7 Penyakit Gigi dan Mulut yang Rawan Dialami Lansia

    7 Penyakit Gigi dan Mulut yang Rawan Dialami Lansia

    Masalah gigi dan mulut memang dapat menyerang siapa saja. Namun, beberapa penyakit gigi dan mulut lebih banyak terjadi pada lansia.

    Hal ini tentu tidak terlepas dari penggunaan gigi yang sudah lama dan berkurangnya fungsi organ tubuh lansia. Kondisi ini seringkali membuat para manula kesulitan membersihkan gigi dengan benar.

    Berikut sejumlah masalah gigi dan mulut yang dapat terjadi.

    Penyakit gigi dan mulut pada lansia

    Coba perhatikan gigi kakek atau nenek Anda. Kebanyakan dari mereka mungkin sudah kehilangan sebagian atau bahkan seluruh giginya.

    Ini wajar, sebab masalah gigi dan mulut ternyata memang rentan menyerang orang-orang berusia 60 tahun atau lebih.

    Kurangnya upaya membersihkan gigi dan mulut, kebiasaan merokok, serta minimya asupan kalsium dan vitamin D merupakan faktor yang juga berperan dalam memunculkan penyakit ini.

    Meskipun anak muda juga dapat mengalami masalah gigi dan mulut berikut, kasusnya akan lebih banyak ditemukan pada lansia.

    1. Gigi aus atau menghitam

    Seiring bertambahnya usia, lapisan luar enamel gigi akan terkikis hingga memperlihatkan lapisan dentin yang lebih kuning.

    Karena fungsi pulpa juga menurun, lama-kelamaan warnanya mungkin semakin menghitam.

    Kondisi ini akan semakin memburuk jika Anda memiliki kebiasaan minum kopi, makan makanan manis, dan merokok. Selain karena penipisan enamel, perubahan warna juga bisa terjadi jika gigi berlubang.

    2. Akar gigi membusuk (root decay)

    Paparan asam secara terus-menerus dari makanan dan kebiasaan minum kopi bisa menyebabkan gigi membusuk. Akibatnya, jaringan gusi menyusut dan akar gigi menjadi terbuka.

    Ketika akar gigi tidak memiliki enamel sebagai pelindung, bagian ini akan rentan terhadap infeksi dan kerusakan. Akibatnya, akar gigi pun membusuk.

    Selain kebiasaan buruk seperti sering minum kopi dan mengonsumsi makanan asam, pembusukan akar gigi juga bisa diakibatkan oleh efek obat-obatan yang dikonsumsi.

    3. Oral thrush

    Penyakit gigi dan mulut yang kerap terjadi pada lansia selanjutnya ialah oral thrush. Lansia rentah mengalami infeksi jamur di mulut ini karena kekebalan tubuh yang menurun.

    Oral thrush menyebabkan munculnya lesi (bercak) putih pada mulut yang terasa perih. Bercak putih ini mungkin menyerupai sariawan.

    Sariawan yang diakibatkan oleh jamur Candida albicans akan semakin parah saat lansia mengonsumsi antibiotik, memakai gigi palsu, dan memiliki kebiasaan merokok.

    Lesi oral thrush juga dapat muncul pada bagian lidah atau pipi bagian dalam. Tidak jarang, lesi ini juga menyebar ke langit-langit mulut, gusi, hingga bagian belakang tenggorokan.

    4. Mulut kering

    Mulut kering terjadi ketika produksi air liur lebih sedikit dari seharusnya. Kondisi ini diakibatkan oleh berbagai hal, seperti kebiasaan merokok, konsumsi obat hipertensi, bahkan kurang minum air putih.

    Menurut American Dental Association, masalah mulut kering pada lansia yang tidak diatasi dengan baik bisa menyebabkan gigi berlubang.

    Pasalnya, terbatasnya air liur menciptakan lingkungan mulut yang asam sehingga bakteri mulut berkembang dengan aktif dan merusak gigi.

    5. Penyakit gusi

    Gusi yang menyusut kerap terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini akan membuat pangkal hingga akar gigi terlihat dan memudahkan bakteri menumpuk di dalamnya.

    Bakteri tersebut kemudian dapat mengiritasi gusi, membuatnya bengkak, merah, dan meradang. Jika tidak ditangani, radang gusi dapat berkembang menjadi periodontitis.

