Membersihkan Gigi Dengan Waterpik dan Flossing: Mana yang Lebih Bagus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memiliki gigi yang bersih membuat senyuman terlihat indah bukan? Nah, metode pembersihan gigi menjadi sangat penting nih untuk membuat senyuman indah dan juga sehat. Setelah sikat gigi, ada beberapa metode pembersihan gigi yang bisa dilakukan, diantaranya adalah waterpik dan flossing. Apa sih beda keduanya?

Apakah menyikat gigi saja tidak cukup? Kenapa harus ditambahkan flossing atau waterpik?

Lebih dari 500 spesies bakteri dapat ditemukan dalam plak dalam gigi, bersama dengan sampah makanan, air dan komponen lainnya. Penumpukan plak di sekitar gigi dan pada garis gusi akan berdampak pada penyakit gigi dan gusi. Oleh karena ini, American Dental Association menganjurkan pembersihan tambahan selain sikat gigi.

American Dental Association merekomendasikan untuk melakukan metode tambahan yakni dengan membersihkan sela-sela gigi setelah sikat gigi. Penyikatan gigi bersama dengan pembersihan sela gigi telah terbukti bisa mengganggu pembentukan plak dan menghilangkan plak.

Apa itu flossing?

Flossing adalah metode membersihkan gigi menggunakan sepotong benang tipis yang disisipkan di antara gigi-gigi satu per satu. Tali yang digunakan ini bukan sembarang tali, melainkan dibuat lembut dan khusus untuk gigi sehingga bisa menyapu ke atas dan ke bawah di setiap permukaan gigi. Gerakan flossing ini diarahkan untuk memindahkan partikel kotoran dan makanan yang tersisa di gigi ke arah luar.

Kekurangan dan kelebihan membersihkan gigi dengan flossing

Kelebihannya, metode ini efisien menghilangkan kotoran yang tersisia di sela-sela gigi. Selain itu, metode ini juga terhitung murah dan talinya bisa dibeli di apotik atau swalayan terdekat yang menjualnya.

Dental floss, benang yang digunakan untuk flossing, sangat mudah ditemukan. Menggunakan metode flossing cepat dan mudah dan bisa dilakukan di mana saja. Ukuran dental floss yang kecil juga membuatnya praktis untuk dikantongi dan dibawa ke mana-mana.

Negatifnya, tidak semua sela-sela gigi bisa tertjangkau dengan metode ini. Perdarahan pada gusi pun bisa terjadi jika pengguna terlalu keras dan tidak terbiasa dengan gesekannya.

Apa itu waterpik?

Waterpik yang disebut juga water flossing adalah metode perawatan gigi yang menggunakan aliran air ke mulut dan gusi. Alih-alih menyelipkan benang ke sela-sela gigi untuk menghilangkan plak, metode ini menggunakan tekanan air untuk memijat gusi dan mendorong makanan yang menyelip lepas dari sela-sela gigi-gigi.

Kelebihan dan kekurangan membersihkan gigi dengan waterpik 

Waterpik mudah digunakan, ibaratnya tinggal memencet tombol, air bertekanan akan keluar. Waterpik juga cocok untuk orang yang menggunakan behel dibandingkan menggunakan flossing dengan benang.

Semprotan air bertekanan yang keluar dari alat waterpik, dan akan terasa seperti memijat-mijat gusi. Pijatan ini juga bisa memperbaiki kesehatan gusi. Dengan menggunakan waterpik, semua sela gigi yang sulit lebih mudah dijangkau daripada menggunakan benang gigi untuk membersihkan.

Namun, waterpik juga memiliki kekurangan. Dari segi harga, waterpik termasuk mahal dibandingkan mmenggunakan benang gigi. Penyimpanan waterpik memerlukan ruang tersendiri karena ukurannya yang tidak kecil. Untuk menggunakan waterpik juga diperlukan listrik dan air, sehingga sulit jika ingin digunakan di luar rumah.

Lalu, mana yang lebih baik?

Metode pembersihan gigi mana yang baik ini ditentukan oleh kebutuhan dan kemampuan kita sendiri. Itu semua tergantung dengan mana yang paling Anda sukai, yang paling terjangkau dengan Anda dan dapat digunakan untuk sehari-hari. Yang penting, bisa membersihkan gigi dan gusi setiap hari.

Beberapa orang menyukai metode pembersihan gigi dengan metode flossing manual. Beberapa orang yang lain justru menyukai menggunakan waterpik.

Meskipun begitu, biasanya dokter lebih sering menganjurkan menggunakan flossing benang karena mudah ditemukan.

Selain Anda membersihkan gigi sendiri, jangan lupa cek ke dokter gigi secara rutin 6 bulan sekali. Jangan lupa juga tetap menggosok gigi dua kali sehari, pagi dan sebelum tidur di malam hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi? Ketahui Prosedur dan Manfaatnya

Scaling gigi adalah perawatan untuk membersihkan karang gigi. Selain itu, scaling juga memiliki manfaat lainnya. Apa sajakah manfaat scaling gigi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Karang Gigi

Karang gigi adalah plak yang mengeras di gigi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan dan cara pencegahan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 13 menit

7 Penyebab Sakit Rahang yang Mungkin Anda Tidak Sadari, Apakah Berbahaya?

Nyeri rahang dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk makan dan berbicara. Penting untuk mengetahui apa penyebabnya untuk bisa menemukan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gigi kelinci gigi tonggos

Penyebab Gigi Tonggos dan Pilihan Cara Memperbaikinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
anak mulai menyikat gigi

Di Usia Berapa Sebaiknya Anak Mulai Menyikat Gigi? Ternyata Begini Anjurannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
gigi perokok

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut Perokok, Begini Caranya!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit