Wanita Lebih Sering Terkena Masalah Gigi Dibandingkan Pria, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/09/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Masalah gigi dan gusi dapat terjadi pada siapa saja, tapi ternyata, wanita lebih sering mengalaminya dibandingkan pria. Bukan hanya sakit gigi, wanita bahkan berisiko lebih tinggi mengalami masalah lain, seperti plak dan karies, gigi berlubang, hingga penyakit gusi dan komplikasinya.

Mengapa wanita lebih rentan mengalami masalah gigi?

Tingginya risiko masalah gigi pada wanita disebabkan oleh perubahan berbagai hormon dalam tubuh. Berikut adalah sejumlah kondisi pada wanita yang dapat memengaruhi hormon dan meningkatkan risiko masalah gigi:

1. Masa pubertas

Kebanyakan wanita yang sering mengalami masalah gigi biasanya mulai merasakan gejalanya sejak masa pubertas. Selama periode ini, terjadi peningkatan produksi hormon estrogen dan progesteron yang berperan penting dalam siklus menstruasi.

Naiknya jumlah estrogen dan progesteron turut meningkatkan aliran darah menuju gusi. Kondisi ini memicu reaksi berlebihan antara gusi dan kuman pada plak gigi. Reaksi yang timbul membuat gusi membengkak, kemerahan, nyeri, dan lebih mudah berdarah.

2. Menstruasi

darah haid

Begitu memasuki awal masa menstruasi, hormon progesteron meningkat sehingga membuat gusi dan gigi Anda menjadi lebih sensitif. Dampaknya adalah gusi bengkak dan berdarah, sariawan, kelenjar liur membengkak, hingga sakit gigi.

Wanita akan lebih sering mengalami masalah gigi dan gusi karena menstruasi terjadi setiap bulan. Oleh sebab itu, setiap wanita perlu lebih cermat menjaga kebersihan mulut dan giginya guna menghindari masalah kesehatan pada area ini.

3. Penggunaan pil KB

Penggunaan pil KB akan meningkatkan hormon progesteron dan estrogen. Akibatnya, tubuh Anda mengalami efek yang sama seperti saat pubertas dan menstruasi. Efek tersebut biasanya muncul selama beberapa bulan pertama menggunakan pil KB.

Kabar baiknya, pil KB modern kini memiliki kandungan hormon progesteron dan estrogen yang lebih rendah. Ini tentu bermanfaat bagi wanita yang sering mengalami masalah gigi dan hanya bisa memilih pil KB sebagai metode kontrasepsinya.

4. Kehamilan

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Saat Hamil

Kehamilan membuat berbagai hormon dalam tubuh meningkat secara drastis, terutama progesteron. Meningkatnya progesteron dapat menghambat kemampuan tubuh dalam melawan bakteri pada plak gigi.

Kondisi ini semakin mempermudah pembentukan plak dan membuat gusi Anda rentan mengalami infeksi. Infeksi gusi yang tidak ditangani lama-kelamaan dapat berkembang menjadi gingivitis, yakni peradangan parah pada jaringan gusi.

5. Menopause

Menopause tidak hanya membuat wanita lebih sering mengalami masalah gigi, tapi juga memicu gangguan lain. Di antaranya sensasi terbakar pada mulut, perubahan kemampuan mengecap rasa, gigi sensitif, serta mulut kering.

Masalah mulut kering khususnya, tak bisa dianggap sepele. Kebersihan mulut Anda terjaga karena liur membawa bakteri pada celah gigi. Jika mulut kering, bakteri dapat bertahan sehingga gigi rentan membusuk dan berlubang.

Masalah gigi yang sering menimpa wanita biasanya berhubungan dengan perubahan hormon sehingga sukar untuk diatasi ataupun dicegah. Akan tetapi, Anda bisa mengurangi risikonya dengan selalu menjaga kebersihan mulut dan gigi.

Sikatlah gigi Anda paling tidak dua kali sehari. Gunakan benang gigi untuk membersihkan celah gigi dan area yang tidak terjangkau oleh sikat gigi. Lengkapi dengan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menggunakan Bawang Putih sebagai Obat Sakit Gigi

Salah satu obat alami yang bisa digunakan untuk sakit gigi, yaitu bawang putih. Apa alasannya dan bagaimana cara menggunakan bawang putih sebagai obat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16/04/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Tips Agar Gigi Sensitif Tidak Kambuh Lagi

Ketahui empat cara merawat gigi sensitif ini untuk mengurangi dan membantu mencegah nyeri agar tidak kambuh di kemudian hari.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
cara merawat gigi sensitif
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 21/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Semua Gigi Sakit Tiba-tiba, Apa Penyebabnya?

Padahal gigi Anda sedang tidak berlubang atau malah baru ditambal, tapi tiba-tiba sakit gigi menyerang di tengah aktvititas. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 03/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Radang Gusi Saat Hamil Tidak Diobati, Benarkah Meningkatkan Risiko BBLR?

Radang gusi rentan terjadi pada ibu hamil. Jika tidak segera diobati, mungkinkan radang gusi berisiko menyebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR)?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mencegah sakit gigi

8 Cara Mencegah Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit
gejala sakit gigi

7 Gejala Sakit Gigi yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 7 menit
obat sakit gigi berlubang

3 Pilihan Obat untuk Sakit Gigi Berlubang, Plus Cara Mengatasinya di Rumah dan di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020 . Waktu baca 9 menit
asam mefenamat (mefenamic acid)

4 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Gigi Saat Sedang Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit