Kenapa Muncul Bercak Cokelat Di Gigi? Bagaimana Menghilangkannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/06/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Selain lebih enak dipandang, gigi yang putih bersih juga bisa menandakan tubuh yang sehat. Hal ini tentu saja bisa didapat jika Anda menjaga kebersihan gigi. Jika Anda malas menjaga kebersihannya, maka bukan tidak mungkin gigi yang tadinya putih bersih akan berubah warna. Bercak coklat di gigi termasuk salah satu kondisi yang bisa Anda alami jika Anda tidak rajin menyikat gigi. Lantas apa sebenarnya penyebab khusus munculnya bercak coklat di gigi dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab bercak coklat di gigi

mulut perokok

Bercak coklat di gigi atau kadang terlihat seperti bercak dengan berbagai bentuk seperti garis lurus atau tidak beraturan. Kondisi ini selain diakibatkan karena kesehatan gigi yang buruk juga bisa menandai penyakit tertentu. Berikut ini berbagai penyebab bercak coklat di gigi:

1. Nikotin

Nikotin biasanya ditemukan dalam produk tembakau seperti rokok, cerutu, tembakau kunyah, dan berbagai jenis tembakau lainnya. Nah nikotin yang terdapat di dalam tembakau ini menjadi salah satu penyebab munculnya noda pada permukaan gigi. Akibatnya, Anda pasti sering melihat orang-orang yang termasuk ke dalam perokok berat giginya akan terlihat lebih kusam warnanya dan juga bernoda.

2. Makanan dan minuman berwarna

Makanan dan minuman berwarna gelap seperti wine maupun kopi mengandung bahan kimia yang disebut dengan chromogens. Lama-lama  bahan kimia yang satu ini bisa menodai email gigi (lapisan pelindung gigi terluar). Akibatnya, noda di gigi bisa menjadi permanen. Apalagi jika Anda tidak rajin membersihkannya setiap hari. Oleh sebab itu, pastikan untuk tetap menyikat gigi dua kali sehari, di pagi dan malam hari.

3. Plak dan karang gigi

Plak berasal dari sisa makanan yang menempel dan tidak dibersihkan. Terutama jika Anda makan makanan manis, bakteri akan menghasilkan asam yang bisa merusak email gigi. Plak yang tidak dibersihkan dalam waktu lama membuatnya lama-lama mengeras hingga akhirnya membentuk karang gigi.

Biasanya, karang gigi membuat tampilan gigi berwarna kuning hingga kecoklatan. Jika sudah begini, Anda tidak lagi bisa menghilangkannya hanya dengan sikat gigi tetapi perlu pergi ke dokter untuk dibersihkan dengan alat khusus.

4. Kerusakan gigi

Ketika email gigi mulai terkikis, gigi akan rentan terhadap kerusakan. Plak yang dipenuhi bakteri terus terbentuk dan mengikisnya. Asam yang terbentuk dari plak juga memecah email gigi dan menghasilkan noda cokelat serta gigi berlubang.

Gigi bisa mengalami lubang kecil yang tak terlihat dan memungkinkan bakteri untuk masuk dan menyebabkan pembusukan. Saat pembusukan mulai terjadi, bukan noda cokelat lagi yang terlihat. Akan tetapi akan muncul bintik-bintik hitam di tepi tambalan gigi atau mahkota. Lama-lama lubang kecil ini bisa menjadi besar dan sensitif terhadap makanan dan minuman yang panas.

5. Hipoplasia enamel

Hipoplasia enamel atau email terjadi akibat gigi kekurangan enamel dan bersumber dari faktor genetik dan lingkungan. Biasanya kondisi ini disebabkan karena kekurangan vitamin, kekurangan nutrisi selama kehamilan, paparan racun, dan berbagai faktor lainnya. Akibatnya, tampilan gigi tidak seputih orang normal lainnya dan sering kali muncul bintik-bintik kasar berwarna cokelat dan juga kuning.

5. Penuaan

Seiring dengan bertambahnya usia, email putih yang melindungi gigi secara perlahan akan menurun. Akibatnya, lapisan kuning di bawahnya mulai terlihat. Proses inilah yang menyebabkan mengapa banyak orang tua memiliki warna gigi yang lebih kusam, yakni berwarna coklat kekuningan.

6. Penyakit celiac

Bercak cokelat pada gigi terkadang disebabkan oleh penyakit celiac. Selain karena masalah pada kebersihan gigi, ternyata bercak ini bisa muncul akibat penyakit celiac. Penyakit celiac adalah kondisi saat seseorang memiliki sensitivitas lebih terhadap gluten atau protein yang biasa terdapat di dalam tepung. Nah, bercak cokelat di gigi menjadi salah satu penanda paling umum jika Anda mengalami celiac, terutama pada anak-anak.

Bagaimana menghilangkan bercak coklat di gigi?

jenis obat kumur

Berikut ini ada berbagai cara yang bisa dipraktikkan untuk menghilangkan sekaligus mencegah munculnya bercak cokelat di gigi yaitu:

Menyikat gigi teratur

Dikutip dari Livestrong, Dr. Roger P. Levin, D.D.S., menyikat gigi secara teratur dapat menghilangkan noda di permukaan gigi Anda. Menggunakan pasta gigi dengan pemutih juga bisa membantu menghilangkan noda di permukaan gigi jika dilakukan selama dua hingga tiga kali sehari selama beberapa bulan.

Menggunakan baking soda

Anda bisa menggunakan bantuan baking soda sebagai campuran untuk membuat pasta dan mengaplikasikannya sebagai pengganti pasta gigi. Lakukan cara ini sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu untuk hasil yang maksimal.

Menggunakan obat kumur

Cara lainnya untuk menghilangkan bercak cokelat di gigi ialah dengan berkumur. Anda bisa menggunakan larutan hidrogen peroksida atau obat kumur antibakteri. Obat kumur ini mampu menghilangkan plak dan membunuh bakteri penyebab kerusakan gigi. Jangan lupa untuk membilas mulut dengan air setelah menggunakan obat kumur.

Memutihkan gigi (bleaching)

Jika cara alami kurang memuaskan, Anda bisa melakukan perawatan bleaching di dokter gigi. Cara yang satu ini terbilang instan tetapi tetap tahan lama. Dokter akan mengoleskan gel berbahan dasar hidrogen yang lebih kuat. Sehingga noda-noda membandel di lapisan gigi akan terangkat dan membuatnya menjadi lebih putih dan bersih.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Manfaat Obat Kumur untuk Para Pecinta Makanan Pedas

Apa Anda tahu jika makanan pedas dapat berdampak negatif pada gigi? Temukan alasannya dan manfaat obat kumur untuk bantu mengatasi hal ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Obat Kumur Antiseptik Disebut Dapat Membunuh Virus COVID-19, Ini Penjelasannya

Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19. Baru-baru ini terdengar kabar bahwa obat kumur dapat mencegah COVID-19, benar atau tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 08/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Scaling Dapat Membuat Gigi Menjadi Sensitif?

Biasanya gigi terasa sensitif setelah seseorang melakukan scaling. Namun, jangan takut. Ada alasan di balik kondisi ini dan ikuti cara mudah mengatasinya.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Bolehkah Membersihkan Karang Gigi Saat Hamil?

Kebersihan gigi merupakan hal yang penting, termasuk bagi ibu hamil. Namun, apakah aman membersihkan karang gigi saat hamil? Simak ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

asam penyebab gigi berlubang di mulut

Tips Mencegah Penumpukan Asam Penyebab Gigi Berlubang di Mulut selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit
cara menjaga kesehatan gigi

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit
bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit