tidak bisa dioles seperti wax pada umumnya.

Jenis-jenis waxing berdasarkan suhu yang digunakan

proses brazilian waxing

Berikut ini adalah macam-macam waxing yang digunakan berdasarkan suhunya.

1. Hot wax

Ada beberapa jenis hot wax yang sering kita temukan, seperti soft wax dan hard wax yang sudah dibahas. Terlepas dari jenisnya, mereka semua bekerja dengan cara yang sama.

Lilin dipanaskan terlebih dahulu untuk dicairkan. Setelah cair, lilin dioles ke kulit. Lalu, wax dicabut hanya dengan menggunakan tangan jika menggunakan hard wax.

Bisa pula Anda menggunakan kain kasa apabila menggunakan soft wax.

Karena lilin hanya menempel pada rambut, Anda dapat menariknya ke arah yang berlawanan dari arah tumbuhnya rambut dengan gerakan mendadak.

2. Cold wax

Cold wax tersedia dalam bentuk lilin kental. Produk ini biasanya dibungkus ke dalam tempat seperti mangkuk kecil. Anda bisa mengoleskan langsung ke kulit atau di atas kain kasa.

Keunggulan produk ini adalah Anda tidak perlu memanaskannya. Jadi, risiko kulit terbakar pun berkurang.

Sayangnya, kadang tekstur lilin terlalu lengket sehingga sulit dioles tipis dan merata. Jadi, rambut yang sudah tercabut terkadang masih menempel pada kulit.

Beberapa orang bahkan merasa jenis waxing ini lebih sakit daripada hot waxing.

Jenis-jenis waxing berdasarkan bahan utamanya

brazilian waxing

Bahan utama waxing umumnya berasal dari lilin khusus. Namun, tak jarang Anda bisa menemukannya dengan bahan-bahan lain, bahkan tidak mengandung lilin sekaligus.

Berikut macam-macam lilin berdasarkan bahan bakunya.

1. Waxing lilin

Ini adalah bahan waxing yang paling lumrah dijumpai. Jenis waxing yang satu ini menggunakan bahan utama beeswax dan resin.

Tak jarang, produsen juga meambahkan minyak dan vitamin. Bahan waxing ini lebih sering hadir dalam bentuk butiran padat.

Namun, Anda juga bisa menemukannya dalam bentuk soft wax.

2. Sugar wax

Jenis waxing ini sangat ideal untuk orang-orang dengan jenis kulit sensitif karena menggunakan bahan-bahan alami untuk menghilangkan rambut.

Wax yang satu ini sebenarnya tidak mengandung lilin sama sekali. Bahan-bahannya sederhana, hanya terdiri dari gula, jus lemon, madu dan air yang dipanaskan sehingga menghasilkan tekstur lengket.

Selain mudah digunakan, sugar wax juga aman untuk seluruh jenis kulit karena seluruh bahan yang digunakan alami.

3. Chocolate wax

Chocolate wax adalah salah satu jenis waxing yang lembut dan tidak menimbulkan rasa sakit berlebihan. Waxing ini ternyata juga mampu melembapkan dan menutrisi kulit.

Hal ini dikarenakan chocolate wax juga diperkaya minyak almond, minyak biji bunga matahari, vitamin E, dan mineral lainnya.

Studi terbitan jurnal Nutrients (2014) menyatakan bahwa cokelat kaya akan antioksidan yang mampu melindungi kulit dari penuaan dini.

Chocolate wax biasanya berbentuk soft wax atau hard wax. Penggunaannya selalu dalam suhu hangat.

Jenis waxing ini juga cocok untuk kulit sensitif karena tidak perlu dipanaskan pada suhu tinggi. Hal ini dikarenakan titik leleh cokelat yang rendah.

4. Fruit wax

Ini adalah salah satu jenis waxing yang serupa hard wax, yakni tidak memerlukan kain kasa untuk mencabut rambut.

Berbeda dengan jenis lainnya, waxing ini mengandung ekstrak dan enzim buah-buahan. Beberapa jenis buah-buahan yang digunakan, yaitu:

  • pepaya,
  • stroberi,
  • delima,
  • cranberry, dan
  • plum.

Waxing ini tidak hanya mencabut bulu, tetapi juga menutrisi kulit.

Mengutip studi terbitan jurnal Anais Brasileiros de Dermatologia (2017), ekstrak buah-buahan ini kaya akan antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas dan menghambat kerusakan kulit akibat sinar UV.

Fruit wax juga cocok untuk kulit sensitif. Jadi, waxing ini tidak memicu ruam, bekas, dan benjolan kulit. Namun, pastikan Anda tidak memiliki alergi buah-buahan atau komposisi lainnya.

Jenis waxing cukup beragam. Anda bisa memilih berdasarkan tipe kulit dan area bulu yang ingin Anda hilangkan.

Anda juga bisa memilih sesuai metode kesukaan Anda. Pastikan Anda sudah mempersiapkan kulit terlebih dahulu.

Ini bertujuan untuk mengurangi risiko iritasi kulit dan mempermudah mencabut bulu dari kulit.

Jangan lupa untuk melakukan perawatan setelah waxing untuk mencegah terjadinya infeksi hingga timbulnya bekas luka pada kulit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Addor, F. (2017). Antioxidants in dermatology. Anais Brasileiros De Dermatologia, 92(3), 356-362. doi: 10.1590/abd1806-4841.20175697

Scapagnini, G., Davinelli, S., Di Renzo, L., De Lorenzo, A., Olarte, H. H., Micali, G., … & Gonzalez, S. (2014). Cocoa bioactive compounds: significance and potential for the maintenance of skin health. Nutrients, 6(8), 3202-3213.

7 Different Types of Waxes For Hair Removal. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://www.byrdie.com/hair-removal-wax-types-5075828

Every Girl Must Know About These 5 Waxing Styles. (2017). Retrieved 19 January 2022, from https://www.consumerhealthdigest.com/beauty-skin-care/5-waxing-styles-that-every-girl-should-know.html

Different types of waxing its advantages and disadvantages. (2019). Retrieved 19 January 2022, from https://beautyhealthtips.in/different-types-of-waxing-advantages-and-disadvantages/

Hot Waxing versus Cold Waxing – Which is Best for You?. (2014). Retrieved 19 January 2022, from https://hairfreelife.com/hot-wax-versus-cold-wax-best-for-you/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui 3 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan