Cara Membersihkan Karang Gigi dengan Garam, Mudah!

Cara Membersihkan Karang Gigi dengan Garam, Mudah!

Sisa makanan yang dibiarkan menempel pada gigi lama-kelamaan akan membentuk karang. Sebelum berkunjung ke dokter gigi untuk scaling, tak sedikit yang mencoba menghilangkan karang gigi dengan cara memanfaatkan bahan alami, seperti garam.

Bahan dapur satu ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu bahan alami untuk perawatan gigi. Lantas, bagaimana cara kerja garam untuk menghilangkan karang gigi? Apakah manfaatnya benar terbukti?

Benarkah garam bisa menghilangkan karang gigi?

air hangat untuk sakit tenggorokan

Garam dapat membantu membersihkan karang gigi dengan memanfaatkan sifat antibakterinya. Bakteri dalam mulut diketahui dapat membentuk karang gigi bersama sisa makanan.

Sebelumnya, hasil penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health (2020) pernah menunjukkan manfaat garam untuk kesehatan gigi dan mulut.

Menurut studi tersebut, penggunaan garam dalam produk obat kumur dapat membasmi bakteri Streptococcus mutans.

Bakteri ini banyak ditemukan dalam lubang gigi dan merupakan salah satu bakteri utama yang mendorong terjadinya pembusukan gigi.

Penggunaan garam juga dapat membantu membunuh bakteri di tempat-tempat yang sulit terjangkau.

Sebagai tambahan, garam juga dapat menetralkan asam yang telah diproduksi oleh bakteri. pH di dalam mulut akan kembali normal sehingga mencegah terbentuknya gigi berlubang.

Selain itu, garam juga bersifat sedikit abrasif (mengikis) sehingga proses menghilangkan karang gigi bisa lebih efektif.

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, Anda bisa menggunakan garam dengan xylitol dan lysozyme sebagai bahan mouthwash. Cara ini efektif menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Cara menghilangkan karang gigi dengan garan

Pada umumnya, cara membersihkan karang gigi dengan garam adalah dengan melarutkannya ke dalam air.

Di samping itu, Anda juga bisa mengombinasikan garam dengan beberapa bahan alami lainnya. Berikut beberapa di antaranya.

1. Berkumur dengan garam dan air hangat

Anda bisa membersihkan karang gigi dengan cara berkumur air garam. Caranya, cukup larutkan ½ sendok teh garam ke dalam 250 ml air hangat.

Gunakan larutan garam untuk berkumur selama 15–20 detik, lalu langsung buang larutan tersebut.

Ulangi proses kumur-kumur dengan membiarkannya di dalam mulut selama 30 detik. Cara ini cukup efektif mengangkat sisa makanan penyebab plak.

2. Menggunakan pasta dari garam dan baking soda

Selain dengan garam, banyak pula yang mencoba membersihkan karang gigi dengan baking soda.

Anda bisa mencampurkan keduanya dengan air hangat. Setelah itu, aduk sampai berbentuk pasta dan gunakan sebagai pasta gigi.

Gunakan selang-seling dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.

3. Berkumur dengan garam dan cuka putih

Cuka putih juga merupakan salah satu bahan yang dapat membantu menghilangkan karang gigi. Untuk menggunakannya bersama garam, Anda cukup mencampurkannya dengan air hangat.

Cara ini dapat membantu menghilangkan plak yang mengeras di antara gigi dan gusi Anda. Kumur sebanyak 2–3 kali sehari selama 15–20 detik, baik sebelum atau setelah menyikat gigi.

Jangan pernah menelan larutan air garam setelah menggunakannya untuk berkumur.

Garam saja tidak cukup untuk menghilangkan karang gigi

mengatasi ngilu akibat gigi sensitif

Meski Anda bisa menghilangkan karang gigi dengan cara memanfaatkan garam, bahan ini tidak dapat menjadi satu-satunya perawatan utama untuk gigi.

Jika digunakan secara berlebihan, garam justru bisa mengikis lapisan enamel gigi.

Selain itu, garam juga bersifat menyerap air. Apabila digunakan terus menerus, mulut akan terasa kering. Hal ini akan menimbulkan berbagai masalah lain, seperti resesi gusi hingga perdarahan.

Oleh karena itu, Anda perlu menerapkan beberapa cara berikut untuk membersihkan karang gigi.

  • Sikat gigi minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah makan dan malam sebelum tidur.
  • Hindari kebiasaan merokok, sebab merokok bisa merusak gigi dan mulut.
  • Minum air putih yang cukup untuk mencegah mulut kering.
  • Menggunakan dental flossing (benang gigi) untuk membersihkan makanan di sela-sela gigi.
  • Makan makanan bergizi dan kurangi makanan tinggi gula.

Selain itu, penting untuk melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali.

Jangan hanya mengunjungi dokter gigi jika Anda merasa sakit. Mengunjungi dokter gigi secara rutin membantu mencegah kerusakan dan masalah pada gigi.

Cara menghilangkan karang gigi dengan garam

  • Sifat antibakteri pada garam mampu membasmi bakteri di dalam mulut.
  • Larutkan dengan air hangat dan gunakan untuk berkumur.
  • Jadikan alternatif pasta gigi dengan mencampurkan bersama baking soda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is salt bad for your teeth? | Forest & ray – Dentists, orthodontists, implant surgeons | Holborn, Camden, London WC1. (2022). Forest & Ray – Dentists, Orthodontists, Implant Surgeons. Retrieved 4 November 2022 from https://forestray.dentist/news/is-salt-bad-for-your-teeth/.

Geekdev. (2021). 5 reasons why warm salt water rinses are good for oral health. Applewood Dental. Retrieved 4 November 2022 from https://applewooddental.ca/5-reasons-salt-water-rinses-good-health/.

Oral hygiene: Why using salt is effective for brushing your teeth. (2022). Nation. Retrieved 4 November 2022 from https://nation.africa/kenya/health/tips/oral-hygiene-why-using-salt-is-effective-for-brushing-your-teeth-3780934.

How to remove Tartar from teeth without a dentist? (2022). Health & Wellness Blog | Healthwire. Retrieved 4 November 2022 from https://healthwire.pk/healthcare/how-to-remove-tartar-from-teeth-without-a-dentist/.

Ballini, A., Cantore, S., Signorini, L., Saini, R., Scacco, S., Gnoni, A., Inchingolo, A. D., De Vito, D., Santacroce, L., Inchingolo, F., & Dipalma, G. (2020). Efficacy of sea salt-based mouthwash and xylitol in improving oral hygiene among adolescent population: A pilot study. International Journal of Environmental Research and Public Health18(1), 44. Retrieved 4 November 2022 from https://doi.org/10.3390/ijerph18010044.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri Diperbarui 7 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.