    Periodontitis merupakan infeksi gusi parah yang dapat menghancurkan tulang rahang penyangga gigi. Alhasil, gigi lebih mudah copot.

    Selain itu, kebiasaan menyikat gigi yang terlalu keras saat masih muda juga dapat meningkatkan potensi gusi menyusut. Di sisi lain, penumpukan plak akibat jarang menyikat gigi juga dapat menyebabkan periodontitis.

    6. Masalah gigi copot pada lansia

    anoreksia geriatri

    Harvard Health Publishing melaporkan bahwa tiga perempat lansia berusia 65 tahun sudah memakai gigi palsu untuk menutupi giginya yang ompong.

    Orang dengan gigi palsu seringkali lebih memilih makan makanan yang lembut dan membatasi makanan bertekstur keras.

    Sayangnya, ada banyak makanan dengan tekstur yang keras. Alhasil, mereka pun kehilangan asupan sejumlah zat gizi dari bahan-bahan tersebut, termasuk zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

    Selain karena terbatasnya asupan gizi lansia, masalah gigi copot juga bisa diakibatkan oleh gangguan kesehatan lain.

    Sebagai contoh, seseorang dengan diabetes, tekanan darah tinggi, atau rematik akan berisiko lebih cepat kehilangan giginya saat tua nanti.

    7. Kanker mulut

    Sel kanker bisa menyerang bagian tubuh mana pun, mulai dari mulut, lidah, hingga tenggorokan. Kebanyakan penyakit kanker mulut terdeteksi pada orang yang berusia 60 tahun ke atas.

    Perkembangan sel yang tidak normal juga bisa disebabkan oleh penyakit gigi dan gusi yang berawal dari buruknya kebersihan mulut lansia.

    Gejala yang ditimbulkan awalnya berbentuk sariawan yang sering muncul atau tidak kunjung sembuh. Kemudian, sariawan tersebut akan menimbulkan rasa sakit luar biasa hingga mengganggu aktivitas makan dan berbicara.

    Mengapa penyakit gigi dan mulut sering terjadi pada lansia?

    Tidak dapat dipungkiri bahwa usia berperan besar dalam perubahan kondisi kesehatan, tidak terkecuali kesehatan gigi dan mulut.

    Setidaknya, berikut beberapa faktor mengapa seseorang di atas usia 60 tahun lebih sering terkena masalah gigi.

    • Lambatnya pembaruan sel.
    • Jaringan menjadi lebih tipis dan kurang elastis.
    • Kekuatan dan kepadatan tulang yang berkurang.
    • Sistem kekebalan tubuh melemah sehingga infeksi lebih mudah terjadi.

    Supaya terbebas dari masalah mulut, lansia tetap harus melakukan perawatan gigi. Perawatan gigi pada lansia mungkin sedikit berbeda, apalagi jika mereka memiliki kondisi medis tertentu.

    Sakit gigi pada lansia

    • Fungsi organ tubuh yang tidak lagi optimal mengakibatkan kesehatan mulut juga terganggu.
    • Penggunaan obat-obatan seperti obat hipertensi dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.
    • Perawatan gigi yang optimal tetap perlu dilakukan oleh lansia.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Oral thrush in adults. (n.d.). NHS inform – Scottish health information you can trust | NHS inform. Retrieved 9 November 2022 from https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/infections-and-poisoning/oral-thrush-in-adults.

    The aging mouth – and how to keep it younger – Harvard health. (2010). Harvard Health. Retrieved 9 November 2022 from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/the-aging-mouth-and-how-to-keep-it-younger.

    Oral health for older Americans | Adult oral health | Basics | Division of oral health | CDC. (2021). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 9 November 2022 from https://www.cdc.gov/oralhealth/basics/adult-oral-health/adult_older.htm.

    Tooth discoloration: Causes, treatment & prevention. (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved 9 November 2022 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10958-tooth-discoloration.

    Aging changes in teeth and gums: MedlinePlus medical encyclopedia. (n.d.). MedlinePlus – Health Information from the National Library of Medicine. Retrieved 9 November 2022 from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000951.htm.

    Xerostomia (Dry mouth). (2021). American Dental Association. Retrieved 9 November 2022 from https://www.ada.org/resources/research/science-and-research-institute/oral-health-topics/xerostomia.
    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri Diperbarui a week ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa