Sesuai dengan namanya, gigi permanen akan Anda miliki seumur hidup. Tapi ada sejumlah alasan di tengah jalan yang membuat dokter merasa perlu untuk melakukan operasi cabut gigi pada salah satu (atau lebih) gigi Anda yang bermasalah. Entah itu mungkin karena kerusakan gigi yang terlalu parah, infeksi yang menyerang gigi, hingga merapikan lajur gigi yang terlalu sumpek sebelum dipasangkan kawat gigi.

Operasi cabut gigi tampaknya menakutkan, tapi proses sebenarnya cukup sederhana dan terbilang singkat. Sayangnya, perencanaan yang tidak tepat sebelum mencabut gigi dapat menyebabkan pemulihan yang lambat dan isu kesehatan gigi lainnya yang lebih parah.

Gunakan panduan ini untuk mempersiapkan diri sebelum operasi cabut gigi demi memiliki waktu pemulihan yang singkat dan bebas stres.

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum cabut gigi?

Jika gigi yang dicabut hanya gigi dewasa normal, tidak banyak yang Anda perlu lakukan. Kebanyakan pencabutan gigi tunggal dilakukan dengan anestesi lokal karena efeknya yang minim. Namun jika Anda gugup atau dokter harus mencabut lebih dari satu gigi dalam satu waktu, Anda mungkin akan diberikan obat penenang oral atau bius total.

1. Ajak teman dekat, anggota keluarga, atau pasangan

Ajak seseorang untuk menemani Anda untuk menuju dan kembali dari tempat dokter, dan minta ia untuk ikut ke dalam ruangan atau tunggu di luar selama operasi Anda. Bukan, mereka hadir bukan untuk tempat Anda bersandar menghadapi ketakutan akan operasi (meski tidak masalah, jika memang benar itu adanya), namun lebih kepada menjadi supir pribadi Anda untuk satu hari tersebut.

Pusing, mual, dan teler adalah efek samping umum dari obat bius, sehingga tergantung pada jenis anestesi yang digunakan dan berapa banyak gigi yang harus dicabut, Anda mungkin tidak dalam kekuatan dan kesadaran penuh untuk mengemudikan kendaraan dengan baik setelah cabut gigi. Berkendara dengan taksi atau penyedia jasa layanan penumpang lainnya juga tidak direkomendasikan.

2. Yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi

Umumnya, Anda dianjurkan untuk tidak makan dan minum (termasuk air putih) selama delapan jam hingga 12 jam sebelum operasi, tetapi dokter Anda sendirilah yang akan memastikan seberapa lama waktu puasa yang diperlukan untuk kasus Anda. Idealnya, Anda tidak lagi boleh minum atau makan apapun selepas tengah malam.

Jika Anda akan menggunakan bius lokal, Anda boleh makan makanan ringan atau camilan pengganjal lapar 1-2 jam sebelum operasi. Gosok gigi, berkumur, dan floss gigi Anda sebelum berangkat ke dokter. Jangan merokok dalam 12 jam sebelum cabut gigi — dan setidaknya dalam 24 jam setelah cabut gigi.

Jika Anda memiliki diabetes atau sedang mengonsumsi obat resep lain (termasuk antibiotik yang diresepkan oleh dokter gigi Anda untuk mengobati infeksi yang Anda miliki saat ini), lanjutkan penggunaannya seperti biasa. Konsultasikan hal ini lebih lanjut dengan dokter Anda.

3. Kenakan pakaian santai

Kenakan pakaian lengan pendek yang longgar dan nyaman untuk pergi ke dokter di hari-H cabut gigi. Meski dokter dan stafnya akan melakukan yang terbaik untuk mencegah menodai pakaian Anda, pertimbangkan untuk mengenakan sesuatu yang Anda tidak akan keberatan jika rusak atau ternodai. Jangan memakai perhiasan karena Anda akan diminta untuk melepasnya sebelum prosedur dimulai.

Hindari memakai lensa kontak, karena mata Anda mungkin tetap tertutup selama prosedur. Cobalah untuk tidak memakai make-up, lipstik, atau lensa kontak. Namun demikian, boleh membawa pelembab untuk bibir, seperti lip balm, karena bibir Anda mungkin jadi kering dan pecah-pecah setelah operasi.

4. Siapkan makanan untuk setelah operasi

Kemungkinan besar Anda akan mengalami ngilu dan pembengkakan ringan setelah gigi dicabut. Ini dapat menurunkan nafsu makan, tapi Anda tetap perlu mendapatkan asupan nutrisi yang tepat untuk masa penyembuhan yang optimal.

Hindari makan makanan keras, asam, dan pedas yang bisa mengiritasi gusi. Selain itu, jika operasi Anda termasuk pemasangan gigi palsu di hari yang sama, Anda harus melindungi gigi baru Anda dengan mengonsumsi makanan lembut — misalnya sup krim, jelly, puding, oatmeal, atau bubur.

Konsumsi pula minuman yang mengandung nilai gizi tinggi seperti jus, smoothies, atau protein shake yang mudah untuk diracik. Minuman sehat ini menyediakan asupan tinggi vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh untuk tetap fit selama masa pemulihan.

Tapi, jangan gunakan sedotan untuk minum minuman Anda, terutama setelah cabut gigi. Mengisap sedotan dapat menyebabkan kondisi bernama dry socket, yang akan menimbulkan komplikasi yang sangat menyakitkan sehingga Anda harus balik lagi ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca